Translate

Wednesday, May 22, 2013

Pembahasan Pasal Wahyu 1

Pasal dari Kitab Wahyu ini saya ambil dari bloger lima gadis bijak milik ibu S Mara GD. Niat saya mengcopy pasal pasal wahyu ini agar anda semua lebih mudah membacnya dan mengerti inti dari kitab terahkir dalam alkitab juga agar lebih mudah membacanya. selamat membaca keseluruh Pasal wahyu sebanyak 22 pasal.
KITAB WAHYU
Pasal 1-3
SURAT KEPADA KETUJUH SIDANG

Kitab Wahyu atau dalam bahasa Inggrisnya disebut “The Revelation”,atau “The Apocalypse” [dari bahasa Yunani], dengan jelas menyatakan arti namanya, yaitu SUATU PENGUNGKAPAN.

Pengungkapan apa? Kitab Wahyu ini dibuka dengan judul yg sangat jelas, yaitu: “wahyu Yesus Kristus“ atau dalam bahasa Inggrisnya “The Revelation of Jesus Christ”. Kalimat ini mempunyai arti ganda: (1) wahyu ini datang dari Yesus Kristus sendiri dan (2) isinya mengungkapkan tentang Jesus Kristus.
Siapa Yesus Kristus dan bagaimana kisahnya? Paulus meringkaskan kisah Yesus Kristus ini dengan sangat baik, hanya dalam 7 ayat.
Filipi 2:5-11
Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


Jadi Kristus itu:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->dalam rupa Allah ~ Kristus adalah Allah, yang telah menciptakan seluruh langit dan bumi dan laut dan segala isinya ini;
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, ~ begitu mencintai manusia ini hingga rela melepaskan status keilahianNya;
< !--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, ~ telah merendahkan diriNya sedemikian rupa, sehingga dari Allah pemilik alam semesta raya ini, menjadi hanya berstatus pelayan, yang harus menghambakan diriNya bagi keselamatan manusia;
< !--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->dan menjadi sama dengan manusia. ~ menjadi 100% manusia darah dan daging, yang bisa merasa lapar, bisa merasahaus, bisa merasa sakit dan bisa mati, sama persis seperti kita;
< !--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya ~ dan sebagai manusia pun Dia merendahkan diriNya, tidak memilih menjadi keturunan bangsawan yang kaya raya, tetapi lahir di kandang, besar sebagai anak tukang kayu, menjadi rakyat jelata yang miskin, tidak punya rumah sendiri, dan sama sekali tidak punya kuasa apa-apa;
< !--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->dan taat sampai mati, ~ selama hidupNya Dia taat kepada Allah Bapa, menjadi teladan bagi manusia, Dia menyelesaikan misiNya di dunia ini dengan tuntas, hingga bersedia mati ganti kita;
< !--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->bahkan sampai mati di kayu salib. ~ menjalani kematian yang paling hina, memikul kutuk kita, karena kematian dengan disalibkan itu adalah terkutuk seperti yang tertulis di:

Galatia 3:13
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

< !--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Sekarang, seluruh kitab Wahyu mengisahkan kulminasi kisah Yesus Kristus, bagaimana akhirnya“bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan."

Pada waktu Kitab Wahyu ini ditulis oleh Yohanes di pulau Patmos sekitar tahun 100 AD, maka seluruh isinya adalah nubuatan karena belum ada yang terjadi. Bagi mereka yang hidup di abad-abad pertama, tentunya lebih sulit menerima Kitab ini sebagai wahyu dari Tuhan karena belum terbukti kebenarannya. Dibutuhkan iman yang sangat besar untuk mempercayai isinya. Tetapi bagi kita yang hidup di abad ke 21 sekarang, sebagian besar dari nubuatan di dalam Kitab Wahyu sudah digenapi, sehingga kita bisa melihat betapa cocoknya semua nubuatan itu. Ini membuktikan bahwa Kitab Wahyu, dan Alkitab secara keseluruhan, benar-benar berasal dari Tuhan, karena hanya Dia-lah yang mengetahui seluruh sejarah bumi ini dari awal hingga akhirnya, sebelum itu terjadi.

2 Pet 1:20-21
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Bil 12:6
Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.


Mengingat bahwa semua nubuatan di dalam Alkitab berasal dari Tuhan, maka dengan mempelajarinya dan memahami apa artinya, kita memiliki panduan jalan tentang apa yang akan terjadi di masa depan, jebakan-jebakan apa yang disiapkan Setan yang akan kita hadapi, bagaimana kita bisa menghindari terjerumus ke dalam jebakan-jebakan itu, harapan apa yang kita miliki di dalam Kristus, dan kenikmatan apa yang disediakan Tuhan bagi umatNya yang setia sampai akhir.

1 Tesa 5:19-21
Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Yang penting adalah kita harus bisa membedakan mana nabi dan rasul yang benar, yang dipimpin oleh roh yang berasal dari Allah. Alkitab berkata:

1 Yoh 4:2-3
Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Tulisan Yohanes ini berasal dari sekitar tahun 100 AD. Jika pada tahun 100 AD itu dia berkata “antikristus ... sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia” maka gereja-gereja yang mengatakan bahwa Antikristus sekarang masih belum ada, mengajarkan ajaran yang salah. Dengan mempelajari Wahyu, kita akan tahu siapa Antikristus ini, yang sebenarnya sudah sejak abad pertama dia ada, hanya banyak dari kita saja yang tidak menyadari kehadirannya, dan menganggap dia masih belum muncul. Bahkan mungkin sebenarnya kita sendiri sudah masuk ke kubu Antikristus ini tanpa kita sadari.

Marilalah kita awali setiap pembahasan ini dengan doa yang tulus kepada Tuhan supaya Roh Kudus menuntun kita kepada pemahaman yang benar dan kepada keselamatan, dan supaya kita terlindung dari segala penipuan dan jebakan Setan yang ingin menjatuhkan kita. Amin.



WAHYU PASAL 1


1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sebagian orang Kristen berpendapat bahwa kitab Wahyu ini tidak perlu dipelajari dengan pelbagai alasan. Tetapi dengan memahami judulnya saja, “The Revelation of Jesus Christ” sudah jelas bahwa sesuatu yang diungkapkan/ dibuka/dinyatakan itu justru harus dipelajari. Kalau tidak, untuk apa Tuhan mengungkapkannya?

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Musa menulis dalam Ulangan 29:29
Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi HAL-HAL YANG DINYATAKAN ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."

Jadi, semua hal yang sudah dinyatakan Tuhan, adalah bagian kita dan anak-anak kita sampai selama-lamanya. Maksudnya untuk kita pelajari, untuk kita ketahui, untuk kita pahami, dan yang terpenting adalah: UNTUK KITA TINDAKLANJUTI. Bukan untuk kita sisihkan, bukan untuk kita sembunyikan.
Dari pembukaan ayat 1 ini saja sudah jelas tujuan Tuhan memberikan wahyu ini, yaitu supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.” Bagaimana Tuhan bisa menunjukkan apa yang harus segera terjadi jika hamba-hambaNya takut/enggan membuka kitab Wahyu ini?

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ayat 2 dengan jelas mengatakan bahwa apa yang ditulis oleh Yohanes ini termasuk segala sesuatu yang telah dilihatnya.”

Jika kita mempelajari kitab Wahyu ini, kita akan menemui bahwa penglihatan yang diberikan kepada Yohanes ini menggenapi apa yang dikatakan Yesus dalam
Matius 16:28
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Banyak orang mengatakan ayat itu bohong besar karena sampai hari ini Anak Manusia belum datang sebagai Raja sedangkan semua orang yang mengikuti Yesus saat itu sudah meninggal sekitar 2000 tahun yang lalu. Tetapi, Tuhan tidak pernah berbohong. Di pulau Patmos yang terpencil inilah Yohanes benar-benar melihat [lewat suatu penglihatan/vision] seluruh kejadian yang akan terjadi hingga dunia ini diperbarui. Yohanes melihat “Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya".

1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
· Dari awal Tuhan sudah menyatakan bahwa mereka yang membacakan, mendengarkan, dan yang menuruti apa yang tertulis di kitab Wahyu ini, diberi berkat [blessed] atau bahasa Indonesianya dikatakan“berbahagia” “sebab waktunya sudah dekat.”Waktu apa yang sudah dekat? Waktu Tuhan menggenapi semua rencanaNya, waktu Tuhan mengambil kembali dunia ciptaanNya ini dari tangan Lucifer [Setan]. Jadi kita tidak perlu takut membuka kitab Wahyu, karena justru yang mempelajari dan yangmenuruti apa yang tertulis di dalamnya, itulah yang diberkati.


1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini….

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di Asia Kecil pada waktu itu, ada jauh lebih banyak daripada hanya 7 jemaat, misalnya jemaat di Kolose, Miletus, Galatia, Korintus, Cappadocia, dll. Mengapa hanya 7 jemaat yang mendapat surat dari Kristus?Apakah jemaat yang lain tidak diakui Kristus? Bukan.
Kita harus mengerti, angka 7 merupakan simbol dari angka “sempurna”, “komplet”,“genap”, “lengkap”, “seluruhnya”. Jadi 7 jemaat di sini mewakili semua jemaat yang ada dari zaman Kristus hingga akhir zaman.
Dan nama-nama dari ke-7 jemaat ini melambangkan sifat-sifat 7 periode gereja Kristen mulai dari zaman rasul-rasul hingga ke akhir zaman.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Benediksi/pemberkatan yang diberikan [kasih karunia dan damai sejahtera] datang dari ketiga Pribadi Allah yang Esa:
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang” ~ Dia ini adalah Allah Bapa yang abadi, seperti kata
Maz. 90:2
“Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah”

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya” ~ lagi-lagi angka 7 di sini menyatakan kesempurnaan/sudah lengkap semuanya. Siapa yang dimaksudkan di sini? Dialah Roh Kudus yang ada di hadapan takhta Allah Bapa. Mengapa Roh Kudus dilambangkan sebagai 7 roh [= roh yang lengkap]? Kita lihat di:
Yes. 11:2
“Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN”

Lengkap.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->dari Yesus Kristus, Saksi yang setia”

Maka lengkaplah pemberkatan yang diberikan ini, yaitu dari Allah Bapa, Roh Kudus, dan Yesus Kristus, Allah yang esa, Allah Triuni.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Saksi yang setia” ~ kita akan melihat bahwa Kristus memperkenalkan Dirinya dengan sebutan yang berbeda-beda kepada setiap jemaat yang diberiNya pesan, sesuati dengan kondisi yang dihadapi oleh jemaat tersebut. Di suratNya yang pertama kepada jemaat Efesus ini, Kristus memperkenalkan Dirinya sebagai “Saksi yang setia”karena jemaat ini memikul tugas berat sebagai saksi Kristus gelombang yang pertama.Merekalah yang keluar menyebar, yang pertama kalinya menjadi saksi Kristus, memberitakan Injil ke mana-mana. Karena itu Kristus mengingatkan mereka bahwa Dia adalah seorang saksi juga, dan bahwa mereka menjadi saksi itu adalah mengikuti teladanNya.

Kis 8:4
Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->yang pertama bangkit dari antara orang mati”. Kita semua tahu Yesus Kristus bukanlah orang pertama (dalam urutan) yang bangkit dari orang mati. Semasa hidupNya beberapa kali Yesus sendiri membangkitkan orang mati (antara lain Lazarus di Yoh. 11:38-44; seorang gadis di Mat. 9:18-26; anak seorang janda Nain di Luk. 7:11-17). Kalau dalam urutan, tentunya ketiga orang itu lebih duluan bangkit dibandingkan Yesus, karena Yesus yang membangkitkan mereka sebelum Dia sendiri mati disalib. “Yang pertama” di sini artinya adalah “yang terutama”. Jadi Yesus dikatakan “yang pertama bangkit” itu bukan dalam urutan, melainkan dalam kedudukan/status.



…. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya
1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan,menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Setelah Yohanes menyampaikan pemberkatan dari Tuhan, giliran dia yang memuja Tuhan. Di sini Yohanes memakai kata-kata yang mirip yang dipakai Petrus dalam:

1 Pet. 2:9
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”



1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sama seperti Daniel [Dan 12:1-2], Yohanes dibawa ke masa depan, ia melihat ke saat Kristus datang di atas awan dan kebangkitan orang-orang mati, dan bagaimana orang-orang yang tidak selamat meratapi peristiwa tersebut.

Mat. 24:27, 30-31
“Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia…. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”

1 Tes. 4:16-17
“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Dalam pasal-pasal selanjutnya nanti akan nyata bahwa bakal ada dua kelompok orang yang dibangkitkan pada saat Kristus datang di atas awan. Kelompok pertama adalah semua umat Allah yang sudah ditebus, dan kelompok kedua adalah mereka yang terlibat dalam penyaliban Yesus [lihat pembahasan Daniel pasal 12].


 



1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Alfa adalah huruf pertama dalam abjad Yunani, sedangkan Omega adalah huruf yang terakhir. Di sini Kristus memperkenalkan DiriNya [firman Tuhan Allah = Kristus adalah Firman ~ Yoh. 1:1] sebagai Yang Pertama dan Yang Terakhir.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]--> Kalau kita simak maka kata-kata yang sama [yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang,] terdapat juga pada ayat 4 di atas [Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang], tetapi pada ayat 4, sebutan itu diaplikasikan kepada Allah Bapa. Jadi, dari ayat 8 ini jelaslah bahwa Kristus dan Allah Bapa memiliki karakteristik yang sama dan sering dibahasakan dengan sebutan yang sama.
Hal ini membuktikan bahwa Kristus tidak diciptakan, dan bahwa Dia benar-benar Allah Yang Mahakuasa”, dan sederajat dengan Allah Bapa.



1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Yohanes memperkenalkan dirinya. Kita lihat di:

Terjemahan NKJV
I, John, both your brother and companion in the tribulation and kingdom and patience of Jesus Christ, was on the island that is called Patmos for the word of God and for the testimony of Jesus Christ."

Terjemahan NLT
“I, John, am your brother and your partner in suffering and in God’s Kingdom and in the patient endurance to which Jesus calls us. I was exiled to the island of Patmos for preaching the word of God and for my testimony about Jesus.”

Terjemahan NLT lebih jelas: Aku, Yohanes, saudara dan rekan sependeritaanmu dan [saudara dan rekanmu] di Kerajaan Allah, dan dalam ketekunan bertahan sesuai panggilan Yesus Kristus. Aku disingkirkan ke pulau Patmos, karena mengabarkan firman Allah dan karena kesaksianku tentang Yesus.



1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“Pada hari Tuhan” ini sering dianggap orang sebagai Hari Minggu. Padahal sama sekali tidak ada alasan untuk menganggapnya demikian. Di seluruh Alkitab, tidak pernah ada satu ayat pun yang membahasakan Hari Minggu atau Hari Pertama dalam satu minggu itu sebagai “hari Tuhan.”
Tetapi, justru hari yang ketujuh itu selalu disebut sebagai “hari Sabat Tuhan”, lihat:

Kel. 20:10
“tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu…”

Yohanes sebagai murid yang tersisa dari ke-12 murid yang pertama, adalah orang Yahudi. Dan sebagai orang Yahudi, dari bayi mereka semua memelihara sabat hari ke-7 sebagai hari berbakti kepada Tuhan, tanpa kecuali. Maka, terkucil seorang diri di pulau Patmos, tanpa kehadiran penguasa-penguasa yang memusuhinya, tidak ada alasan bagi Yohanes untuk tidak memelihara sabat hari ke-7 seperti kebiasaannya. Dan karena Tuhan memberkati hari ke-7 itu dengan berkat istimewa,lihat:

Kej. 2:3:
“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

maka tak heran justru pada hari ke-7 inilah Yohanes diberi penglihatan istimewa ini.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ada keyakinan kuat bahwa Kitab Wahyu ini lebih dulu ditulis oleh Yohanes justru sebelum kitab-kitab lain yang ditulisnya. Dalam tulisan-tulisan Yohanes lainnya [Injil Yohanes dan Surat-surat Yohanes] dia selalu menyebut hari Minggu sebagai hari pertama, tidak pernah dia menyebutnya sebagai hari Tuhan. Silakan periksa di:

Yohanes 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Yohanes 20:19
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Hal ini membuktikan bahwa Yohanes memang tidak pernah menyebut Hari Minggu/hari pertamasebagai Hari Tuhan. Hari Tuhan di Wah 1:10 ini jelas mengacu kepada hari ke-7, yaitu hari sabat Tuhan. Kita ingat bahwa Yesus sendiri mengatakan “Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." (Mat. 12:8). Jadi Yesus mengatakan bahwahari ke-7 itu milikNya. Tuhan tidak pernah mengklaim hari lain sebagai milikNya. Maka “hari Tuhan” yang disebutkan di ayat 10 ini, pasti adalah hari yang ke-7, hari sabat Tuhan.



1:11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
< !--[if !supportLists]-->· Nama ketujuh jemaat diperkenalkan: (1) Efesus, (2) Smirna, (3) Pergamus, (4) Tiatira, (5) Sardis, (6) Filadelfia, (7) Laodikia.

1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]--> “tujuh kaki dian dari emas.” Kembali kita bertemu dengan angka 7 di sini. Pada waktu Musa diperlihatkan Ka’abah di Surga untuk membuat replikanya di dunia, dia hanya membuat satu kaki dian, bukan tujuh. Berarti di dalam Ka’abah di Surga, juga hanya ada 1 kaki dian. Mengapa di sini Yohanes melihat ada tujuh?
Jadi yang dilihat Yohanes ini jelas bukan kaki dian yang ada di dalam Ka’abah. Selain itu, kaki-kaki dian ini letaknya berjauhan, dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia” .

Terjemahan NIV
and among the lampstands was someone like a son of man, dressed in a robe reaching down to his feet and with a golden sash around his chest.

“among” berarti “di antara kaki-kaki dian itu” Yohanes melihat Yesus Kristus. Bagaimana satu sosok bisa berada di antara tujuh kaki dian kalau dia tidak berpindah-pindah? Di Wah 2:1, dijelaskan bahwa Kristus memang berjalan di antara ketujuh kaki dian itu. Deskripsinya tentang Yesus sama dengan yang ditulis Daniel sekitar 700 tahun sebelumnya.

Dan 10:5-7
kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak. Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi;

Jadi ke-7 kaki dian ini melambangkan apa? Kita tidak usah menebak-nebak, karena ini akan kita lihat jawabannya di ayat 20 nanti.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang”
Tentang ke-7 bintang ini pun dijelaskan apa artinya nanti di ayat 20.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua” , deskripsi yang sama kita jumpai di

Wah. 19:15
“Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.”



1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kembali Yesus memperkenalkan dirinya sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya” dengan demikian kita boleh yakin, bahwa Yesus, yang mati di kayu salib, sekarang hidup selama-lamanya, dan di dalamNya kita pun beroleh hidup selama-lamanya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” Maut dan kerajaan maut sudah berada di tangan Kristus, maka tamatlah kekuasaannya atas kita.

1. Kor 15:26
Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.




1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Perintah untuk menulis apa yang dilihat oleh Yohanes adalah agar tulisan itu kita pelajari. Kalau tidak, untuk apa ditulis?

2 Tim. 3:16-17
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat (1) untuk mengajar, (2) untuk menyatakan kesalahan, (3) untuk memperbaiki kelakuan dan (4) untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”



1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Yesus Kristus sudah memberikan penafsirannya, ke-7 kaki dian adalah ke-7 jemaat yang namanya sudah disebutkan di ayat 11, sedangkan ke-7 bintang adalah malaikat dari ke-7 jemaat itu. Siapakah malaikat dari ke-7 jemaat tersebut? Malaikat artinya utusan Tuhan, yang disuruh oleh Tuhan untuk menyampaikan pesan-pesanNya. Jadi mereka adalah yang diutus Tuhan untuk memelihara ke-7 jemaat, dengan kata lain mereka adalah hamba-hamba Tuhan/gembala-gembala yang diserahi tanggung jawab atas jemaat Tuhan.
Kita lihat di Dan. 12:3

Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Maka jelaslah, mereka yang membawa banyak orang kepada kebenaran dikatakan seperti bintang-bintang. Dan walaupun ini bisa diaplikasikan kepada setiap umat Tuhan yang menginjil, tetapi terlebih kepada pemimpin-pemimpin jemaat.




(berlanjut ke Wahyu pasal 2)