Translate

Wednesday, May 22, 2013

Wahyu 14

PEMBAHASAN WAHYU PASAL 14
(kelanjutan dari pasal 13)


KITAB WAHYU
PASAL 14

PERINGATAN TERAKHIR
BINATANG ITU, PATUNGNYA, TANDANYA


Wahyu pasal 13 ditutup dengan adegan kelompok kecil umat Allah yang tersebar di seluruh dunia, tanpa kemampuan untuk membela diri, sedang berhadapan dengan kuasa terbesar di dunia yang dikendalikan oleh si Naga dengan sekuat tenaganya. Suatu pertarungan yang sangat tidak seimbang. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya di dalam pencobaan. Untuk memberikan dorongan kepada umatNya, maka lima ayat pertama pasal 14 ini menguak apa yang akan terjadi pada umat Allah yang tersisa ini pada akhirnya.


14:1 Kemudian saya melihat, lalu nampak Anak Domba itu berdiri di atas Bukit Sion. Bersama Dia ada 144.000 orang yang pada dahi masing-masing tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Yohanes diberi penglihatan ke depan, ke saat kelompok kecil umat Tuhan itu sudah berdiri bersama Anak Domba di atas Bukit Sion. Jadi ini bukan peristiwa yang terjadi setelah Wahyu 13:18, tetapi melompat ke depan, ke masa setelah kedatangan Kristus yang kedua untuk menjemput umatNya ke kerajaan Surga.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sebelum melanjutkan, silakan mereview pembahasan Wahyu pasal 7 mengenai pemetraian ke 144ribu orang itu karena ini adalah kelompok yang sama. Mereka sudah dimeteraikan pada dahi mereka dengan nama Anak Domba dan nama BapaNya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dalam penglihatan Yohanes, kelompok ini sekarang sudah lolos dari cengkeraman patung si Naga, dan mereka berada di Bukit Sion bersama Kristus.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Bukit Sion di manakah ini?
Yoel 3:16
TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.

Jelas di tulisan Yoel ini, Sion dan Yerusalem yang disebutkan bukanlah yang ada di dunia. Jadi ayat ini membuktikan bahwadi Surga juga ada Sion dan ada Yerusalem.
Maz 48:2 (48-3)
Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu,jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.

Ayat dari Mazmur yang jelas menyebutkan bahwa di Surga ada gunung Sion yang kudus itu, dan letaknya jauh di sebelah utara kota Raja Besar.



14:2 Lalu saya mendengar suara dari langit menderu seperti bunyi air terjun yang besar dan seperti gemuruh guntur yang hebat. Suara itu terdengar seperti suara musik dari pemain-pemain kecapi yang sedang memainkan kecapinya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->suara dari langit menderu seperti bunyi air terjun yang besar” ~ sama dengan yang dilukiskan di:
Wah 1:15
Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“dan seperti gemuruh guntur yang hebat” ~ sama seperti yang dilukiskan di
Ayub 37:4
Kemudian suara-Nya menderu, Ia mengguntur dengan suara-Nya yang megah; Ia tidak menahan kilat petir, bila suara-Nya kedengaran.

Wah 4:5
Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tidak dapat dibayangkan bagaimana bunyi air terjun besar bersama gemuruh guntur yang hebat bisa terdengar seperti “suara musik dari pemain-pemain kecapi yang sedang memainkan kecapinya.” Di pasal berikutnya [pasal 15] kelompok 144ribu inilah yang dilukiskan membawa kecapi dan bernyanyi.
Wah 15:2-3
Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba...




14:3 Di depan takhta dan keempat makhluk serta para pemimpin di sekeliling takhta itu, 144.000 orang itu menyanyikan suatu nyanyian yang baru. Nyanyian itu tidak dapat dipelajari oleh seorang pun selain oleh 144.000 orang itu yang sudah dibebaskan dari bumi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di pasal 15 juga disebutkan bahwa nyanyian yang mereka nyanyikan ini adalah nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba.
Wah 15:3
Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
Nyanyian Musa merupakan nyanyian kelepasan/kemerdekaan yang mengisahkan perjalanan panjang menuju tanah perjanjian. Baca Ulangan 32:1-43. Seperti itulah nasib golongan 144ribu umat Tuhan pada akhir zaman, melewati pelbagai pengalaman dan kesesakan karena tidak mau menerima tanda Binatang itu, tidak mau menyembah patung Naga. Dan sebagaimana orang-orang Israel dipimpin terus sampai masuk ke tanah perjanjian, demikian pulalah kelompok 144ribu ini dipimpin menuju ke kerajaan Surga. Hanya mereka inilah yang bisa menyanyikan nyanyian khusus tersebut, karena hanya mereka yang pernah mengalaminya.




14:4 Mereka itu orang-orang yang tetap murni seperti perawan, karena tidak mengadakan hubungan dengan wanita. Mereka mengikuti Anak Domba itu ke mana saja ia pergi. Dari antara seluruh umat manusia, merekalah yang sudah dibebaskan sebagai persembahan pertama kepada Allah dan kepada Anak Domba.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sini disebutkan lebih banyak lagi ciri-ciri dari kelompok 144ribu ini:
Mereka ini “tetap murni seperti perawan, karena tidak mengadakan hubungan dengan wanita”. Ingatlah bahwa ayat-ayat ini memakai bahasa simbolis, misalnya ada “Naga”, “Binatang”,“Anak Domba”, maka pengertian kalimat ini pun harus kita mengerti secara simbolis. Janganlah kita artikan kalimat ini bahwa kelompok 144ribu itu laki-laki semuanya yang tidak menikah. Kita tahu bahwa “wanita” dalam Alkitab melambangkan gereja Tuhan. Wanita baik-baik melambangkan gereja Tuhan yang sejati, sedangkan wanita yang tidak baik melambangkan gereja Tuhan yang murtad. Maka pengertian ayat ini adalah, kelompok 144ribu ini tidak dinajiskan oleh ajaran gereja yang murtad, mereka tidak punya hubungan dengan gereja yang murtad. Tetapi ayat ini tidak berkata bahwa mereka “tidak pernah” punya hubungan dengan gereja yang murtad. Jika nanti kita mempelajari seruan malaikat yang ketiga di Wahyu pasal 17, kita akan melihat bahwa akan ada banyak orang yang dipanggil keluar dari gereja-gereja yang murtad, dan tidak menutup kesempatan dari antara mereka ini ada yang termasuk dalam kelompok 144ribu ini. Yang penting adalah, golongan 144ribu ini pada waktu dimeteraikan, mereka tidak punya hubungan dengan gereja yang murtad.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Mereka mengikuti Anak Domba itu ke mana saja ia pergi” ~ kelompok 144ribu ini merupakan kelompok yang istimewa, dan mereka mendapatkan kedudukan istimewa. Mereka telah membuktikan kasih mereka kepada Kristus, maka sekarang mereka menikmati hak-hak yang istimewa. Kita baca di:
Wah 7:17
Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggem-balakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Inilah kedudukan istimewa mereka. Jika kita mengasihi Tuhan, Tuhan berlipat ganda lebih mengasihi kita. Inilah buktiNya kepada kelompok 144ribu ini.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dari antara seluruh umat manusia, merekalah yang sudah dibebaskan” ~ kita lihat terjemahan bahasa Inggrisnya:
These are the ones who were not defiled with women, for they are virgins. These are the ones who follow the Lamb wherever He goes. These were redeemed from among men, being firstfruits to God and to the Lamb.”[NKJV]

They had not committed sexual sins with women. They had kept themselves pure. They follow the Lamb wherever he goes. They were purchased from among people as a first offering to God and the Lamb.”[New International Readers’ Version]
“They are the men who have kept themselves pure by not having sexual relations with women; they are virgins. They follow the Lamb wherever he goes. They have been redeemed from the rest of the human race and are the first ones to be offered to God and to the Lamb.”[Good News Translation]

“These are the ones who did not do sinful things with women, because they kept themselves pure. They follow the Lamb every place he goes. These one hundred forty-four thousand were bought from among the people of the earth as people to be offered to God and the Lamb.” [New Century Version]

Di terjemahan bahasa Inggrisnya lebih jelas ditulis bahwa mereka itu sudah “ditebus dari antara penduduk dunia” ~ menandakan mereka itu berasal dari manusia-manusia yang masih hidup pada waktu itu! Mereka ini bukan dibangkitkan dari manusia yang sudah mati.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“sebagai persembahan pertama kepada Allah dan kepada Anak Domba” ~ kata “pertama” di sini lebih berarti “yang utama” [dalam kedudukan] daripada yang pertama dalam urutan. Jadi golongan 144ribu ini merupakan kelompok yang mempunyai kedudukan yang istimewa di dalam kerajaan Allah.·




14:5 Tidak pernah mereka berdusta; dan tidak ada cela sedikit pun pada mereka.

And in their mouth was found no deceit, for they are without fault before the throne of God [NKJV]
No lie was found in their mouths; they are blameless.[NIV]
Andin their mouth was found no lie: they are without blemish.[ASV]

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Terjemahan dalam bahasa Inggris lebih jelas karena bahasa Inggris membedakan waktu dari bentuk kata kerjanya. Kita lihat di tiga contoh terjemahan bahasa Inggris di atas, tidak ada kata “ever”dan keterangan waktu yang dipakai adalah Past Tense, bukan [Present/Past] Perfect Tense. Ini membuat terjemahan bahasa Indonesia “Tidakpernah mereka berdusta” tidak tepat. Istilah “tidak pernah”mengartikan “selamanya belum pernah”. Tetapi terjemahan bahasa Inggris tidak memberikan arti demikian. Terjemahan bahasa Inggris mengatakan:

“Tak ada dusta yang ditemukan di mulut mereka, mereka tidak bercela.”

Ini menyatakan bahwa “pada saat itu tidak ada dusta yang ditemukan di mulut mereka, mereka tidak bercela”.
Mengapa perbedaan ini perlu kita pahami? Karena tidak ada manusia yang tidak bercela. Kita semua adalah manusia yang berdosa.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah [Rom 3:23]

Tidak mungkin kita tidak pernah berdusta seumur hidup kita. Kelompok 144ribu ini adalah dari antara kita, sama-sama manusianya, sama-sama punya kelemahan. Sebelum mengenal Kristus, mereka tadinya juga orang-orang berdosa. Tetapi mengapa mereka dikatakan “tidak bercela” dan “tidak ada dusta yang ditemukan di mulut mereka”? Golongan 144ribu ini sudah berhasil disucikan oleh Roh Kudus. Dengan menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, Roh Kudus bisa membentuk kita dan memampukan kita menjadi kudus dan tanpa cela, karena memang itulah target yang harus dicapai oleh semua umat tebusan Allah.

II Korintus 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

I Petrus 1:15-16
tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Kolose 1:22
sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkankamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

I Korintus 6:11
... Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan,kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


PEKABARAN TIGA MALAIKAT
Inilah pesan-pesan spiritual yang terakhir yang diberikan Tuhan kepada umat manusia, karena setelah pesan-pesan ini, akan turun ketujuh malapetaka murka Tuhan ke atas dunia ini sebelum klimaks kedatangan Kristus kembali untuk menjemput umat tebusanNya.

MALAIKAT YANG PERTAMA

14:6 Lalu saya melihat seorang malaikat lain yang terbang tinggi di langit. Malaikat itu membawa berita tentang Kabar Baik yang abadi untuk disampaikan kepada manusia di bumi yaitu kepada semua bangsa, suku, bahasa dan negara.
14:7 Malaikat itu berseru dengan suara yang keras, "Takutlah kepada Allah, dan pujilah kebesaran-Nya! Sebab sudah waktunya Allah menghakimi manusia. Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut dan semua mata air!"

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di ayat 6 jelas disebutkan bahwa malaikat ini membawa Kabar Baik yang abadi untuk disampaikan kepada manusia di bumi”. Berarti kita perlu memperhatikan pesan-pesan ini.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di ayat 7 adalah isi dari pesan malaikat yang pertama ini. Ada tiga poin:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Takutlah kepada Allah, dan pujilah kebesaran-Nya!
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Sebab sudah waktunya Allah menghakimi manusia.
< !--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut dan semua mata air!

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Poin yang pertama menyerukan agar manusia perlu takut kepada Allah. Bagaimana yang namanya takut kepada Allah itu? Dalam bahasa aslinya, kata “takut” itu sama dengan “menghormati” atau“mengagungkan”. Kita lihat defisini Alkitab tentang istilah “takut kepada Allah” ini:
Maz 111:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

The fear of the LORD is the beginning of wisdom: a good understanding have all theythat do his commandments: his praise endureth for ever. [KJV]

The fear of the Lord is the beginning of wisdom; all who follow his precepts have good understanding. To him belongs eternal praise. [NIV]

Ada bagian yang hilang dari terjemahan bahasa Indonesianya, yaitu they that do his commandments” [KJV], “who follow his precepts”[NIV] yang artinya adalah: “mereka yang melakukan/me-matuhi perintah-perintahNya”. Jadi terjemahan yang lebih tepat adalah:
“Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat: semua orang yang melakukan perintah-perintahNya memiliki akal budi yang bagus. Dia akan dipuji selama-lamanya.”

Pengkh 12:13
Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Ams 8:13
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Berarti “takut akan Tuhan”adalah bila kita melakukan/mematuhi/berpegang pada perintah-perintah Tuhan,dengan sendirinya pasti membenci kejahatan, tidak sombong, tidak bertingkah laku jahat, dan tidak penuh tipu muslihat.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->dan pujilah kebesaran-Nya”
He said in a loud voice, “Fear God and give him glory, because the hour of his judgment has come. Worship him who made the heavens, the earth, the sea and the springs of water.” [NIV]

saying with a loud voice, “Fear God and give glory to Him, for the hour of His judgment has come; and worship Him who made heaven and earth, the sea and springs of water.” [NKJV]

Terjemahan bahasa Inggrisnya adalah “muliakanlah Dia” ~ kata“glory” = kemuliaan. Bagaimana kita memuliakan Tuhan?
Wah 16:9
Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

Kita memuliakan Tuhan dengan bertobat. Bertobat artinya menyesali dan berhenti melakukan yang salah, dan melakukan yang benar menurut Tuhan.
1 Kor 10:31
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

I Petrus 1:17
Kalian menyebut Allah itu Bapa pada waktu kalian berdoa kepada-Nya. Nah, Allah itulah yang menghakimi manusia setimpal dengan perbuatan masing-masing tanpa pandang bulu. Sebab itu selama kalian masih ada di dunia ini, hendaklah kalian mengagungkan Allah dalam hidupmu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Poin kedua memberitakan bahwa “waktunya Allah menghakimi manusia” telah tiba. Bagi yang sudah mempelajari nubuatan 2300 Petang dan Pagi dari kitab Daniel, tentunya sudah tahu apa ini. Ini juga ada kaitannya dengan Wahyu pasal 10. Silakan mereviewnya sejenak.
Dan 8:14
Maka ia menjawab: "Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Bagi yang belum mengenal nubuatan 2300 Petang dan Pagi dari kitab Daniel, sinopsisnya adalah demikian: tahun 1844 merupakan akhir dari nubuatan 2300 Petang dan Pagi itu. Tepatnya jatuh pada 22 Oktober 1844. Pada waktu itulah “tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar." Tempat kudus adalah Bait Allah [Ka’abah]. Karena Ka’abah yang di Yerusalem sudah tidak ada lagi, maka ini adalah Ka’abah yang di Surga.
Istilah memulihkan Ka’abah ke keadaannya yang wajar berarti mengembalikan Ka’abah itu ke keadaannya yang suci.
Bagaimana Ka’abah kok bisa tidak suci? Kita bisa mempelajarinya dari kitab Imamat mengenai fungsi Ka’abah. Singkatnya, setiap hari bila ada orang Israel yang berbuat dosa, dia membawa hewan kurban untuk dipersembahkan sebagai kurban dosanya. Berarti sepanjang tahun dosa seluruh umat Israel menumpuk di dalam Ka’abah itu karena darah hewan kurban itu dibubuhkan pada tanduk-tanduk mezbah dan dipercikkan pada tirai/tabir pembatas antara bilik pertama [bilik Kudus] dan bilik kedua [bilik Yang Mahakudus]. Setahun sekali Imam Besar menyucikan Ka’abah kembali dan secara simbolis memindahkan dosa-dosa yang menumpuk di sana ke atas seekor kambing yang melambangkan Iblis, dan kambing itu dilepaskan ke tempat yang kosong tak berpenghuni.
Semenjak Yesus mati disalib, upacara kurban untuk dosa di dunia ini berhenti, yang ditandai oleh robeknya tirai/tabir Ka’abah,
Mat 27:50-51
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah.

Tetapi manusia masih setiap hari berdoa dan mohon pengampunan dosa kepada Tuhan. Lalu ke mana semua dosa itu? Seperti pada replikanya di dunia, secara simbolis, dosa-dosa yang sudah diampuni itu juga menumpuk di Ka’abah di Surga. Hingga tiba saatnya Ka’abah di Surga ini disucikan kembali. Dan Tuhan memberitahu kita lewat nubuatan di Kitab Daniel, bahwa pada tanggal 22 Oktober 1844 itulah proses penyucian Ka’abah di Surga itu mulai dilakukan oleh Imam Besar kita, Yesus Kristus. Bagaimana proses penyucian itu? Sama seperti prosedur pembersihan Ka’abah yang di dunia, di mana dosa-dosa yang menumpuk di Ka’abah secara simbolis dikeluarkan dari sana, maka dosa-dosa yang sudah diampuni, catatannya dihapus, dan dilenyapkan dari Ka’abah Surgawi. Ini dikerjakan orang per orang oleh Imam Besar kita, Yesus Kristus.
Ibr 9:24
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.
Ibr 8:1-2
Sebab Kristusbukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Sebagaimana Imam Besar di dunia dulu membersihkan Ka’abah dengan mengeluarkan dosa-dosa umat dan memindahkannya ke seekor kambing, demikian pulalah Imam Besar kita, Yesus Kristus melakukan tugas pemeriksaan [investigative judgment] atas umat-umat Allah. Semua dosa manusia yang telah diampuniNya, dihapus dan dilenyapkan dari Ka’abah itu.

Poin yang kedua ini memberitakan tentang penghakiman atas umat Tuhan yang telah dimulai sejak 22 Oktober 1844.Berarti telah berjalan 168 tahun lebih. Kapan Tuhan akan tiba pada nama kita? Tentunya tidak begitu lama lagi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Poin yang ketiga “Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut dan semua mata air!” sudah pernah disampaikan kepada manusia sebelumnya, bahkan inilah pesan pertama yang disampaikan Tuhan kepada Adam dan Hawa ketika mereka masih berada di Taman Firdaus.
Kej 2:1-3
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Kel 20:8-11
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat ... Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Maka poin ketiga yang menyuruh manusia untuk menyembah “Dia yang menjadikan langit, bumi, laut dan semua mata air!” adalah seruan untuk memelihara kekudusan sabat hari ketujuh, karena dengan memelihara kekudusan hari yang ketujuh itulah kita mengakui dan menyembah Tuhan sebagai Khalik Pencipta seluruh alam semesta.
Paulus menulis di Kitab Ibrani bahwa hari perhentian [sabat] hari ketujuh ini tetap berlaku bagi umat Allah di mana saja, bukan hanya berlaku bagi orang Israel Perjanjian Lama.

Ibr 4:9, 11
Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah....Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kapankah seruan ketiga malaikat ini pernah dikumandangkan kepada manusia? Walaupun di Wah 14:6 ini dikatakan Yohanes melihat seorang malaikat yang membawa “Kabar Baik yang abadi” tetapi kita tahu bahwa pengabaran injil telah diserahkan Tuhan kepada manusia. Inilah pesan Kristus kepada semua muridNya:
Mat 28:19
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Malaikat membantu, namun pelaku fisiknya adalah manusia sendiri. Jadi kita tinggal memeriksa dari sejarah perkembangan agama Kristen, kapankah seruan seperti yang ditulis di Alkitab ini pernah dikumandangkan.

Pada tahun 1831 seorang yang bernama William Millerdari gereja Baptist berhasil memecahkan rahasia nubuatan 2300 Petang dan Pagi dari Kitab Daniel pasal 8. Pada tahun 1840 gerakan William Miller ini sudah menyebar ke mana-mana. Hitungan William Miller yang pertama tentang penggenapan nubuatan 2300 Petang dan Pagi itu, jatuh pada tahun 1843. Tetapi setelah menyadari bahwa titik awal perhitungan itu seharusnya terjadi pada musim gugur, maka tanggal penggenapannya pun diundur dan jatuh pada 22 Oktober 1844. Hanya saja pemahamannya tentang istilah“tempat suci” atau “Ka’abah” itu salah. Dia mengartikan “tempat suci” itu sebagai dunia ini, sehingga dia menyerukan bahwa pada 22 Oktober 1844 itu Kristus akan datang untuk membersihkan dunia ini dari semua dosanya. Itulah pesan yang pertama.

William Miller berhasil meyakinkan banyak orang dari pelbagai denominasi gereja untuk “Takutlah kepada Allah, dan pujilah kebesaran-Nya!” Dan seperti yang dilihat oleh Yohanes, bahwa Kabar Baik itu disebarkan “kepada semua bangsa, suku, bahasa dan negara” maka selain di Amerika, peringatan tentang kedatangan Tuhan yang kedua itu juga tersebar di mana-mana: di Kerajaan Inggris, India, daerah Lautan Kaspia, Jerman, Norwegia, Tartary, Irlandia, Belanda, Roma, Constantinople, bahkan hingga ke Palestina, Mesir, Mesopotamia, Krimea, Persia, ke seluruh daerah Ottoman, Yunani, Arabia, Turkistan, Bokhara, Afganistan, Kashmir, Hindustan, Tibet, Skotlandia, St. Helena. Ini menggenapi bagian pertama dari seruan malaikat yang pertama.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Namun ketika pada 22 Oktober 1844, Yesus tidak datang kembali ke dunia ini, banyak orang yang tadinya sudah menantikan hari itu, kecewa. Pada saat itulah Tuhan membuka rahasia pemahaman “tempat suci” dari nubuatan 2300 Petang dan Pagi itu kepada seorang Hiram Edson, yang juga salah seorang dari kelompok William Miller yang menantikan kedatangan Kristus. Edson diberi penglihatan bahwa “tempat suci” itu bukan dunia ini, melainkan Ka’abah yang di Surga, dan pada hari itu Kristus memulai tugas penghapusan dosa dari sana. Sayang, William Miller tidak menerima penjelasan Edson, maka Edson bersama dua orang sahabatnya mempublikasikan penglihatannya ini dalam tulisan berjudul “Day Dawn”. Ini menggenapi bagian kedua dari seruan malaikat yang pertama.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dengan pemahaman yang baru, bahwa“tempat suci” itu adalah Ka’abah di Surga yang disebut-sebut oleh Paulus di:
Ibr 8:1-2
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.

mereka yang tekun mempelajari nubuatan ini pun mengarahkan perhatian mereka kepada “tempat kudus” itu. Mereka lalu mempelajari segala upacara yang dilakukan imam-imam Israel dulu di dalam kemah suci yang merupakan replika dari kemah suci yang ada di Surga. Perhatian mereka pun tertuju kepada bilik yang Mahasuci, di mana Imam Besar setahun sekali mengadakan upacara Pendamaian untuk seluruh umat. Dan tentu saja semua benda yang ada di dalam bilik yang Mahasuci itu pun dipelajari. Dan benda yang terpenting di sana adalah Tabut Perjanjian yang di dalamnya tersimpan 10 Hukum Allah.

Ketika mereka sedang mempelajari Hukum Allah itulah seorang Ellen Harmondari gereja Methodist, yang tadinya juga bergabung dengan kelompok Miller menantikan kedatangan Kristus, mendapatkan suatu penglihatan [vision] tentang 10 Hukum Tuhan, di mana hukum yang ke-4 yaitu mengenai pemeliharaan sabat hari ketujuh (Kel 20:8-11) itu bercahaya terang benderang. Tuhan mau menyadarkan umatNya bahwa hukumNya yang ke-4 ini sudah diselewengkan selama ini dan diganti dengan ibadah pada hari Minggu. Ini merupakan hal yang tak pernah dipikirkan oleh Ellen karena dia sendiri adalah seorang Methodist, dan dia sendiri juga beribadah pada hari Minggu. Sudah pasti ide itu tidak berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Roh Kudus. Penglihatan itu membuat mereka kemudian mencari mengapa bisa terjadi penyelewengan itu. Dengan semakin rajin mempelajari Alkitab mereka menemukan bahwa ternyata Tuhan tidak pernah mengubah hari sabatNya dari hari ketujuh menjadi hari pertama seperti yang diajarkan gereja-gereja kepada mereka. Karena penglihatan itu, dan karena yakin bahwa Tuhanlah yang telah memimpin mereka tiba pada kebenaran tersebut, akhirnya Ellen Harmon bersama suaminya James White, Hiram Edson, dan John Bates membentuk kelompok yang kemudian dikenal sebagai the 7th Day Adventist [SDA], yang di Indonesia disebut Masehi Advent Hari Ketujuh [MAHK]. Sebagaimana diidentifikasi oleh namanya, kelompok ini tetap menantikan kedatangan Kristus [Advent] dan memelihara kekudusan hari yang ketujuh sebagai hari ibadah kepada Tuhan. Ini menggenapi bagian ketiga dari seruan malaikat yang pertama.

MALAIKAT YANG KEDUA

14:8 Malaikat kedua menyusul malaikat yang pertama sambil berseru, "Sudah jatuh! Kota Babel yang besar sudah jatuh! Ia sudah membuat segala bangsa menjadi mabuk dengan air anggur--yaitu anggur dari nafsu cabulnya!"

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di zaman para Rasul, Roma disebut Babilon oleh mereka. Kita lihat dari surat Petrus yang ditulisnya dari Roma:
1 Pet 5:13
Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.

Kita sudah mempelajari di Wahyu pasal 13, bagaimana Binatang Pertama [Roma Kepausan] itu merupakan perubahan bentuk dari si Naga [Roma pagan], maka jika Roma pagan disebut Babilon/Babel oleh Petrus, tentunya penerusnya juga sama. Tetapi di sini disebutkan “Kota Babel yang besar” Berarti selain Babel itu sendiri, masih ada tambahannya, plus yang lain-lain, yang berpihak kepada mereka. Lagi pula Roma Kepausan sudah lama murtad, sudah lama jatuh, jadi bukan baru sekarang ini dia jatuh (di zaman Pekabaran Tiga Malaikat), sehingga kejatuhan mereka sudah bukan berita baru lagi. Tetapi malaikat yang kedua ini baru menyerukan di tahun 1844:Kota Babel yang besar sudah jatuh!”
Berarti,sebelum waktu itu, “Kota Babel yang besar” belum dianggap jatuh, karena masih ada sebagian [anggota] dari Babel Kota Besar itu yang signifikan jumlahnya, yang tadinya belum dianggap jatuh oleh Tuhan, tetapi baru sekarang dianggap jatuh.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jadi siapakah yang termasuk dalam “yang Besar”dari “Kota Babel yang Besar” ini?
Setelah Pekabaran Malaikat yang Pertama diserukan, mereka baru dianggap "Sudah jatuh! Kota Babel yang besar sudah jatuh!” maka jelaslah bahwa mereka adalah yang telah menolak Pekabaran Malaikat yang Pertama, karena itu dia baru dikatakan “sudah jatuh” setelah Pekabaran Malaikat yang Pertama diserukan dan ditolak.

Pekabaran apa yang mereka tolak?
Pekabaran malaikat yang pertama, yang isinya adalah:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Takutlah kepada Allah, dan pujilah kebesaran-Nya!
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Sebab sudah waktunya Allah menghakimi manusia.
< !--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut dan semua mata air

Kepada siapa saja pekabaran di atas disampaikan dan ditolak?
Pekabaran ini pertama disampaikan oleh golongan Millerite lalu dilanjutkan oleh golongan 7th Day Adventist [SDA] kepada semua gereja Protestan dari segala denominasi.Ternyata gereja-gereja Protestan ini tidak ada yang mau menerima pekabaran tersebut. Hanya sejumlah anggota gereja-gereja itu secara pribadi yang menerima, dan mereka kemudian keluar meninggalkan gereja mereka dan bergabung dengan kelompok SDA, tetapi gereja-gereja Protestan itu sendiri hingga kini tetap belum mau menerima Pekabaran Malaikat yang Pertama itu. Mereka tetap berlanjut dalam ibadah hari Minggu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Pertanyaan #1: MENGAPA GEREJA-GEREJA PROTESTAN INI DIMASUKKAN KELOMPOK KOTA BABEL YANG BESAR”?
Jawab: Karena mereka sejak semula beribadah pada hari Minggu, hari yang sudah didedikasikan kepada dewa matahari [day of the Sun = Sunday], sama dengan Babel [Roma Kepausan]. Selain itu, kita perlu melihat ke arti kata“Babel” itu sendiri. “Babel” berarti kekacauan.

Kej 11:9
Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel,karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Kalau kita lihat di tubuh golongan Protestan, yang terdiri atas begitu banyak denominasi yang satu sama lainnya saling bertentangan, bukankah itu suatu kondisi yang “Babel”, yang kacau?Jika dasar ajaran mereka adalah Alkitab, dan Alkitab hanya ada satu, mengapa ada begitu banyak denominasi yang berbeda prinsip? Bagaimana satu Alkitab bisa menghasilkan begitu banyak perbedaan? Berarti ada yang salah dengan hal ini bukan?

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Pertanyaan #2: SEMUA GEREJA PROTESTAN SEJAK MUNCULNYA DI ABAD 15 MEMANG SELALU BERIBADAH PADA HARI MINGGU. MENGAPA BARU DIANGGAP JATUH SEKARANG [SETELAH 1844]?
Jawab: Tuhan hanya menghakimi manusia atas dasar apa yang kita tahu, bukan atas apa yang tidak kita ketahui. Sebelum Pekabaran Malaikat yang Pertama itu, tidak ada gereja Protestan yang menyadari bahwa mereka telah melalaikan hari sabat yang dipilih oleh Tuhan [hari ketujuh], karena perubahan itu sudah dibuat oleh Kepausan Roma lebih dari 12 abad sebelum gereja-gereja Protestan ini muncul. Bahkan bapak-bapak Reformasi pun tidak menyadarinya. Jadi pada masa kebodohan mereka itu, Tuhan tidak menyalahkan mereka.
Kis 17:30
Masa kebodohan kita itu sudah dilupakan oleh Allah, tetapi sekarang Ia menyuruh semua orang di seluruh dunia bertobat dari dosa-dosa mereka. [ABS]
And the times of this ignorance God winked at [tetapi Tuhan tutup sebelah mata pada masa kebodohan ini]; but now commandeth all men every where to repent [KJV]
In the past God overlooked such ignorance, [di masa yang lalu, Tuhan tidak memperhitungkan kebodohan seperti ini] but now he commands all people everywhere to repent. [NIV]

Tetapi setelah Pekabaran Malaikat yang pertama dikumandangkan kepada gereja-gereja Protestan ini dan mereka menolaknya, maka pada saat itulah Tuhan menjatuhkan vonnis bersalah kepada mereka. Karena itu pekabaran yang disampaikan Malaikat yang kedua yang mengikuti Malaikat yang Pertama, adalah "Sudah jatuh! Kota Babel yang besar sudah jatuh!”

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Supaya manusia tidak salah paham, kembali Tuhan memberikan tanda lain untuk mengenali “Kota Babel yang besar” ini:“Ia sudah membuat segala bangsa menjadi mabuk dengan air anggur--yaitu anggur dari nafsu cabulnya!"
Gereja-gereja Protestan ini ada yang menyimpang sedikit dari Alkitab, ada yang menyimpang banyak, tetapi penyimpangan yang universal dari mereka semua adalah meninggalkan ibadah pada hari ketujuh dan beribadah pada hari Minggu, hari yang sebenarnya telah didedikasikan kepada penyembahan dewa matahari [Sun-day = day of the sun]. Inilah mengapa dikatakan telah membuat semua gereja Protestan dari segala bangsa, mabuk atau “tidak sadar” bahwa mereka telah minum “anggur nafsu cabulnya” atau mengikuti ajarannya yang salah.



MALAIKAT YANG KETIGA

14:9 Seorang malaikat ketiga menyusul dua malaikat itu, sambil berseru dengan suara yang keras, "Orang yang memuja binatang itu dengan patungnya, dan mempunyai tanda binatang itu pada dahi atau tangannya,
14:10 orang itu akan minum anggur Allah, yaitu anggur amarah-Nya yang sudah dituang-Nya ke dalam wadahnya, tanpa dikurangi sedikit pun! Semua orang itu akan disiksa di dalam api dan belerang di hadapan malaikat-malaikat suci dan di hadapan Anak Domba itu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Malaikat yang Pertama menyerukan pertobatan, dan peringatan agar manusia kembali mematuhi dan melakukan perintah-perintah dan Hukum Tuhan yang sudah dilupakan selama ini.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Malaikat yang Kedua menunjukkan identitas siapa yang telah menyesatkan [membuat mabuk] seluruh dunia selama ini.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sekarang, setelah seruan bertobat dan kesalahan“Babel kota besar” dinyatakan, maka tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk mengatakan bahwa dia tidak tahu mana yang salah dan mana yang benar. Maka malaikat yang Ketiga menyerukan ancaman!
Siapa saja yang menerima ancaman ini?
< !--[if !supportLists]-->þ <!--[endif]-->"Orang yang memuja binatang itu dengan patungnya” ~ kita sudah tahu siapa “binatang itu” =yaitu penerus si Naga (lihat pasal 13), dan siapa “patungnya”= yaitu suatu institusi/badan keagamaan yang memiliki kuasa pemerintah (lihat pasal 13)
< !--[if !supportLists]-->þ <!--[endif]-->“dan mempunyai tanda binatang itu pada dahi atau tangannya” ~ kita sudah tahu apa “tanda binatang itu” , yaitu menjadikan hari Minggu sebagai hari ibadah kepada Tuhan (lihat pasal 13)

Mengapa “Babel kota besar” tidak disebut juga sebagai yang menerima ancaman di ayat ini?
Justru dengan tidak disebutnya lagi“Babel kota besar” di ayat ini menandakan bahwa dia sudah termasuk dalam golongan "Orang yang memuja binatang itu dengan patungnya, dan mempunyai tanda binatang itu pada dahi atau tangannya.”

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Inilah ancaman yang diberikan kepada mereka:
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->orang itu akan minum anggur Allah, yaitu anggur amarah-Nya yang sudah dituang-Nya ke dalam wadahnya, tanpa dikurangi sedikit pun!
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Semua orang itu akan disiksa di dalam api dan belerang di hadapan malaikat-malaikat suci dan di hadapan Anak Domba itu.”

Sementara umat Allah yang memilih untuk tetap berpegang pada perintah-perintah dan Hukum Allah, mengalami penganiayaan dan kesulitan mempertahankan hidup, bahkan tidak bisa berjual-beli [termasuk membeli bahan makanan], orang-orang yang memilih menerima tanda Binatang dan patungnya bisa melanjutkan hidup mereka seperti biasa, tetapi di depan mereka “anggur Allah, yaitu anggur amarah-Nya” telah menunggu. Dan mereka ini semua akan “disiksa di dalam api dan belerang di hadapan malaikat-malaikat suci dan di hadapan Anak Domba itu.”



14:11 Asap dari api yang menyiksa orang-orang itu akan mengepul terus-menerus untuk selama-lamanya. Siang malam tidak ada henti-hentinya mereka tersiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang itu dan patungnya, semua orang yang mempunyai tanda nama binatang itu."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Mengenai siksa “Siang malam tidak ada henti-hentinya mereka tersiksa” ini, perlu kita pahami bahwa yang dimaksudkan di sini adalah, penyiksaan itu tidak akan berhenti hingga yang tersiksa tidak ada lagi. Artinya, pembakaran itu akan berhenti bila yang dibakar habis menjadi abu. Jadi bukan dibakar terus-menerus secara abadi, yang dibakar tidak pernah hangus, tidak pernah dimakan api, dan tidak pernah habis. Segala sesuatu kalau dibakar, suatu saat akan habis menjadi abu. Besi pun kalau dibakar akhirnya mencair dan habis. Waktu habisnya setiap orang berbeda, ada yang lebih cepat habis [yang dosanya sedikit], ada yang lebih lama baru habis [yang dosanya banyak]. Tapi cepat atau lambat SEMUA YANG DIBAKAR PASTI HABIS menjadi abu. Dan bila yang dibakar sudah habis menjadi abu/debu, dengan sendirinya api yang membakarnya akan padam.
Maz 37:20
Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHANseperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap.

Mal 4:1,3.
Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. ... Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abudi bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ungkapan “untuk selama-lamanya” bermakna “tidak terputus-putus” atau tanpa rehat[pause]. Pembakaran itu tidak akan berhenti sampai semua yang dibakarnya habis menjadi abu.
Banyak orang yang beranggapan bahwa pembakaran [neraka] itu sekarang sudah ada di suatu lubang di perut bumi atau di bawah dunia ini. Tetapi itu adalah anggapan yang tidak alkitabiah. Alkitab jelas menyebutkan bahwa pembakaran itu akan terjadi di atas bumiini oleh api yang turun dari langit dan terjadinya adalah nanti pada saat kedatangan Kristus yang ketiga kalinya. Coba kita lihat ke depan sejenak:
Wah 20:9-10
Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Jika kita membaca Wahyu pasal 21 dan 22 di mana dilukiskan “langit yang baru dan bumi yang baru” karena “langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu” [Wah 21:1], dan di sana “tidak akan ada lagi laknat” [Wah 22:3], maka bagaimana mungkin masih ada pembakaran orang-orang fasik yang “selama-lamanya”di sana?

Orang fasik akan lenyap dibakar sampai habis. Mereka akan mengalami mati kekal untuk selama-lamanya. Pembakarannya hanya berlangsung selama masih ada yang dibakar, tetapi kematian mereka adalah kematian kekal untuk selama-lamanya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kembali ke ayat 9-11 di atas. Dalam hal ini, ingatlah kata-kata Yesus:
Matius 16:25
Sebab orang yang mau mempertahankan hidupnya, akan kehilangan hidupnya. Tetapi orang yang mengurbankan hidupnya untuk Aku, akan mendapatkannya.

Tuhan sudah mengingatkan, pada masa kesesakan, kita tidak perlu mempertahankan hidup kita. Tuhan yang akan memeliharakan kita. Kalau pun kita harus menyerahkan hidup kita demi iman kita, kita serahkan saja, karena Tuhan akan mengganti apa yang kita serahkan dengan hidup yang kekal. Justru apabila iman kita tipis, dan kita berusaha berkompromi dengan yang sudah kita ketahui adalah salah, hanya supaya kita masih bisa hidup, maka ujung-ujungnya kita bukan hanya akan kehilangan hidup yang fana ini, tetapi juga hidup yang kekal.



14:12 Dalam hal ini umat Allah yang taat kepada perintah-perintah Allah dan setia kepada Yesus, perlu menjadi tabah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sekali lagi, Tuhan memberikan definisi, siapakah umat Allah itu ~ yaitu:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->yang taat kepada perintah-perintah Allah” ~ jadi taat kepada perintah-perintah Allah itu adalah keharusan!
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->“dan setia kepada Yesus” ~ apa yang dimaksud dengan istilah ini?

Yohanes 15:10
Kalau kalian menjalankan perintah-perintah-Ku, kalian tetap setia kepada kasih-Ku, sama seperti Aku tetap setia kepada kasih Bapa karena menjalankan perintah-perintah-Nya.

Jadi, taat kepada Tuhan dan menjalankan perintah-perintah Tuhan itu tidak bisa ditawar, itu merupakan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi umat Allah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tuhan mengingatkan umatNya yang memelihara hukum dan perintah-perintahNya, untuk “perlu menjadi tabah”. Di bawah ini beberapa ayat yang ditulis oleh Yohanes, Paulus, Yakobus dan Petrus untuk menguatkan kita.
Yohanes 16:33
Semuanya ini Kukatakan supaya kalian mendapat sejahtera karena bersatu dengan Aku. Di dunia kalian akan menderita. Tapi tabahkan hatimu! Aku sudah mengalahkan dunia!"

Roma 15:4
Semua yang tersurat di dalam Alkitab adalah untuk mengajar kita. Sebab pelajaran yang kita terima dari Alkitab menjadikan kita tabah dan kuat sehingga kita dapat berharap kepada Allah.

Wahyu 1:9
Saya Yohanes, saudaramu yang senasib dengan kalian dalam penderitaan yang dialami setiap pengikut Kristus. Kita tabah menderita sebagai umat milik-Nya. Saya dibuang ke Pulau Patmos karena saya menyebarkan pesan dari Allah, yang dikuatkan oleh Yesus melalui kesaksian-Nya.

II Timotius 2:12
Kalau kita tetap tabah, kita akan memerintah juga bersama Dia. Kalau kita mengingkari Dia, Ia juga akan mengingkari kita.

Yakobus 1:12
Berbahagialah orang yang tabah pada waktu ia mengalami cobaan.Sebab sesudah ia berhasil bertahan dalam cobaan itu, ia akan menerima upahnya, yaitu kehidupan yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Allah.

II Petrus 1:6
dan di samping pengetahuan, kalian harus juga bisa menguasai diri. Dan selain bisa menguasai diri hendaklah kalian juga memupuk diri untuk tabah menghadapi segala sesuatu. Di samping tabah menghadapi segala sesuatu, kalian harus juga hidup menurut kemauan Allah.



14:13 Lalu saya mendengar suara dari Surga berkata, "Tulislah ini: Mulai sekarang, berbahagialah orang-orang yang mati selagi melayani Tuhan!" "Benar!" jawab Roh Allah. "Mereka akan berhenti bekerja keras, karena hasil pelayanan mereka selalu akan menyertai mereka."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Mulai sekarang”~ artinya mulai kapan? Ya mulai dari isi perikop ini: mulai saat Pekabaran Tiga Malaikat ini. Sebelum kita lanjut, kita lihat dulu terjemahan bahasa Inggrisnya:

Then I heard a voice from heaven saying to me, “Write: ‘Blessed are the dead who die in the Lord from now on.’”“Yes,”says the Spirit, “that they may rest from their labors, and their works follow them.” [NKJV]

Then I heard a voice from heaven say, “Write this: Blessed are the dead who die in the Lord from now on.” “Yes,” says the Spirit, “they will rest from their labor, for their deeds will follow them.” [NIV]

Terjemahannya yang lebih tepat adalah: “berbahagialah orang-orang yang mati di dalam Tuhan mulai/sejak sekarang ini”jadi bukan hanya yang “mati selagi melayani Tuhan”.

Menurut ayat ini semua orang yang mati di dalam Tuhan ~ artinya mati sebagai orang yang telah ditebus oleh Kristus, dan yang menerima pekabaran tiga malaikat ~ boleh berbahagia karena mereka boleh “berhenti bekerja keras, karena hasil pelayanan [pekerjaan] mereka selalu akan menyertai mereka."

Sebenarnya, SEMUA orang yang mati di dalam Tuhan mulai dari Adam akan menerima hidup kekal, tetapi mengapa di sini dikhususkan mereka yang mati dalam Tuhan sejak Pekabaran Tiga Malaikat ini? Apakah berarti mereka “lebih berbahagia” daripada orang-orang lainnya yang juga mati di dalam Tuhan sebelumnya? Kita lihat dalam nubuatan Daniel, bahwa ada satu kelompok yang dibangkitkan khusus terlebih dulu sebelum kebangkitan orang-orang tebusan lainnya.
Dan 12:2
Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

Di nubuatan Daniel ini ditulis tentang suatu kebangkitan khusus dua kelompok manusia:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->“sebagian untuk mendapat hidup yang kekal,”
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->“sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.”

Golongan yang kedua, kita tahu siapa, yaitu mereka yang terlibat di dalam pembunuhan Yesus, seperti yang ditulis di:
Wah 1:7
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

Mat 26:62-64
Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" .... Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang [lebih tepat: berikutnya] kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."

Jadi, golongan yang kedua sudah jelas siapa mereka. Mereka itu dibangkitkan untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Perhatikan bahwa Dan 12:2 tidak mengatakan bahwa pada saat kebangkitan istimewa ini mereka akan menerima hukuman mati kekal, dibakar oleh api; melainkan mereka hanya mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal” ~ berarti dalam kebangkitan khusus ini, mereka dibangkitan dengan segala dosa mereka dan dalam kondisi saat mereka mati, hanya untuk menyaksikan Kristus datang di atas awan-awan di langit. Hukuman mereka baru akan terjadi 1000 tahun setelah itu. [akan dibahas kemudian]
Tetapi golongan yang pertama yang dibangkitkan untuk “mendapat hidup yang kekal,” ~ dibangkitkan lebih dulu, mendahului kebangkitan umum orang-orang yang telah diselamatkan. Siapakah yang masuk dalam golongan yang pertama ini? Mungkinkan mereka ini adalah yang ditulis di Wah 14:13 ini, yaitu mereka yang mati di dalam Tuhan yang menerima Pekabaran Tiga Malaikat? Jika kita termasuk dalam kelompok ini, kita nanti akan tahu!



14:14 Kemudian saya melihat, maka nampak suatu awan yang putih. Di atas awan itu duduk seorang yang kelihatannya seperti manusia. Di kepala-Nya ada sebuah mahkota emas, dan di tangan-Nya ada sebuah sabit yang tajam.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jelas kita kenal siapa sosok yang ditulis Yohanes di sini, tak lain adalah Allah Anak, Tuhan Yesus Kristus.

Jelaslah sekarang bahwa:



PEKABARAN TIGA MALAIKAT INI MERUPAKAN
GERAKAN KEAGAMAAN ISTIMEWA YANG TERAKHIR DI DUNIA
YANG DILIHAT OLEH YOHANES, KARENA SEGERA SETELAH ITU,
DIA MELIHAT KRISTUS DATANG
UNTUK MENUAI DENGAN SABIT YANG TAJAM.


< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Yang perlu kita pahami adalah, Pekabaran Tiga Malaikat ini keluarnya berurutan satu per satu, yang pertama dulu, lalu setelah itu yang kedua, dan baru yang ketiga, tetapi pada waktu pekabaran yang kedua diserukan, pekabaran yang pertama tetap jalan terus, dan pada waktu pekabaran yang ketiga diserukan, pekabaran yang pertama dan kedua juga tetap diserukan. Jadi, keluarnya saja yang berurutan, tetapi kemudian mereka menyampaikan pekabaran bersama-sama berbarengan.

Tiga malaikat sudah diperkenalkan mendahului kedatangan Kristus untuk menyabit tuaian di bumi.

Tiga malaikat lagi sekarang diperkenalkan sehubungan dengan kedatangan Kristus ke bumi untuk membawa penghakiman.

MALAIKAT YANG KEEMPAT, KELIMA, KEENAM
MALAIKAT YANG KEEMPAT

14:15 Kemudian seorang malaikat lain keluar dari Rumah Allah. Dengan suara yang keras, ia berseru kepada Dia yang duduk di atas awan itu, "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah sekarang, sebab sudah waktunya untuk panen; bumi sudah matang untuk dituai!"

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita sudah melihat dalam pembahasan di atas bahwa Pekabaran Tiga Malaikat itu dilakukan oleh manusia-manusia di dunia, dan bukan oleh makhluk-makhluk Surgawi. Kita tahu bahwa kata “malaikat” artinya adalah “utusan Tuhan”, maka siapa pun yang membawa pesan-pesan dari Tuhan, dia boleh disebut “malaikat”, bisa manusia biasa, bisa makhluk-makhluk Surgawi.

Malaikat yang keempat ini pun adalah manusia. Dan sebagaimana yang membawa Pekabaran Tiga Malaikat bukan hanya tiga orang manusia, melainkan sekelompok manusia, maka malaikat yang keempat ini pun adalah sekelompok manusia. Siapakah mereka? Pesan mereka sudah jelas. Kali ini pesan mereka bukan ditujukan kepada orang-orang di dunia, melainkan kepada “Dia yang duduk di atas awan itu”. Pesan mereka disampaikan kepada Kristus. Pesan apa? "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah sekarang, sebab sudah waktunya untuk panen; bumi sudah matang untuk dituai!"
Inilah doa orang-orang suci yang sudah merindukan kedatangan Kristus untuk mengakhiri penderitaan mereka. Ini sama dengan yang ditulis di:
Luk 18:7-8
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Kita sudah banyak membahas bahwa menjelang kedatangan Kristus yang kedua, akan ada masa kesesakan yang sangat parah, bahkan yang separah itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kalau sekarang ayat ini kita sambung dengan pesan-pesan di Wahyu 13:13-18 yang sudah kita pelajari, maka jelaslah masa kesesakan ini adalah masa kesesakan di mana manusia di dunia dipaksa/ diharuskan menyembah patung Binatang itu. Harap mereview kembali bagian tersebut karena semuanya berkaitan.
Mat 24:21
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.



14:16 Lalu Dia yang duduk di atas awan itu mengayunkan sabit-Nya ke bumi, maka bumi pun dituai.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sebagai jawaban kepada seruan malaikat yang keempat ini, Kristus pun memulai penyabitan. Ini adalah penyabitan yang pertama. Perhatikan apa yang disabit? Tuaian, “panen; bumi sudah matang”. Apa yang biasanya dipanen? Tanaman, yang paling sering dipakai adalah gandum. Apa yang dilambangkan oleh gandum?
Dalam Matius pasal 13, Yesus memberikan suatu parabel tentang lalang dan gandum.
Mat 13:30, 37-38
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: “ Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku." ... Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik [= gandum] itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

Jadi, setelah Pekabaran Tiga Malaikat itu, Kristus sendiri akan datang untuk menuai bumi, dengan kata lain, menjemput orang-orang tebusanNya. Ini sama dengan yang ditulis oleh Paulus di:
1 Tes 4:16-17
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.



MALAIKAT YANG KELIMA DAN KEENAM

Malaikat yang kelima dan keenam ini berkaitan dengan penghukuman orang-orang yang tidak selamat. Semoga kita semua tidak termasuk di dalamnya.

14:17 Kemudian saya melihat seorang malaikat yang lain lagi keluar dari Rumah Allah di Surga. Ia pun memegang sebuah sabit yang tajam.
14:18 Setelah itu, seorang malaikat lain, yang berkuasa atas api, datang dari mezbah. Dengan suara yang kuat ia berseru kepada malaikat yang memegang sabit yang tajam itu, "Ayunkanlah sabitmu itu dan keratlah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buah-buahnya sudah matang!"
14:19 Maka malaikat itu mengayunkan sabitnya ke bumi dan menyabit buah-buah anggur dari batangnya, lalu melemparkannya ke dalam alat pemeras anggur amarah Allah yang meluap-luap.
14:20 Buah-buah anggur itu diperas di luar kota, dan dari alat pemeras anggur itu mengalirlah darah seperti sungai, sejauh tiga ratus kilometer, dan sedalam hampir dua meter.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Bagian ini menceritakan tentang penyabitan yang kedua. Di Wahyu pasal 20 [nanti akan kita pelajari] dijelaskan bahwa antara penyabitan yang pertama dengan penyabitan yang kedua ini terpisah 1000 tahun.
Wah 20:5
Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Orang-orang yang tidak mati dalam Tuhan, artinya yang dosa-dosanya tidak ditebus oleh Kristus, sekarang harus memikul hukuman dosa mereka sendiri. Mereka ini dilambangkan sebagai buah-buah anggur yang berwarna ungu. Warna ungu ini juga merupakan pakaian wanita yang dijuluki “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi” di Wah 17:4-5.
Wah 17:4-5
Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Dan mereka ini akan dilemparkan ke dalam alat pemeras anggur amarah Allah yang meluap-luap.” Ini merupakan ungkapan pemusnahan mereka oleh api yang turun dari langit. Di ayat sebelumnya dikatakan malaikat yang berkuasa atas api yang memberikan perintah penyabitan buah-buah anggur yang masak itu. Berarti mereka disabit untuk dibakar. Dan ungkapan dilemparkan “ke dalam alat pemeras anggur” artinya dilemparkan ke “amarah Allah yang meluap-luap” [lihat Wah 19:15-16 di bawah ini].

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Siapakah yang akan melakukan penyabitan yang kedua ini? Tak lain adalah Kristus sendiri menurut:
Wah 19:15-16
Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Buah-buah anggur itu diperas di luar kota” ~ di luar kota yang mana? Pada waktu hari kiamat, dunia sudah dalam keadaan porak poranda. Kota-kota megah yang sebelumnya tidak mengindahkan peringatan Allah, berada dalam keadaan hancur luluh oleh 7 malapetaka yang terakhir. Pada waktu itulah dari Surga turun Kota Allah, Yerusalem Baru, yang megah, di atas bukit Zaitun. Deskripsi mengenai Yerusalem Baru ini nanti akan kita bahas di Wahyu pasal 21. Kita lihat saja sebentar ke:
Wah 21:16
Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

Apa yang terjadi pada hari itu? Kita lompat sedikit ke depan untuk melihat:
Wah 20:7-9
Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jadi orang-orang yang harus menanggung hukuman dosa mereka sendiri ini, mengepung Yerusalem Baru [kota yang dikasihi itu] yang baru turun. Tetapi mereka tidak bisa masuk ke dalamnya, karena Kristus telah menutup pintunya. Inilah yang dikatakan di:
Luk 13:25
Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.

Karena itu dikatakan “Buah-buah anggur itu diperas di luar kota” yaitudi luar kota Yerusalem Baru, di mana mereka dibakar oleh api yang turun dari langit.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->dan dari alat pemeras anggur itu mengalirlah darah seperti sungai, sejauh tiga ratus kilometer, dan sedalam hampir dua meter ~ dari ungkapan ini kita bisa membayangkan berapa banyak orang yang dihukum pada waktu itu, jika “darah” yang keluar dari buah-buah anggur yang diperas itu volumenya mencapai 300 kilometer dengan kedalaman hampir 2 meter! Sekali lagi sebaiknya kita ingat kepada peringatan yang diberikan Tuhan, bahwa mengikuti majoritas/orang banyak, justru berbahaya, terutama apabila pendapat orang banyak ini bertentangan dengan isi Alkitab!

Mat 7:13-14
"Masuklah melalui pintu yang sempit, sebab pintu dan jalan yang menuju ke neraka besar dan lebar, dan banyak orang yang melaluinya. Tetapi sempit dan sukarlah pintu dan jalan yang membawa orang kepada hidup. Dan hanya sedikit orang yang menemukannya."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita perlu sering bertanya kepada diri sendiri, di jalan manakah kita berada sekarang? Mengikuti jalan yang populer di mana majoritas orang berada, atau berada di jalan yang sempit, yang tak banyak ditemukan orang?

(bersambung ke pasal 15)