Translate

Wednesday, May 22, 2013

Wahyu 9

KITAB WAHYU
Pasal 9

Meterai yang ketujuh
SANGKAKALA KELIMA & KEENAM



Tiga sangkakala yang terakhir sedemikian mengerikannya sehingga mereka disebut sebagai “Celaka”.

Sangkakala kelima adalah Celaka yang pertama
Sangkakala keenam adalah Celaka yang kedua
Sangkakala ketujuh adalah Celaka yang ketiga dan terakhir, nanti baru kita jumpai di pasal 11.


SANGKAKALA KELIMA ~ CELAKA YANG PERTAMA

9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di pasal yang lalu kita sudah tahu bahwa kerajaan Roma Barat sudah berakhir, tetapi kerajaan Roma Timur masih ada. Karena sangkakala ini merupakan kelanjutan dari sangkakala sebelumnya, maka periode yang diliput di sini haruslah setelah berakhirnya kerajaan Roma Barat.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi” ~ kita sudah tahu bahwa bintang adalah simbol dari pemimpin. Dan bintang yang satu ini dikatakan “jatuh dari langit ke atas bumi”. Kembali di sini disebut “bumi,”berarti bumi yang dikenal pada waktu itu, yaitu kerajaan Roma Timur yang tersisa [Roma Barat sudah tamat riwayatnya, kan?] Selanjutnya dikatakan, “kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.”

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sejarah mencatat, pada tahun 591 AD, Chosroes II, berhasil menjadi raja Persia, dan memerintah hingga 628 AD, saat dia dibunuh oleh anak-anaknya. Chosroes II memerangi Roma dan menyisakan hanya dinding-dinding Constantinople untuk Roma. Dari daerah bantalan Tigris dan Efrat, kawasannya diperluas hingga Hellespont dan Sungai Nil, Syria, Mesir, Asia pun direbutnya. Sebaliknya Roma hanya memiliki Constantinople, yang diwajibkan membayar upeti kepada Persia. Kaisar Roma, Heraclius menggalang kekuatan untuk merebut kembali kekuasaannya lewat Laut Hitam dan pegunungan Armenia, memasuki jantung Persia. Pada 12 Desember 627 AD, dalam suatu pertempuran yang sengit di Niniweh, Heraclius berhasil memukul mundur pasukan Persia. Namun peperangan ini menghabiskan tenaga Roma, yang tidak lagi dapat mencegah timbulnya kekacauan di pelbagai provinsi dan kota-kota Persia. Pada waktu itu muncullah pasukan bangsa Arab dari padang pasir, pengikut-pengikut Nabi Muhammad. Dan dalam 8 tahun terakhir dari pemerintahannya, Heraclius kehilangan semua daerahnya yang diperolehnya dari bangsa Persia kepada pasukan Arab ini.

MakaChosroes II inilah yang memenuhi nubuatan ini, dialah pemimpin yang jatuh ke bumi dan memegang kunci lubang jurang maut, karena dialah penyebab timbulnya revolusi di sebelah Timur ini. Penyerangan Chosroes II telah menguras habis bukan hanya kekuatan Persia sendiri, melainkan juga kekuatan Roma Timur yang harus melawannya. Dengan demikian, dia telah membuka kesempatan bagi masuknya pasukan Arab untuk mengambil alih, karena baik Persia maupun Roma sudah tidak punya kemampuan lagi untuk menghadang pasukan Arab ini. Chosroes II yang memegang kunci lubang jurang maut, dan dialah yang membukanya.




9:2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dengan melemahkan kondisi Roma, Chosroes II merupakan penyebab bangsa Arab berani menyerbu. Dikatakan di sini, setelah pintu lubang jurang maut itu dibuka, maka keluarlah asap dari lubang itu. Apa yang kita ketahui tenang “asap”?
< !--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Asap adalah sesuatu yang menyebar dengan cepat dan merata sampai ke mana-mana ~ jadi yang dilambangkan oleh “asap” ini juga sesuatu yang menyebar dengan cepat dan merata sampai ke mana-mana.
< !--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Selain itu ayat ini berkata asap ini keluar dari lubang jurang maut ~ berarti asap ini berasal dari tempat yang tidak baik, tempat yang melambangkan kematian. Kita lihat kata “jurang maut” ini:
< !--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Roma 10:7
atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

< !--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Lukas 8:31
Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.

< !--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Wahyu 9:1.
Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

< !--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Wahyu 9:2
Maka dibukanyalah pintu lobang jurang mautitu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.

< !--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Wahyu 9:11
Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

< !--[if !supportLists]-->f) <!--[endif]-->Wahyu 11:7
Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

< !--[if !supportLists]-->g) <!--[endif]-->Wahyu 17:8
Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.

< !--[if !supportLists]-->h) <!--[endif]-->Wahyu 20:1.
Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;

< !--[if !supportLists]-->i) <!--[endif]-->Wahyu 20:3
lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

Kata yang dipakai di a), b), e), f), g), h), dan 1) tulisan aslinya ἄβυσσος abussos [ab'-us-sos]FromG1 (as a negative particle) and a variation of G1037; depthless, that is, (specifically), (infernal) “abyss”: - deep, (bottomless) pit.
Yang artinya “ sangat dalam” atau “lubang” (yang tidak ada dasarnya)

Kata yang dipakai di c) dan d) adalah kata ἄβυσσος abussos [ab'-us-sos] yang diterjemahkan “bottomless” atau tidak ada dasarnya, ditambah kata φρέαρ phrear [freh'-ar] Of uncertain derivation; a hole in the ground (dug for obtaining or holding water or other purposes), that is, a cisternor well; figuratively an abyss (as a prison): - well, pit.
Yang artinya adalah sebuah lubang di dalam tanah untuk menampung air, sebuah sumur. Atau arti kiasannya adalah tempat penahanan [penjara].

Kalau kita melihat ayat b) dan i), di sana jelas, jurang maut itu adalah tempat Iblis/Setan.
Dengan demikian, apa pun yang berasal/keluar dari dalam jurang maut itu ada hubungannya dengan Iblis/Setan, dan pasti bukan sesuatu yang benar.

Jadi ayat 1 pasal 9 ini sudah memberitahu kita, bahwa asap yang muncul dari jurang maut ini adalah AJARAN yang berasal dari Iblis/Setan, ajaran yang menyesatkan.

< !--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Asap ini begitu hebatnya hingga menutupi bukan saja matahari melainkan juga angkasa, ~ sehingga angkasa bahkan menjadi gelap.

Siapakah yang dilambangkan sebagai matahari yang berada di langit?
Mal 4:2
Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
Mazmur 84:11 (84-12)
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Yesus disebut sebagai “surya kebenaran”, dan Tuhan disebut “matahari”.
Yoh 8:12
Maka Yesusberkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

JugaKristus disebut Terang Dunia.

Kita sudah tahu dari ayat 1, bahwa asap ini berasal dari lubang jurang maut, yaitu tempat Iblis/Setan. Maka tak heran jika asap ini menutupi matahari dan angkasa, atau dengan kata lain, ajaran itu menutupi Tuhan dan Kristus, dan mengakibatkan timbulnya KEGELAPAN. Kegelapan apa? Karena di pasal ini semuanya bicara tentang nubuatan dan simbol, maka kegelapan ini pun merupakan simbol. Simbol dari apa?
Amsal 4:19
Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

Jadi kegelapan adalah simbol “jalan orang fasik” atau jalan orang yang tidak mengenal kebenaran.
Jelas sekali informasi yang diberikan Tuhan kepada Yohanes. Bahwa ajaran yang berasal dari Setan/Iblis itu, menutupi “surya kebenaran” [Yesus Kristus], menyebabkan manusia berada dalam kegelapan, yaitu berada di jalan orang fasik.

Ajaran yang manakah ini?

PEMBAHASAN LEBIH JELAS TENTANG AYAT INI TIDAK DIPOSTING DI SINI, TETAPI BAGI YANG BERMINAT BISA MINTA KE smaragd84@hotmail.com DAN NANTI AKAN DIEMAILKAN SECARA LANGSUNG.




9:3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Nubuatan ini mengatakan, selain asap, dari lubang jurang maut itu juga keluar belalang-belalang. Karena ini nubuatan dan semua dinyatakan dalam simbol-simbol, maka belalang ini bukanlah serangga yang melompat-lompat, melainkan mereka melambangkan sesuatu. Kita lihat apa kata Alkitab tentang belalang.

Hakim 6:5; 7:12
Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya..... Ada pun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya. [terjemahannya agak aneh, seharusnya bukan “bergelimpangan”, melainkan “menempati” – kita lihat bahasa Inggrisnya:]
The Midianites, the Amalekites and all the other eastern peoples had settled in the valley, [= menempati lembah itu] thick as locusts. Their camels could no more be counted than the sand on the seashore.(NIV)

Terjemahan Alkitab Sehari-hari, lebih mirip:
Orang Midian, Amalek dan orang-orang lainnya dari padang pasir, tersebar di mana-mana di lembah itu. Kelihatannya seperti belalang yang berkerumun. Unta-unta mereka banyak sekali seperti pasir di pinggir pantai.

Orang Midian dan Amalek adalah suku-suku Arab di sebelah timur. Bangsa Arab terdiri atas banyak suku, dan bilamana mereka dikumpulkan, mereka menjadi jumlah yang besar, seperti belalang yang datang secara bergerombol. Malah menurut buku Mohammedanism Unveiled, Vol. 1, hal 217, tulisan Forster, dikatakan, dalam bab Roman Baduin dari Antar, belalang diperkenalkan sebagai lambang nasional golongan Ismail. Golongan Ismail adalah suku terbesar bangsa Arab. Selain itu belalang memang berasal dari Arab seperti yang dikatakan di:

Kel 10:13
Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke atas tanah Mesir, dan TUHAN mendatangkan angin timurmelintasi negeri itu, sehari-harian dan semalam-malaman, dan setelah hari pagi,angin timur membawa belalang.

Kita tahu bahwa sebelah timur Mesir adalah tanah Arab. Berarti belalang-belalang yang datang dibawa angin timur itu, datang dari tanah Arab.
Belalang itu melambangkan pasukan Arab.

Bila kita memeriksa sejarah, maka pasukan Arab ini berhasil menegakkan takhtanya di atas kehancuran negara-negara Kristen dan Roma Katolik.

Ayat ini mengatakan bahwa belalang-belalang ini punya kuasa seperti kalajengking. Di manakah kuasa [power] seekor kalajengking [scorpio]? Bukan di mulutnya, tetapi di ekornya, karena ekornya itu yang berbisa.


PEMBAHASAN LEBIH JELAS TENTANG AYAT INI JUGA TIDAK DIPOSTING DI SINI, TETAPI BAGI YANG BERMINAT BISA MINTA KE smaragd84@hotmail.com DAN NANTI AKAN DIEMAILKAN SECARA LANGSUNG.




9:4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan atau pun pohon-pohon,melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Hanya ada satu ketika yang dicatat oleh sejarah, di mana pesan demikian diberikan kepada pasukan yang akan maju berperang, yaitu oleh Kalifa Abu Bakar pada tahun 633 AD, suksesor Nabi Muhammad. Abu Bakar menyurati suku-suku bangsa Arab untuk menggalang kekuatan pada waktu itu guna merebut Syria. Ketika suku-suku Arab ini datang berkumpul, Abu Bakar berpesan kepada mereka demikian:
“Ingatlah, kalian selalu berada di hadapan Allah, siap untuk mati, dengan mempunyai kepastian akan adanya penghakiman, dan harapan akan memperoleh Surga. Hindarilah perbuatan yang tidak adil dan yang menindas; bermusyawarahlah dengan sesama saudara kalian, dan belajar untuk mempertahankan rasa cinta dan kepercayaan pasukan kalian. Bilamana kalian berperang demi Allah, bersikaplah sebagai ksatria, tanpa lari berbalik meninggalkan medan; namun janganlah sampai kemenangan kalian dicemari oleh darah perempuan atau anak-anak. Jangan menghancurkan pohon-pohon kelapa, atau membakar ladang-ladang jagung. Jangan meruntuhkan pohon-pohon buah, atau melakukan kejahatan terhadap hewan ternak, kecuali yang dibutuhkan untuk makanan kalian. Bilamana kalian membuat perjanjian, peganglah teguh, dan jangan ingkar janji. Dalam perjalanan kalian, kalian akan bertemu dengan orang-orang yang beribadah, yang hidup terasing di biara-biara, yang memilih melayani Allah dengan cara itu; jangan usik mereka, dan jangan juga membunuh mereka atau menghancurkan biara mereka. Dan kalian juga akan bertemu dengan golongan manusia yang lain yang adalah anggota sinagog Setan, yang kepalanya dicukur; pastikan kalian membelah kepala mereka dan jangan memberi mereka ampun hingga mereka beralih menjadi pengikut Muhammad atau membayar “upeti”. [dari The Decline and Fall of the Roman Empire, Vol. V, pasal 51, hal 189-190 tulisan sejarahwan Edward Gibbon]

Aneh, bukan? Ada instruksi yang sedemikian miripnya dengan apa yang ditulis di dalam Alkitab? Tapi demikianlah mandat yang diperintahkan Kalifa Abu Bakar kepada kepala-kepala pasukan Arab yang akan berperang bersamanya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya” ~siapakah mereka? Menurut pesan Kalifa Abu Bakar, mereka ini adalah “anggota sinagog Setan, yang kepalanya dicukur”. Kita tahu dari sejarah bahwa pasukan Muslim ini menyerang orang-orang dari kerajaan Roma Timur yang majoritasnya beragama Kristen. Pada abad ke-7 AD, mayoritas orang Kristen beribadah pada hari Minggu, karena pada abad ke-4 sebelumnya, gereja pada waktu itu [gereja Katolik] telah meresmikan pergantian hari ibadah dari hari ke-7 [sabtu/sabat] ke hari pertama [minggu].

Untuk mengetahui siapa yang tidak memakai meterai Allah ini, kita lihat lagi ke pembahasan Wahyu pasal 7 yang lalu, di mana kita sudah mengetahui karakteristik suatu meterai, dan bahwa meterai Allah adalah memelihara kekudusan hari ketujuh. Maka orang yang punya meterai Allah adalah mereka yang memelihara kekudusan hari ketujuh. Mereka ini yang disebut di dalam mandat Abu Bakar sebagai “orang-orang yang beribadah, yang hidup terasing di biara-biara, yang memilih melayani Allah dengan cara itu”, yang dipesankan “jangan usik mereka, dan jangan juga membunuh mereka atau menghancurkan biara mereka.”

“Pada abad-abad awal era Kristen, gereja di Timur yang terkadang disebut gereja Assyria,dan terkadang gereja Nestoria (yang adalah pemeluk sabat hari ketujuh), menyebar secara efektif ke seluruh Asia dan dunia Timur. Mereka tetap memisahkan diri dari gereja Barat, terutama dari gereja yang sudah sesat.
Orang-orang Kristen sejati ini menjadi guru-guru akademisi bagi bangsa Arab dan merekalah yang mendirikan sistem pendidikan di Syria, Mesopotamia, Turkistan, Tibet, Cina, India, Ceylon dan lainnya.

Seperti bangsa Persia, bangsa Arab juga berpihak kepada orang-orang Kristen Assyria ini karena pada awal-awal berdirinya kekuasaan mereka, mereka merasa perlu bersandar pada sekolah-sekolah yang bagus yang dikembangkan oleh gereja-gereja Timur tersebut. Bidang medis mencapai kemajuan yang pesat di tangan gereja-gereja Timur. Istana bangsa Arab dan pemerintahnya, mempekerjakan anggota-anggota gereja Timur ini sebagai sekretaris dan wakil kerajaan mereka... Orang-orang Kristen Assyria ini hanya mengalami penderitaan ringan di tangan orang-orang Muslim, justu mereka menderita jauh lebih banyak di kemudian hari di tangan para Jesuit [dari gereja Katolik]. Pemimpin gereja Timur ini merasa bahwa kerajaan Persia akan segera ditaklukkan, maka mereka berhasil mendapatkan [dari bangsa Arab] suatu janji proteksi dan kebebasan beribadah dengan syarat mereka harus membayar upeti.... Perlindungan yang diberikan oleh Abu Bakar, tidak saja dikuatkan oleh Kalifa Omar, penerusnya, tetapi bahkan upetinya pun dikembalikan...”
“Ketika kerajaan Arab sudah benar-benar berdiri dengan kuat, Bagdad pun dijadikan ibukota baru yang mengagumkan. Gereja Timur... memindahkan pusat spiritualnya dari Seleucia ke Bagdad, di mana mereka tinggal hingga sekitar 500 tahun berikutnya.” (Truth Triumphant tulisan B.G. Wilkinson, hal 268-291)

Jadi, yang disebutkan di Wah 8:4 ini tentang manusia yang tidakmemakai meterai Allah di dahinya” adalah mereka yang TIDAK memelihara kekudusan hari yang ketujuh [tidak memelihara Sabat hari Ketujuh] Mereka ini [menurut Abu Bakar] adalah anggota sinagog Setan. Aneh bukan, Abu Bakar saja menganggap mereka beribadah kepada Setan? Ciri lainnya. kepala mereka dicukur. Siapakah mereka? Banyak dari antara romo-romo gereja Katolik pada zaman itu yang kepalanya dicukur. Merekakah yang dimaksud oleh kalifa Abu Bakar?




9:5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkanhanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
9:6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Pertama kita bertemu dengan waktu nubuatan 5 bulan. Berapa lamanyakah ini? Dari pembahasan-pembahasan sebelumnya kita sudah tahu bahwa 1 bulan nubuatan = 30 tahun kita. Maka 5 bulan nubuatan = 150 tahun kita.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ayat ini harus kita pahami sebagai metafor. Dikatakan bahwa mereka [bangsa Arab] diperkenankan “hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya”. Jelas yang dimaksudkan di sini tidak mungkin manusia orang per orang, karena mana ada satu manusia yang bisa disiksa selama 150 tahun lamanya? Jadi kata “manusia” di sini mewakili bangsanya atau negaranya secara keseluruhan. Karena dari sejak awal yang dibicarakan adalah negara Roma, maka sekarang yang dimaksud pun adalah negara Roma, yang tinggal bagian timurnya saja [yang Barat sudah lebih dahulu lenyap].
Jadi nubuatan ini berkata, bangsa Arab akan membuat kerajaan Roma menderita selama 150 tahun lamanya, tetapi mereka tidak bisa membunuhnya, atau mereka tidak bisa menaklukkannya.

Sejarah mencatat, dua kali Constantinople [ibukota kerajaan Roma Timur] dikepung, yang bertama berlangsung selama 7 tahun [668-675 AD] di bawah Kalifa Muawiyah. Namun banyaknya masalah yang dihadapi bangsa Arab sendiri membuat mereka tidak berhasil menaklukkan Constantinople. Dalam pengepungan itu jatuh korban 30 ribu orang. Pengepungan kedua berlangsung 2 tahun [716-718 AD] saat Kalifa Waled duduk di takhtanya di Damaskus sementara saudaranya Kalifa Soliman yang mempersiapkan penyerangan lewat laut, namun armadanya dihancurkan oleh bangsa Greeka.
Mereka tidak berhasil menaklukkan Constantinople.

Kehidupan pada waktu itu tentunya sangat susah. Selama bertahun-tahun, sampai berganti beberapa generasi, orang-orang hidup di bawah tekanan berat, tanpa harapan melihat hari esok yang lebih baik. Sedemikian beratnya sehingga dikatakan, orang-orang itu “ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.”

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita akan melihat di ayat 10-11 nanti, jangka 150 tahun itu dihitung dari mana dan berakhir di mana.·



9:7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,
9:8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,
9:9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.
9:10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sini ada deskripsi yang sangat jelas tentang pasukan [belalang] Arab ini:
1.“seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan” Kita tahu betapa terkenalnya kuda-kuda Arab. Maka pasukan ini sama hebatnya seperti kuda-kuda Arab yang terkenal kuat dan bisa berlari cepat.
2. memakai “sesuatu yang menyerupai mahkota emas”.Pasukan Arab itu mengenakan sorban atau pembungkus kepala. Sorbanmereka ini merupakan lambang kemuliaan mereka.
3. terjemahan Indonesia mengatakan muka mereka “sepertimuka manusia”.
Dalam terjemahan-terjemahan bahasa Inggris tertulis
The shape of the locusts was like horses prepared for battle. On their heads were crowns of something like gold, and their faces were like the faces of men.” [NKJV]

And the shapes of the locusts were like unto horses prepared for war; and upon their heads as it were crowns like unto gold, and their faces were as men's faces. [ASV]

Jadi terjemahan yang lebih tepat adalah “muka mereka sama seperti muka laki-laki.” Apa yang membedakan antara muka laki-laki dari muka wanita? Laki-laki punya jenggot dan kumis, sedangkan wanita tidak. Jadi di sini ditulis dengan jelas bahwa pasukan ini punya jenggot. Ciri khas orang Arab adalah kaum prianya semua memelihara jenggot.
4. rambutnya “seperti rambut perempuan”= rambut panjang. Kita tahu bahwa rambut laki-laki Arab pada zaman itu panjang seperti rambut perempuan, yang kemudian digulung dan dibungkus di dalam sorban.
5. giginya “seperti gigi singa”.Ini merupakan metafor bahwa pasukan ini sangat kuat, mereka seperti singa yang mampu mencabik-cabik mangsanya.
6. memakai “baju zirah”. Baju zirah ini dikenal dengan nama “kuiras” yang terbuat dari besi. Sejarah mencatat, di pertempuran di Ohud tahun 624 AD, pasukan Arab yang bertempur di sana memakai baju zirah.
7.“sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda. Begitu cepatnya [dilambangkan dengan “sayap”]dan begitu banyaknya kuda-kuda yang berlari sehingga dari kejauhan sudah terdengar derapnya.
8.“ekor mereka sama seperti kalajengking” yang bisa “menyakiti manusia, lima bulan lamanya”. Tadi kita sudah tahu apa artinya “ekor”. Di sini kembali kita diberi keterangan waktu yaitu selama 5 bulan nubuatan atau 150 tahun kita. Selama waktu itu, pasukan ini bisa membuat manusia menderita dengan sengatan “ekor”nya.

Sejarah mencatat pada tanggal 27 Juli 1299, Othman dari Turki pertama kalinya menginvasi teritori Nicomedia (dari tulisan Gibbon, Decline and Fall, vol. 7, Bab 64, hal 25). Jadi ini merupakan titik awal hitungan 150 tahun ini. Berarti kurun waktu ini akan berakhir di tahun 1449. Apa yang terjadi pada waktu itu?
Sejarah mencatat pada tahun 1449 John Palaeologus, raja Roma Byzantine mati dan digantikan oleh saudaranya, Constantine Deacozes (Constantine XI). Tetapi Constantine Deacozes ini tidak berani naik takhta tanpa restu Amurath, sultan Turki. Dengan demikian, Constantine menyatakan bahwa dia tunduk kepada kepemimpinan Turki. Constantinople pun menjadi daerah jajahan.
Constantinople diambil alih pada 27 Juli 1449, tepat 150 tahun sejak invasi Othman. Dengan demikian nubuatan pun digenapi.





9:11 Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sekali lagi Tuhan memberikan amaran bahwa raja yang memerintah mereka ini berasal dari jurang maut. Ada yang menganggap bahwa perkataan “jurang maut” ini yang bahasa aslinya ἄβυσσος [abussos ] berarti “tempat yang tidak ada dasarnya” secara spesifik berkaitan dengan tempat yang tidak ada apa-apanya, tidak ada kehidupan, jurang yang dalam tanpa dasar. Dan daerah padang pasir yang tidak ada apa-apanya itulah yang dimaksud di sini. Yang pasti, pengertian kata ἄβυσσος ini bukanlah hal yang positif. Sesuatu yang positif itu biasanya datang dari atas, sesuatu yang terang, bukan sesuatu yang datang dari jurang yang sebegitu dalamnya yang tidak kelihatan dasarnya [gelap].

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Juga di sini muncul kata “malaikat”, menandakan bahwa raja ini bukan saja seorang raja sekular, raja yang bersifat politis, tetapi juga agamis. Kita tahu bahwa sultan-sultan Muslim ini juga berfungsi sebagai imam besar, dan merupakan pemimpin spiritual mereka, dengan demikian menggabungkan kekuasaan baik politis maupun agamis dalam jabatannya itu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Namanya disebut “Abadon”atau “Apolion”. Arti dari dua kata ini dalam bahasa Inggris adalah “destroyer” atau dalam bahasa Indonesia “penghancur”. Jadi Tuhan sudah memberikan amaran bahwa Kesultanan Ottoman ini bersifat menghancurkan.



9:12 Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Berarti masa penderitaan yang 150 tahun ini (1299-1449) merupakan masa celaka yang pertama.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Setelah ini masih akan ada dua celaka lagi.





SANGKAKALA KEENAM ~ CELAKA YANG KEDUA


9:13 Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita kembali ke lokasi Ka’abah di Surga, di mana terdapat mezbah emas di hadapan Allah. Sesuai Wah 8:3-4, kita tahu bahwa mezbah ini terdapat di bilik pertama dari Ka’abah, yaitu di Bilik yang Suci, di mana Kristus masih mempersembahkan dupa.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Setelah berakhirnya celaka yang pertama, maka sangkakala yang keenam pun ditiup. Dan dari keempat tanduk mezbah emas di hadapan Allah, keluar perintah untuk melepaskan empat malaikat yang terikat di dekat sungai Efrat.




9:14 dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Initidak sama dengan Wah 7:1 di mana ada empat malaikat yang menahan mata angin. Ini adalah empat malaikat yang ditahan di dekat sungai Efrat.
Kata “Efrat” berarti memancar keluar dengan kekuatan yang besar, seperti air yang mengalir dengan deras. Bentuk metafora ini dipakai pada zaman dulu untuk menggambarkan suatu kekuasaan [raja/pemerintahan] yang menguasai secara menyeluruh. Pemahaman ini diambil dari kenyataan ketika salju di G. Ararat mencair, maka sungai Efrat menjadi sungai yang sangat deras dan seringkali melimpah keluar dari bantalan sungainya.
Sebagai contoh, Raja Asyur dimetaforakan sebagai sungai Efrat, kita baca di
Yes 8:7-8
sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya, serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!"

Jadi sungai Efrat di Wah 9:14 ini pun melambangkan suatu kekuatan [pemerintahan] yang berhasil menguasai secara menyeluruh. Kita akan melihat siapa ini.




9:15 Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita lihat bahasa Inggrisnya,
And the four angels were loosed, which were prepared for anhour, and a day, and a month, and a year, for to slay the third part of men.

Dalam terjemahan bahasa Indonesianya, kurang dicantumkan bilangan 1 pada jam, hari, bulan dan tahun.
Jadi, penguasa penghancur yang dilepaskan diberi waktu [nubuatan] 1 jam, 1 hari, 1 bulan dan 1 tahun untuk membunuh sepertiga umat manusia.

Kita sudah tahu bahwa pembahasan pasal 8 dan 9 adalah mengenai kerajaan Roma. Di sini kita bertemu lagi dengan angka sepertiga, yang menandakan bagian yang terakhir dari kerajaan Roma, yaitu Roma Timur. Tetapi sekarang perintahnya adalah untuk “membunuh” bukan hanya “menyiksa” seperti yang ditulis di ayat 5. Berarti dalam celaka yang kedua ini, kerajaan Romawi Timur akan dimusnahkan secara menyeluruh.
Berapa lamakah waktu nubuatan 1 jam, 1 hari, 1 bulan dan 1 tahun ini?
1 jam nubuatan = 1/24 x 1 hari nubuatan = 15 hari kita
1 hari nubuatan = 1 tahun kita
1 bulan nubuatan = 30 hari nubuatan = 30 tahun kita
1 tahun nubuatan = 360 tahun kita
____________________________________________________________________
Total 391 tahun kita + 15 hari kita

Celaka yang pertama, berakhir pada 27 Juli 1449. Sangkakala yang keenam segera mengikutinya. Maka celaka yang kedua inidihitung dari berakhirnya celaka yang pertama, sehingga kita akan tiba pada 11 Agustus 1840. Apa yang terjadi pada waktu itu menurut catatan sejarah?

Pada tahun 1838, Mehemet Ali, Pasha Mesir, yang adalah negara jajahan Kesultanan Ottoman, memberontak. Dia tidak lagi mau membayar upeti, dan memproklamasikan dirinya penguasa penuh dari Mesir, Arab dan Syria.
Pada tahun 1839, pecahlah peperangan antara Kesultanan Ottoman dengan Mehemet. Kesultanan Ottoman menderita kekalahan besar. Pada tahun 1840, Inggris, Russia, Austria dan Prussia [waktu itu Jerman], menengahi. Kesultanan Ottoman pun secara sukarela menyerahkan nasibnya ke tangan keempat penguasa besar ini. Konperensi di London memutuskan bahwa Pasha Mesir akan menerima Mesir sebagai haknya, dan bagian dari Syria mulai dari Teluk Suez hingga danau Tiberias, termasuk propinsi Acre selama seumur hidupnya; sebaliknya dia harus keluar dari semua daerah milik Kesultanan Ottoman yang telah didudukinya dan mengembalikan armada Ottoman yang ditahannya. Jika Mesir menolak pengaturan ini, maka keempat penguasa asing akan mengambil alih masalah itu dan mengambil tindakan apa pun yang mereka anggap pantas untuk menaklukkannya.

Dengan adanya campur tangan negara-negara asing ini, berarti, begitu ultimatum ini sampai ke tangan Mehemet Ali, Pasha Mesir, maka Kesultanan Ottoman tidak lagi berhak menentukan nasibnya sendiri, karena dia telah menyerahkan nasibnya ke tangan keempat penguasa asing.
Sang sultan mengirim Rifat Bey ke Alexandria, untuk menyampaikan ultimatum itu kepada Sang Pasha. Surat itu diterima pada tanggal 11 Agustus 1840 [dibuktikan oleh surat kabar London Morning Chronicle terbitan 18 September 1840, sesuai laporan wartawan koresponden mereka dari Constantinople pada 27 Agustus 1840 dan juga pada 12 Agustus 1840.]

Pada hari yang sama, Sang Sultan Ottoman menulis kepada ambasador keempat negara asing tersebut, menanyakan tindakan apa yang akan dilakukan apabila Sang Pasha Mesir tidak bersedia tunduk kepada persyaratan ultimatum tersebut. Keempat negara asing menjawab, bahwa Sang Sultan tidak usah pusing karena rencana telah dibuat untuk menghadapi situasi itu seandainya timbul. Maka sejak itu hilanglah kedaulatan Kesultanan Ottoman. [dari Daniel and the Revelation, tulisan Uriah Smith, hal 486-487]. Kesultanan Ottoman kehilangan kedaulatannya pada 11 Agustus 1840, lewat pengambilalihan kekuasaannya secara damai oleh keempat penguasa asing: Inggris, Russia, Prussia dan Austria. Nubuatan ini pun digenapi.



9:16 Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.
9:17 Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Agar tidak terjadi kesalahan mengenali siapa yang dimaksud dalam nubuatan ini, Tuhan menambahkan detail-detailnya supaya mereka yang mempelajari sejarah bisa mengenali dengan tepat.
Dikatakan bahwa jumlah tentaranya adalah “20 ribu laksa pasukan berkuda”. Berapakah 1 laksa itu? Dalam terjemahan bahasa Inggris dikatakan:

And the number of the army of the horsemen were two hundred thousand thousand: and I heard the number of them. [KJV]
The number of cavalry troops was two hundred million. I heard their number.[CEB]
In their army were many, many thousands of men on horses. I heard the number of them. [WEB]
Kata yang diterjemahkan “laksa” dalam bahasa Indonesia adalah: μυρίας [murias] artinya jumlah yang sangat banyak, tidak terhitung. Jadi yang dimaksudkan di sini adalah jumlah pasukan berkuda mereka itu amat sangat banyaknya.

Apa kata sejarah?
“Jumlahkuda tentara Turki yang tak terhitung banyaknya itu memenuhi bentangan seluas 600 mil dari Taurus ke Arzeroum, dan darah 130 ribu orang Kristen dipersembahkan sebagai kurban syukur kepada nabi Arab itu.” [dariDecline and Fall, tulisan Gibbon, vol. 6, pasal 42, hal 245].

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dikatakan bahwa penunggang kuda “memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya” . Sejarah mencatat bahwa pakaian perang tentara Turki didominasi oleh warna merah, biru dan kuning [Daubuz, dikutip oleh Elliott “Horae Apocalypticae” Pasal 7, hal 508].

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Selain itu kepala kuda-kudanya “sama seperti kepala singa”. Singa dianggap raja semua hewan. Nah, kuda-kudanya itu sedemikian perkasa dan tangguhnya sehingga dianggap seperti singa yang tidak ada tandingannya, tidak ada yang lebih hebat dari itu. Kita tahu sendiri bagaimana kuda-kuda Arab itu terkenal sekali keperkasaannya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang” ~ini sangat menarik, karena untuk pertama kalinya Alkitab memperkenalkan senapan api. Kita mengetahui dari sejarah bahwa pada zaman itu senapan api baru diciptakan. Dan pasukan Turki memakai senapan api dalam pertempuran mereka. Dilihat oleh Yohanes yang tidak pernah mengenal senapan api pada zamannya, maka tampaknya asap dan api dan mesiu yang diletupkan dari senjata yang dibawa oleh pengendara-pengendara kuda itu seolah-olah keluar dari mulut kuda-kuda itu.·




9:18 Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.
9:19 Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Yohanes melihat bahwa korban-korban mati terkena api, dan asap, dan belerang yang keluar dari mulut kuda-kuda itu. Bagi kita, kita pasti mengerti bahwa korban-korban jatuh karena tembakan-tembakan senapan yang dibawa para pengendara kuda.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Selain itu dikatakan bahwa ekor-ekor kuda itu pun seperti kepala ular, yang mendatangkan kerusakan.
Kita juga tahu bahwa di Kitab Wahyu ini ular sering dipakai sebagai lambang Setan. Yang jelas, pasukan ini benar-benar membawa bencana, karena itu sampai digolongkan Celaka yang Kedua.




9:20 Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
9:21 dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sekarang kita tiba pada bagian yang tersisa. Semua “yang tidak mati oleh malapetaka itu” ~ siapakah mereka? Ingat, bahwa kata“manusia” yang tertulis di ayat-ayat ini bukanlah menunjuk kepada individu, melainkan kepada negara Roma. Kita sudah melihat Roma Barat jatuh, dan sekarang juga Roma Timur. Lalu bagian mana yang masih tersisa dari kerajaan Roma? Hanya satu: Bagian yang menjadi gereja Katolik, atau Katolikisme.Ingat, bahwa kaisar-kaisar Roma telah meneguhkan Kepausan dan memberikan kuasa dan autoritas kepada mereka. Maka mereka inilah yang tersisa dari kerajaan Roma.

Dan apa kata Tuhan tentang mereka ini?
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->tidak juga bertobat
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->tidak bertobat daripada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

Kita tahu dari sejarah, bagaimana Kepausan telah menggenapi semua kriteria yang disebut Tuhan di sini. Kita melihat bagaimana mereka mengajar pengikutnya untuk berdoa kepada orang-orang yang mati, di depan patung-patung yang dilapisi emas dan perak, yang tidak bisa mendengar maupun berjalan. Kita melihat segala pembunuhan yang mereka lakukan selama berabad-berabad, segala laporan dan pertunjukan sihir dan mistik menyangkut patung-patung [yang bisa menangis, bisa mengeluarkan darah, dll.], penampakan-penampakan, peninggalan-peninggalan“orang-orang suci” yang dikeramatkan, dengan demikian secara tidak langsung berarti menyembah roh-roh jahat yang menampilkan mujizat-mujizat itu, percabulan yang terjadi di dalam biara-biara mereka, dan pencurian harta yang mereka lakukan.

Dengan peringatan ini, berakhirlah pesan yang dibawa oleh sangkakala yang keenam. Kita sekarang hidup di zaman yang telah melewatinya, sehingga lebih mudah bagi kita untuk melihat penggenapannya.




(berlanjut ke pasal 10)