Translate

Friday, May 31, 2013

HARUSKAH KITA TAKUT KEPADA TUHAN ATAU TIDAK???




by S. Mara Gd (Notes) on Friday, May 31, 2013 at 6:48pm

RENUNGAN MALAM SABAT INI BUAT SEMUA TEMANKU YANG KRISTEN                 :

Suatu hari temanku yang Kristen berkata, “Kita itu tidak perlu takut kepada Tuhan, Mara, Tuhan itu sangat baik, maha pengampun. Semua yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya pasti selamat, semua dosanya diampuni. Orang Kristen itu harus dipenuhi sukacita karena sudah diselamatkan. Kita tidak usah khawatir.” Lalu dia mengutip ayat:  
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." [1 Yohanes  4:18]

Sebenarnya bukan ayat ini saja yang mengatakan kita tidak perlu takut. Masalahnya adalahTIDAK PERLU TAKUT KEPADA APA ATAU SIAPA?
Jika kita memahami ayat-ayat itu sebagai TIDAK PERLU TAKUT KEPADA TUHAN, MAKA KITA SALAH BESAR.
Allah adalah Khalik Pencipta, Pemilik seluruh alam semesta raya ini dan semua isinya. Dialah Tuhan kita, dan tuan [majikan] kita. Dia yang memiliki kita, baik lewat penciptaan maupun lewat penebusan. Kita seharusnya takut kepadaNya, bukan saja pada waktu kita masih di dunia lama ini, tetapi bahkan hingga nanti saat kita sudah berada di dalam kerajaan Surga, di Wahyu 19:5 itu disebutkan, “Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: ‘Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!’"  
Ayat di Wahyu ini justru mengatakan, MEREKA YANG AKHIRNYA MASUK SURGA HANYALAH “SEMUA HAMBANYA YANG TAKUT AKAN DIA”!  Yang tidak takut akan Dia [Tuhan] tidak bakal ditemukan di sana.

Mari kita lihat ayat-ayat tentang topik “tidak usah takut” ini dengan lebih teliti:
  
#1. Roma  8:15
"Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Ayat ini sama sekali TIDAK BERKATA kita tidak perlu takut KEPADA ALLAH, tetapi kita tidak perlu takut lagi karena kita sudah menjadi anak-anak Allah.
Tidak perlu takut kepada apa? 
Marilah kita baca seluruh perikop tulisan Paulus ini, maka inti yang disampaikan Paulus ada di ayat 13-14 sbb:
"Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah."

Jadi Paulus bicara tentang orang-orang yang sudah hidup oleh Roh, yang sudah mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, yang sudah dipimpin Roh Allah. Tentu saja orang-orang ini tidak perlu takut lagi.
Mengapa tidak perlu takut lagi? Sebab mereka akan hidup.”  Hidup yang dibicarakan di sini adalah HIDUP KEKAL.

Jadi ayat 15 bicara “tidak takut” kepada apa? Bukan kepada Tuhan! Tetapi TIDAK TAKUT KEPADA  M A T I !! Karena di ayat 13 itu Paulus menulis “jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati” nah, sekarang karena kita sudah tidak hidup menurut daging tetapi menurut Roh, maka kita tidak perlu takut lagi pada MATI. Dan MATI yang dimaksudkan di sini adalah kematian kekal.


#2. 2 Timotius  1:7
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Ayat ini juga sama sekali TIDAK bicara mengenai takut KEPADA ALLAH.
Paulus bicara mengenai roh ketakutan terhadap apa? Jawabannya ada di ayat 8:
"Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah."

Surat kedua ke Timotius merupakan surat Paulus yang terakhir, tak lama kemudian dia dibunuh. Jadi, Paulus meninggalkan pesan kepada Timotius, anak rohaninya, supaya dia tegar sepeninggalnya, supaya dia jangan takut untuk tetap bersaksi mengenai Tuhan, supaya tidak takut menderita bagi Injil.


#3. Lukas  1:74-75
"supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita."

Ayat ini juga jelas TIDAK bicara mengenai takut KEPADA ALLAH.
Lihat ayat-ayat sebelumnya, di ayat 71: 
“untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,”

Lukas menulis tentang Zakharia, ayah dari Yohanes Pembaptis. Yang menubuatkan suatu masa di mana kita (umat Tuhan) akan terlepas dari semua musuh kita dan bisa beribah kepada Tuhan dengan bebas. Kapan masa ini akan terjadi? Pada saat Setan dan dosa dan maut sudah dilenyapkan.

Jadi takut di ayat 74 itu ditujukan kepada siapa? Kepada Setan dan semua yang membenci kebenaran Tuhan, mereka yang akan dimusnahkan semua dalam api penghakiman Tuhan untuk selama-lamanya pada hari kiamat.


4. I Yohanes  4:18
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."

Dan inilah ayat yang paling sering dipakai untuk argumentasi bahwa orang Kristen tidak perlu takut kepada Tuhan, karena sudah tidak ada lagi hukuman. Tetapi benarkah itu yang ditulis oleh Yohanes?

Ada 4 hal yang dibicarakan Yohanes:
a)   Di dalam kasih tidak ada ketakutan
b)   Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan
c)    Ketakutan mengandung hukuman
d)   Barangsiapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih

Jadi apa inti ayat ini?  K A S I H
Kasih dari siapa kepada siapa? Apakah kasih Tuhan kepada kita? BUKAN!
Tetapi KASIH KITA KEPADA TUHAN!  Dari mana kita tahu?
Lihat ayat 19 yang berkata:
"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita."

Sekarang marilah kita lihat apa kata rasul yang sama tentang definisi kasih:

Yoh 14:15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”  [ “perintah-Ku” ini tulisan aslinya adalah ἐντολή  en-tol-ay'  yaitu kata yang dipakai untuk 10 Hukum Tuhanyang ditulis pada dua loh batu oleh Tuhan sendiri]
Jadi, ayat ini berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku [Yesus], kamu akan menuruti 10 Hukum-Ku.”

Yoh 15:10
“Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” [sama, “perintah-Ku” di sini tulisan aslinya adalah  ἐντολή  en-tol-ay'  = 10 Hukum Tuhan].
Ayat ini berkata “Jikalau kamu menuruti 10 Hukum-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasihKu....”

1 Yoh 2:5-6
"Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."

1 Yoh 4:8
"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih"

Jadi, jelas sekali  “Di dalam kasih tidak ada ketakutan”  karena kasih itu berarti “menuruti segala perintah-Ku.” atau “menuruti 10 Hukum-Ku”. Jika kita sudah menuruti semua perintah Tuhan (10 Hukum Allah), maka apa lagi yang perlu ditakuti? 
Marilah kita rinci lagi:
  • Kalau kita mengasihi Tuhan, kita menuruti 10 HukumNya.
  • Di dalam kasih [= menuruti 10 Hukum Tuhan] tidak ada ketakutan.
  • Ketakutan mengandung hukuman.
  • Kalau ada ketakutan berarti kita tidak di dalam kasih [= tidak menuruti 10 HukumNya]
  • Bila tidak menuruti 10 HukumNya berarti mengandung hukuman.

Jadi 1 Yoh 4:18 sama sekali tidak mengatakan bahwa tidak perlu takut kepada Tuhan, justru pesannya adalah: Turutilah segala perintah Tuhan [10 Hukum Tuhan], karena jika tidak, itu namanya kita tidak mengasihi Tuhan dengan sempurna, dan itu akan mendatangkan hukuman.  

Kita harus sangat berhati-hati supaya tidak tersungkur masuk jebakan Setan. Setan selalu mengajak manusia untuk tidak menuruti perintah dan hukum Tuhan, karena dia tahu bahwa itu kelak akan mendatangkan hukuman. Setan tidak ingin manusia selamat. Setan ingin manusia sama celakanya seperti dia. Jadi setiap kali kita membaca atau mendengar ayat yang “seakan-akan” mengatakan kita tidak perlu mematuhi atau menuruti perintah dan hukum Tuhan, sadarlah bahwa Setan sedang berbisik di telinga kita.


Coba kita lihat ayat-ayat yang menekankan kita HARUS TAKUT KEPADA TUHAN:

2 Korintus  7:1
"Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikianmenyempurnakan kekudusan kita  DALAM TAKUT AKAN ALLAH."

2  Korintus  7:15
"Dan kasihnya bertambah besar terhadap kamu, apabila ia mengingat ketaatan kamu semua, bagaimana kamu menyambut kedatangannya DENGAN TAKUT DAN GENTAR."

Efesus  5:21
"dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam TAKUT AKAN KRISTUS." 

Ibrani  12:28
"Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, DENGAN HORMAT DAN TAKUT."

Lukas  1:50
"Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang TAKUT AKAN DIA".

Lukas  12:5
"Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. TAKUTILAH DIA,yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, TAKUTILAH DIA!" 

Wahyu  11:18
"dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang TAKUT AKAN NAMA-MU, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."

Wahyu  14:7
"dan ia berseru dengan suara nyaring: "TAKUTLAH AKAN ALLAH dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

Wahyu  19:5
"Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: "Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang TAKUT AKAN DIA, baik kecil maupun besar!" 


Jadi, janganlah kita menggampangkan Tuhan. Janganlah karena kita tahu Tuhan mengasihi kita, kita lalu berbuat sekehendak hati kita sendiri dan menganggap kita tidak perlu takut kepadaNya. Janganlah kita tertipu bisikan Setan dalam bentuk apa pun.

Selamat hari sabat, teman-teman. Menurut 10 HUKUM TUHAN, kita wajib memelihara kekudusan hari yang ketujuh ini, hari yang telah diklaim Tuhan sebagai milikNya, hari yang telah diberkati dan dikuduskannya. Jika kita melanggar hal ini, berarti kita melanggar 10  HUKUMNYA. Dan jika kita melanggar 10 HUKUMNYA, kita tidak benar-benar mengasihiNya, dan itu mendatangkan hukuman.