Translate

Tuesday, September 24, 2013

#4 NUBUATAN DANIEL PASAL 7-8, BAGIAN KEDUA, MEMPERKENALKAN SI TANDUK KECIL by S Mara GD



September 16, 2013 at 4:08am
Ini adalah kelanjutan pembahasan nubuatan Daniel pasal 7-8 bagian pertama.

Sedikit mereview apa yg sudah kita ketahui: 
Dalam Daniel pasal 2, kita sudah mengetahui nubuatan dari Mimpi Nebukadnezzar, yang bercerita tentang 4 kerajaan: Babilon, Media-Persia, Yunani (Greeka) dan Roma.
Dalam pembahasan pasal 7 yang lalu, kita sudah membahas tiga kerajaan:Babilon, Media-Persia dan Yunani (Greeka). Ini adalah nubuatan yang sama dengan Mimpi Nebukadnezzar. 

Sekarang kita lanjutkan dengan kerajaan yang ke-4:

Dan 7:7        
           Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuatIa bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
Binatang yang keempat tidak bisa disebutkan namanya oleh Daniel, karena tidak menyerupai binatang apa pun yang ada di dunia. Binatang ini menakutkan dan "mendahsyatkan". Terjemahan NKJV yang lebih tepat adalah “dreadful and terrible”, yaitu “menakutkan dan mengerikan”.


Daniel pasal 7:                  
8           Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.
 11        Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.
16        Lalu   kudekati salah  seorang dari mereka   yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
17       Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;
Hanya itu yang diberitahukan kepada Daniel, bahwa keempat binatang itu melambangkan empat raja [kerajaan]. Tidak ada keterangan lagi mengenai tiga binatang yang pertama dan Daniel pun tidak bertanya. Tetapi binatang yang keempat sangat mengusik hatinya. Karena itu, di ayat berikutnya tercatat:

19       Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan,dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya;
20      dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyaimulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
21      Dan  aku  melihat  tanduk  itu  berperang  melawan  orang-orang  kudus  dan mengalahkan mereka, 
22      sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
Maka kepada Daniel pun diberikan penjelasan tentang binatang yang keempat ini. Kita baca di pasal 7 ini mulai ayat:

23       Maka demikianlah katanya:  Binatang yang keempat itu ialah    (1) kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan (2) berbeda dengan segala kerajaan dan (3) akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
24      Kesepuluh tanduk itu ialah (4) kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu.(5) Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan (6) akan merendahkan tiga raja.
25       Ia akan (7) mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi,dan akan (8) menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk (9) mengubah waktu dan hukum, dan (10) mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
26       Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan (11) kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap.

Kalau kita bandingkan antara mimpi Nebukadnezzar (pasal 2), mimpi Daniel pada tahun pertama pemerintahan Belsyazzar (pasal 7) dan penglihatan Daniel di Susan, Elam pada tahun ketiga pemerintahaan Belsyazzar (pasal 8, nanti akan dibahas di bawah ini); sesungguhnya mengungkapkan hal yang sama, yaitu kisah 4 kerajaan dunia: Babilonia, Media-Persia, Yunani dan Roma. Begitu pentingnya pesan yang mau disampaikan Tuhan kepada kita, hingga diberikanNya tiga kali!

Mimpi Nebukadnezzar hanya memberikan sebagian latar belakangnya secara politis. Sedangkan dalam mimpi Daniel yang pertama tentang hal itu (pasal 7), Tuhan sudah membuka jauh lebih luas rahasia masa depan dunia ini. Masih menceritakan 4 kerajaan itu, yaitu Babilon, Media-Persia, Yunani dan Roma, tetapi keterangan yang terbanyak menyangkut kerajaan yang keempat.

Tetapi dalam penglihatan Daniel dua tahun kemudian (pasal 8), negara Babilon sudah tidak  disebut lagi. Mengapa? Karena pada tahun itu juga Babilon akan berakhir masanya, pada tahun itu juga Cyrus dari Persia akan membunuh Belsyazzar. Jadi hanya rahasia tiga kerajaan berikutnya yang diungkapkan. Supaya manusia tidak bingung, Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa dua dari kerajaan berikutnya itu adalah Media-Persia dan Yunani, jadi sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. (nanti akan dijumpai di pasal 8)

Sedangkan mengenai kerajaan yang keempat, walaupun tidak disebutkan namanya, Tuhan memberikan keterangan yang jauh lebih jelas tentang sifat-sifatnya, tentang sepak terjangnya.

Kita lihat kesimpulan Dan. 7:23 point (1) hingga (4)
  1. dikatakan kerajaan itu [kerajaan yang keempat] masih belum ada pada masa Daniel, masih AKAN ada. Sejarah mencatat Kerajaan Roma baru berdiri tahun 168 BCsekitar 450an tahun setelah zaman Daniel.
  2. Kerajaan ini berbeda dengan segala kerajaan yang lain. Dia berkuasa paling lama. Bandingkan dengan tiga kerajaan sebelumnya. 
  3. Kerajaan itu akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya. Setelah si macan tutul [kerajaan Yunani], hanya ada satu kerajaan yang menguasai [menelan] seluruh bumi, dan yang memerintah dengan tangan besi, yang tidak saja hanya melahap dan meremukkan, tetapi sisanya pun diinjak-injak dengan kakinya yang berkuku tembaga. Sejarah mencatat betapa hebat dan ganasnya tentara Roma dalam menaklukkan musuh-musuhnya dan betapa luasnya daerah yang ditaklukkannya [=seluruh bumi yang dikenal pada waktu itu].
  4. Akan ada 10 raja yang muncul dari kerajaan itu. Sama dengan ke10 jari kaki patung Nebukadnezzar. Sejarah juga membuktikan bahwa Roma kemudian terbagi menjadi 10 kerajaan: Suevi, Visigoth, Vandal, Anglo-saxon, Franks, Alamanny, Burgundi, Heruli, Ostrogoth dan Lombard.

Sebelum melanjutkan pembahasan nubuatan ini, aku mohon maaf apabila pengungkapan nubuatan ini menyinggung perasaan teman-teman yang beragama Katolik. Tidak ada niatan sama sekali untuk menyakiti atau menyinggung perasaan siapa pun. Kita di sini hanya membahas apa yang ditulis di Alkitab dan menyocokkannya dengan sejarah. Tujuan kita membahas hal-hal ini adalah untuk menemukan kebenaran yang sudah diwariskan Tuhan kepada kita. Tuhan memiliki banyak umatNya di dalam gereja Katolik. Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Karena itu Tuhan menyediakan segala macam cara untuk menyampaikan kebenaran kepada mereka.



MEMPERKENALKAN  SI  TANDUK KECIL 

Kesimpulan lebih lanjut yang kita peroleh dari Daniel 7:24-25 point (5) hingga (10)

  1. Lalu dari 10 raja [10 tanduk] itu akan muncul seorang raja [sebuah tanduk yang kecil], yang berbeda; Berbeda bagaimana? Jadi kerajaan ini tidak ada duanya, dia paling lain sendiri.  Selain itu, kerajaan ini tidak akan dijatuhkan oleh kerajaan atau pemerintahan yang lain, dia harus eksis terus sampai “Majelis Pengadilan duduk yang akan mencabut kekuasaannya dan menghancurkannya sampai lenyap” (Dan. 7:26),  saat “tubuhnya dibinasakan dan   diserahkan ke dalam api yang membakar” (Dan. 7:11). Semua yang membaca kedua ayat ini pasti mengerti bahwa kejadian yang dikatakan di sini adalah hari kiamat.  Hanya ada satu kerajaan yang cocok dengan semua tanda ini. Jika semua kerajaan di dunia ini merupakan kerajaan politis, tapi yang satu ini bukan hanya politis, tetapi juga agamis.Kepalanya bukanlah seorang raja atau presiden, melainkan seorang “hamba Tuhan!”Inilah kerajaan Kepausan Roma. Dan sejarah membuktikan bahwa memang Kepausan Roma, muncul dari antara 10 kerajaan pecahan wilayah Romawi kuno. DanKerajaan Kepausan ini eksis terus selama berabad-abad hingga sekarang, tidak akan dilenyapkan oleh negara mana pun, hingga hari kiamat nanti.
  2. dan yang mematahkan/merendahkan [terj. NKJV “subdue” = menaklukkan] tiga raja dari kesepuluh raja sebelumnya. Sejarah membuktikan bahwa tiga kerajaan eks pecahan kerajaan Roma kuno, yaitu: Kerajaan Heruli, Vandal dan Ostrogoth,  lenyap dari muka bumi. Dan siapa yang melenyapkan? Sejarah mencatat Kepausan Roma! Kerajaan Heruli pada tahun 493 AD (dari peninsula Itali lewat intrik dan pengkhianatan)Kerajaan Vandal thn. 534 AD (dari Afrika oleh Justinian), dan Ostrogoth thn. 553 AD (dari Roma oleh Belisarius, jendral Justinian). Ketiga kerajaan tersebut memegang faham Arianisme, yang sangat ditentang oleh Kepausan Roma, karena itu mereka dilenyapkan.
  3. Tanduk kecil  [raja yang berbeda ini ] yang dilihat Daniel ini, punya mata, dan mulutyang akan mengucapkan kata-kata yang menyombong, yang menentang Yang Mahatinggi. Sejarah kembali membuktikan, semua kerajaan di dunia ini yang berasal dari wilayah Roma kuno (tanduk kecil ini kan berasal dari 10 kerajaan tersebut),  adalah kerajaan politis, tidak ada yang dalam menjalankan pemerintahannya, berurusan dengan/melawan Yang Mahatinggi. Hanya satu yang memakai panji agama, dan itu adalah Kepausan Roma. Tetapi dikatakan bahwa tanduk kecil ini justru menentang Yang Mahatinggi. Menentang dalan hal apa? Kita simak terus tulisan Alkitab:
  4. Lebih jauh, kepada Daniel disampaikan bahwa si tanduk kecil ini juga akanmenganiaya orang-orang suci milik Tuhan. Sejarah mencatat hanya satu pemerintahan dunia yang terbanyak membunuh orang-orang berdasarkan alasan agama, yang dituduh sesat dan tidak tunduk kepada ajarannya. Selama abad pertengahan yang dikenal sebagai the Dark Ages, Kepausan Roma telah melancarkan penganiayaan dan pembantaian terhadap mereka yang dituduh sesat oleh Kepausan. Di antaranya yang terjadi selama 30 tahun  Inkuisisimenjatuhkan korban sekitar 150 ribu, penumpasan orang Waldensia dan Albigensia(thn 1208) yang membinasakan sekitar 1 juta manusia. Dengan berdirinya ordo Jesuit, dari thn. 1540-1580 sekitar sembilan ratus ribu orang dibunuh. Belum lagi lebih dari 50 ribu orang Protestan yang digantung, dipancung, dibakar, dan dikuburkan hidup-hidup selama pemerintahan Charles V pada abad ke-16, dan masih banyak penganiayaan yang lain.
  5. Si tanduk kecil ini menurut Alkitab juga akan mengubah waktu dan hukum. Kita tahu gereja Katolik (Kepausan) pernah mengubah 2 dari 10 HUKUM TUHAN. Di waktu yang lampau sampai dekade terakhir abad 20, umat Katolik tidak dianjurkan membaca Alkitab, jadi mereka hanya belajar lewat  Katekismus dan buku-buku lain. Dan di dalam ajaran Katekismus, Hukum yang ke-2 (dilarang membuat patung untuk disembah) dihapus sama sekali dari 10 Hukum yang diajarkan lewat Katekismusnya.  Selain ituhukum ke-4 (memelihara sabat hari ke-7) diganti  dengan hari pertama (Minggu).  Dan susunan 10 Hukum diubah. Dengan hilangnya hukum no.2, maka hukum no. 9 dijadikan hukum no. 9 dan no. 10, supaya jumlahnya tetap 10.
  6. Daniel diberitahu bahwa “mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.” Siapakah "mereka" ini? "Mereka" adalah "orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi."   Nubuatan ini nanti berkaitan dengan yang tertulis di Wahyu pasal 11, yang akan dibahas lain kali.
  7. Apa artinya “satu masa, dua masa dan setengah masa”? Karena ini merupakan suatu nubuatan, maka kita harus melihat perhitungan ini secara simbolis, bukan aktual.
Masa = tahun
Di dalam nubuatan, 1 hari nubuatan adalah simbol dari 1 tahun aktual. Kita lihat di ayat-ayat di bawah ini:
“Kalau engkau sudah mengakhiri waktu ini, berbaringlah engkau untuk kedua kalinya, tetapi pada sisi kananmu dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.” (Yehez. 4:6)

“Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari,satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:” (Bil. 14:34).


1 masa = 1 tahun = 360 hari                            
1 hari nubuatan = 1 tahun kita   
Jadi, 1 masa nubuatan =   360 tahun kita

1 masa + 2 masa + ½ masa nubuatan  =  360 th + 720 th + 180 th 
Total 3 ½ ma                                     =    total   1260 tahun kita.

Jadi Tuhan mengatakan, si tanduk kecil ini akan diizinkan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi selama 1260 tahun lamanya. Masa 1260 tahun ini ditemukan juga di dalam kitab Wahyu 12:14. Nanti kali kita bahas lagi.

Karena Daniel pasal 7 dan pasal 8 itu membahas kerajaan-kerajaan dunia yang sama, baiklah kita melihat ke penglihatan paralelnya yang diberikan kepada Daniel dua tahun kemudian.

Kita lihat Daniel 8 mulai ayat 9:
“Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang (1) menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.
Ia menjadi (2) besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, (3) dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.
Bahkan (4) terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya (5) diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan (6) tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.”
(7) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, (8) kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan (9) apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.” (Dan. 8:9-12)

Penjelasan yang diberikan kepada Daniel di pasal 8 ini ada di ayat 23-25 sbb.:
“Dan pada akhir kerajaan mereka [kerajaan keempat jendral Yunani sebelumnya], apabila orang-orang fasik telah penuh kejahatannya, maka akan muncul (10) seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu.[terj. NKJV “who understands sinister schemes” = yang pandai membuat rencana-rencana yang keji].
Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi tidak sekuat yang terdahulu, dan ia (11) akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan, dan apa yang dilakukannya akan berhasil; (12) orang-orang berkuasa akan dibinasakannya, (13) juga umat orang kudus.
Dan oleh karena akalnya, (14) penipuan yang dilakukannya akan berhasil; ia akan(15) membesarkan dirinya dalam hatinya, dan dengan (16) tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya; juga ia (17) akan bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, (18) ia akan dihancurkan.” (Dan. 8:23-25)

Begitu pentingnya identitas si Tanduk Kecil ini, Tuhan merasa perlu memberikan informasi tambahan kepada Daniel dua tahun kemudian, maka dengan keterangan yang ditulis di pasal 7 dan 8, kita tidak mungkin salah mengenali identitas si Tanduk Kecil ini.

Menurut Daniel pasal 7:
  • Muncul dari antara 10 kerajaan eks Roma kuno.
  • berbeda dengan raja-raja yang dahulu
  • akan menaklukkan tiga raja.
  • akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi
  • akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi;
  • mengubah waktu dan hukum
  • mereka [orang-orang suci] akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa = 1260 tahun. Ini akan dibahas di bagian akhir tulisan ini.

Menurut Daniel pasal 8: 
  • menjadi sangat besar, ekspansi ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai. Tanah Permai ini adalah Israel di mana terdapat Bait Suci di Jerusalem.
  • Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya. Bala tentera langit = para malaikat. Bintang-bintang adalah para pemimpin agama.
  • Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya. Panglima bala tentera [langit] adalah Jesus sendiri. Jadi terhadap Jesus pun dia berani menyombong.
  • dan dari pada-Nya [dari Jesus] diambilnya korban persembahan sehari-hari**) lewat kebaktian yang fasik.
  • dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
  • Menghempaskan kebenaran ke bumi.
  • Apa pun yang dibuatnya, berhasil.
  • seorang raja dengan muka yang garang [= tidak berbelas kasihan] dan yang pandai menipu [=berdusta], pandai membuat rencana-rencana yang keji.
  • Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi tidak sekuat negara yang terdahulu. Si Tanduk Kecil ini kalah kuat dibandingkan dengan kekuasaan kekaisaran Roma kuno (binatang keempat dari mana dia muncul).
  • mendatangkan kebinasaan yang mengerikan
  • orang-orang berkuasa akan dibinasakannya,
  • juga umat orang kudus [akan dibinasakannya].
  • karena akalnya, penipuan yang dilakukannya akan berhasil, artinya banyak orang yang akan tertipu dan menjadi korbannya. tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya. Karena penipuannya, orang-orang tidak menyangka, tetapi ternyata binasa karenanya.
  • membesarkan dirinya dalam hatinya, selalu menyombong, tetapi terutama di dalam hatinya, jadi tidak terang-terangan tampak.
  • juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja = melawan Kristus.  
  • Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan. Ini digambarkan oleh batu besar yang menghantam ke 10 jari kaki patung dalam mimpi Nebukadnezzar (Daniel pasal 2). Batu itu melambangkan Tuhan Jesus Kristus.

**) Apa artinya “korban persembahan sehari-hari”?
Untuk mengerti apa yang diceritakan di sini, kita harus lebih dulu mengerti proses penghapusan dosa di Bait Suci Jerusalem. Proses ini terdiri atas 2 tahap:
  • Yang pertama berlangsung setiap hari yang dilakukan oleh para imam,
  • yang kedua satu tahun satu kali yang dilakukan oleh Imam Besar.
“Korban persembahan sehari-hari” di Daniel pasal 8 ini, mengacu kepada proses yang pertama, yang berlangsung terus-menerus.
Sejak kematian Kristus di salib, maka fungsi Bait Suci sebagai tempat mempersembahkan kurban pun berhenti, yang dilambangkan dengan robeknya tirai (Markus 15:38) pada saat Jesus berseru di salib “Sudah selesai!” (Yoh 19:30) karena semua praktek mempersembahkan kurban itu hanyalah bayangan/lambang dari penebusan Kristus (Kol 2:17). Begitu penebusan Kristus di salib terjadi, berakhirlah semua upacara kurban bayangan itu. Sejak itu, tidak perlu lagi ada kurban domba/kambing yang disembelih, karena Jesus Domba Allah yang sejati, sudah memulai tugasnya sebagai imam di Bait Allah di surga, menghapus dosa manusia.  

Apa yang akan dilakukan si Tanduk Kecil ini? “Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari,”  Dia akan mengadakan suatu kebaktian, bukan kebaktian yang benar, tetapi kebaktian secara fasik (fasik = jahat/sesat), yang akan menggantikan korban sehari-hari. Kita sudah tahu bahwa “korban sehari-hari” adalah pekerjaan pembersihan dosa yang dilakukan oleh Kristus di Bait Allah yang di surga. Tetapi dikatakan bahwa fungsi Kristus sebagai imam digantikan oleh kebaktian [cara penyembahan/worship] yang diadakan si Tanduk Kecil itu. Berarti kebaktian yang fasik tersebut menggantikan imamat Kristus! Imamat Kristus digantikan oleh imamat manusia.

Pada zaman Reformasi (abad 16), setelah gerakan yang dilancarkan oleh Martin Luther terhadap gereja yang ada pada waktu itu (gereja Katolik), maka Alkitab yang tadinya disembunyikan, mulai dicetak dalam jumlah besar dan diterjemahkan dalam pelbagai bahasa, dan bisa dimiliki oleh semua orang awam. Maka mulailah bapak-bapak Protestan awal ini mempelajari dengan tekun nubuatan-nubuatan  Perjanjian Lama, di antaranya  kitab Daniel ini.
Ketika mereka menyadari siapakah si Tanduk Kecil ini dan mulai mengumumkan penemuan mereka, maka yang dituding (gereja Katolik) segera membuat gerakan konter untuk membantah penemuan itu. Maka dimunculkannyalah nama Antiochus Epiphanus sebagai si Tanduk Kecil. Tetapi, Antiochus Epiphanus tidak memenuhi semua kriteria si Tanduk Kecil, sehingga dalam waktu singkat, gugurlah teori bahwa Antiochus Epiphanus inilah si Tanduk Kecil. Tetapi kepada mereka yang tidak mengerti, nama Antiochus Epiphanus ini masih disodorkan sebagai identitas si Tanduk Kecil.


Tentang Antiochus Epiphanus
Siapakah dia?  Mengapa dia bukanlah si Tanduk Kecil.
  • Dia adalah raja ke-8 dari urutan 26 raja yang memerintah di daerah Seleucus (eks jendral Iskandar Zulkarnaen) yang berkuasa di Syria, sebelum daerah itu jatuh dicaplok oleh Roma. Jadi, Antiochus ini tidak muncul dari 10 negara eks kerajaan Roma kuno. Dia melanjutkan garis dari empat kepala binatang yang ketiga, si macan tutul (Dan. 7) atau salah satu dari keempat tanduk si kambing jantan (Dan. 8).  Ini adalah salah satu kondisinya yang tidak cocok mengisi sepatu si Tanduk Kecil, yang harus muncul dari 10 tanduk binatang yang keempat.
  • Antiochus Epiphanus ini bukanlah raja yang hebat, bahkan dia mendapat julukan “Epimanes” yang artinya “orang gila.”  
  • Dia sendiri, oleh ayahnya Antiochus yang Agung, diserahkan kepada Roma sebagai tawanan ketika tentara Roma mengalahkannya dalam peperangan. 
  • Persia terdiri atas 127 propinsi, sedangkan wilayah Yunani, lebih besar. Tetapi si Tanduk Kecil ini dikatakan dalam nubuat sebagai “sangat besar”, maka tentunya dia jauh lebih besar daripada Yunani. Antiochus Epiphanes tidak pernah menjadi sangat besar. Bahkan niatnya untuk mengambil daerah Ptolemy saja harus batal atas perintah Roma yang merebut daerah itu sendiri. Kemarahannya atas ketidak berhasilannya ini lalu dilimpahkannya kepada bangsa Yahudi. Dia menyerang Jerusalem, merampok Bait Suci, mengurbankan babi di altar Bait Suci,  memindahkan patung-patung berhala ke dalam Bait Suci,  yang akhirnya melahirkan pemberontakan Makabean. Tetapi walaupun Antiochus Epiphanes berbuat banyak kejahatan terhadap Bait Allah dan bangsa Yahudi, masih banyak kriteria si Tanduk Kecil yang tidak terdapat padanya.
  • Walaupun perbuatannya sangat kurang ajar, tetapi dia tidak “mengambil korban persembahan sehari-hari”. Dia tidak menggantikan imamat Kristus. 
  • Dia tidak mengubah waktu dan hukum.
  • Jelas dia tidak hidup selama 1260 tahun, padahal menurut nubuat “mereka [orang-orang suci] akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa = 1260 tahun.” Dia sendiri mati tahun 168BC. Sebenarnya dari persyaratan ini saja kita harus tahu bahwa Tanduk Kecil tidak mungkin satu orang manusia, karena tidak ada manusia yang bisa hidup selama 1260 tahun! Berarti  TANDUK KECIL INI HARUSLAH SUATU ORGANISASI YANG DIPIMPIN OLEH SEORANG MANUSIA SECARA SUKSESIF, YANG PUNYA KEKUASAAN BESAR.
  • Dan kerajaan Antiochus Epiphanus sudah tidak eksis lagi sejak 168 BC, padahal kerajaan si Tanduk Kecil ini akan eksis terus hingga hari kiamat, saat dia dihancurkan, bukan oleh tangan manusia, melainkan oleh sebuah Batu Gunung (Daniel pasal 2) yang melambangkan Kristus, pada hari kiamat.


Tentang waktu 1260 tahun

Pada tahun 533 AD, Kaisar Justinian mengangkat Uskup Roma sebagai kepala semua gereja yang ada. Tetapi, perintah ini belum bisa diberlakukan sampai raja Ostrogoth yang memegang faham Arianisme – lawannya yang terakhir – dilenyapkan. Hal ini baru tercapai pada tahun 538 AD.
Jadi dari tahun 538 AD inilah perhitungan 1260 tahun dimulai, yaitu masa penganiayaan orang-orang suci di tangan si Tanduk Kecil.

Dari tahun 538 + 1260 tahun, membawa kita ke tahun 1798.
Apa yang terjadi pada tahun 1798 sehubungan dengan penganiayaan orang-orang suci?
Sejarah mencatat, Jendral Berthier dari pasukan Napoleon Bonaparte, memasuki Roma, mendeklarasikannya sebagai republik, menawan Paus Pius VI. Dengan demikian, berakhirlah “untuk sementara” kekuasaan si Tanduk Kecil. Paus Pius VI, meninggal sebagai tawanan di Valence Perancis bulan Agustus 1799.
Penganiayaan terhadap orang-orang yang dianggap memusuhi/melawan doktrin Kepausan pun berhenti.

Karena nubuatan Daniel ini berkaitan sangat erat dengan Kitab Wahyu, maka kita dapatkan cerita yang sama di Wahyu 13, yang akan kita bahas juga lain kali.
Tindakan Jendral Berthier membubarkan kekuasaan Kepausan, sepertinya telah memberikan pukulan yang fatal, dicatat di Wah. 13:3
“Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh.Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.”

Seperti yang dikatakan oleh Yohanes di dalam Wahyu, maka si Tanduk Kecil ini akan sembuh. Dan pada tahun 1800 bulan Maret, diangkatlah seorang Paus yang baru, yang takhtanya berlangsung terus hingga hari ini.

Lain kali akan diteruskan dengan Daniel 8:13-14

*******