Translate

Wednesday, May 22, 2013

Wahyu 2




 

WAHYU PASAL 2

SURAT KEPADA JEMAAT DI EFESUS

2:1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kata“Efesus”berarti “yang pertama” atau “yang didambakan”.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kembali Kristus menyuruh Yohanes memperkenalkan identitas dari si pemberi pesan: Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
Di sini Kristus ingin kita tahu, bahwa Dia selalu berada di antara kita [di antara ke-7 kaki dian emas = jemaatNya]. Dia tidak pernah meninggalkan kita, melainkan Dia selalu memonitor, memandu, dan terlibat dengan kehidupan kita, Dia berjalan di antara kita.

2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kristus memulai pesanNya dengan meyakinkan jemaatNya, bahwa Dia “tahu segala pekerjaanmu” ~ Dia mengikuti semuanya, tidak ada yang luput dari mataNya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jemaat yang pertama ini memiliki beberapa sifat yang patut dipuji, yaitu:
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Berjerih payah, artinya bekerja keras.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Tekun, artinya tidak mudah putus asa, ulet.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Tidak memberikan toleransi kepada orang-orang jahat.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Menguji orang-orang yang mengaku sebagai rasul, tetapi bukan. Artinya, mereka berhati-hati dan waspada, tidak menerima begitu saja klaim kerasulan seseorang yang membawa ajaran yang baru. Dalam hal ini mereka memegang nasihat para rasul:

1 Tes. 5:21
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.


1 Yoh. 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Sabar
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Mau menderita demi Kristus
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Tidak mengenal lelah, atau giat.



2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Walaupun memiliki banyak sifat yang bagus, namun, Kristus mencela jemaat ini, karena “telah meninggalkan kasihmu yang semula”. Apa kasih yang mula-mula ini?
Pada saat awal jemaat itu terbentuk, mereka saling mengasihi satu sama lain, saling menolong, saling mempedulikan, mereka memiliki kasih persaudaraan yang erat sebagai manifestasi kasih mereka kepada Kristus. Tetapi rupanya dengan berjalannya waktu, kasih persaudaraan yang semula begitu tulus dan erat ini, luntur. Egoisme menyerap masuk ke dalam hati. Semua orang sibuk bekerja keras sendiri, tidak mengenal lelah, dan mereka lupa untuk tetap menjalin hubungan persaudaraan yang erat di antara sesama mereka. Masing-masing terlalu sibuk untuk mempedulikan yang lain. Ego mulai tumbuh. Orang menjadi lebih memetingkan diri sendiri. Kasih yang mula-mula pun luntur. Dengan lunturnya kasih kepada sesama, pasti luntur jugalah kasih kepada Kristus, karena itu adalah manifestasinya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ternyatahilangnya kasih yang mula-mula ini bukan hal yang sepele di mata Tuhan. Mereka bukan ditegur karena menyimpang dari ajaran [doktrin]. Mereka bukan ditegur karena malas mengInjil. Mereka bukan ditegur karena tidak bersedia menderita demi Kristus. Hanya kasih mereka yang mula-mula telah luntur, itu saja. Mereka telah membiarkan hubungan antar-saudara seiman menjadi dingin. Dan untuk itu apa kata Tuhan? betapa dalamnya engkau telah jatuh!” Jadi ini merupakan hal yang penting di mata Tuhan! Kristus berkata “Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.” Jadi Kristus menghendaki kasih yang mula-mula itu harus tetap ada. Kalau tidak, “Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya”. Kristus tidak main-main. Walaupun jemaat Efesus ini memiliki banyak sifat yang baik [lihat ayat 2-3 di atas], tetapi tanpa kasih yang mula-mula, semua itu tidak tidak cukup, karena Kristus tetap akan mengambil kaki diannya dari tempatnya, dengan kata lain, Kristus akan menyingkirkannya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Mengapa kasih yang mula-mula ini begitu penting? Karena dasar dari seluruh ajaran Tuhan adalah KASIH. Tanpa itu, semua tak ada artinya, hanyalah legalitas.
Mat. 22:37-39
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

1 Yoh. 4:8
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.


I Yohanes 4:20
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.


I Yohanes 3:10
Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Jadi apa pun yang kita lakukan, tanpa KASIH, adalah percuma. Semua kebaikan kita yang lain, tak ada artinya. Tidak cukup semua sifat baik yang dimiliki jemaat Efesus, kalau tidak ada kasih.
Sebaliknya kalau ada KASIH, maka yang lain-lain pasti mengikuti:

1 Pet. 4:8
Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.





2:6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sejak jemaat yang mula-mula terbentuk, sudah ada sekelompok orang yang menyalahgunakan ajaran kasih karunia Kristus. Mereka mengatakan, karena sekarang mereka sudah tidak lagi berada di bawah kutukanhukum Taurat, maka mereka boleh bebas hidup sesuka hati. Terutama mereka terlibat dalam hubungan seksual bebas. Golongan ini dikenal sebagai golongan Nikolaus [Nicolaitanes], karena yang mempelopori bernama Nikolaus. Ada pendapat yang mengatakan Nikolaus ini adalah yang disebutkan di Kis. 6:5, yang setelah diangkat menjadi diakon, justru menjadi murtad; namun hal ini tidak dapat dipastikan kebenarannya karena tidak ada keterangan dari Alkitab.
Tapi siapa pun Nikolaus yang menyebarkan ajaran yang sesat ini, Tuhan sudah mengatakan bahwa Dia membenci pengikut-pengikutnya. Dengan ini Tuhan menyatakan bahwa ajaran kelompok Nikolaus yang mengatakan karena manusia sudah diselamatkan oleh kasih karunia maka tidak diperlukan lagi hidup sesuai hukum Tuhan, adalah suatu ajaran yang salah dan dibenci oleh Tuhan. Ini menjadi peringatan bagi kita yang menganggap hukum Tuhan sudah dihapus oleh salib Kristus. Itulah faham kelompok Nikolaus, dan Tuhan sudah menyatakan bahwa Dia membencinya.
Hukum Tuhan tidak pernah dihapus oleh salib Kristus. Apa yang dihapus oleh salib Kristus?

Kol 2:13-14
.... sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib

Yang dihapus oleh salib Kristus adalah “surat hutang” kita, atau hukuman yang harus kita jalani karena dosa-dosa dan pelanggaran kita. Hukuman itu [yaitu kematian kekal] yang sudah dipakukan di salib, sudah dibayar oleh Kristus untuk kita.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jadi kalau kita lihat, jemaat Efesus ini sebenarnya adalah jemaat yang baik. Mereka:
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Berjerih payah, artinya bekerja keras.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Tekun, artinya tidak mudah putus asa, ulet.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Tidak toleran terhadap orang-orang jahat.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Menguji orang-orang yang mengaku sebagai rasul
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Sabar
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Mau menderita demi Kristus
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Tidak mengenal lelah, atau giat.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Menjalankan doktrin yang benar, mereka megang hukum Tuhan, karena mereka membenci golongan Nikolaus yang tidak mengindahkan hukum Tuhan
Tapi semua ini tidak cukup. Mereka masih kurang 1 hal, justru hal yang terpenting, yaitu lunturnya kasih mereka yang mula-mula.




2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sini jelas dikatakan, siapa yang bertelinga hendaklah dia mendengar pesan ini. Supaya apa? Supaya bisa menang.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dan“Barangsiapa menang” dia akan bisa “makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pesan-pesan kepada ketujuh jemaat di Wahyu pasal 2-3
selalu berisikan janji kepada “Barangsiapa menang”.
Kita harus sadar bahwa kemenangan itu hanya diperhitungkan
pada garis finis, setelah pertandingan berakhir.
Sebelum mencapai akhir, tidak ada yang bisa dianggap menang.
Kalau gugur di tengah jalan, kita jelas bukan pemenang.
Demikianlah kita harus berpegang terus kepada Kristus hingga akhir.
Barulah kita bisa dianggap menang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita pertama mengenal “pohon kehidupan” dari Kej. 2:9

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Jadi, Pohon Kehidupan ini tadinya ada di dalam Taman Firdaus yang di dunia, di mana Tuhan menempatkan Adam dan Hawa, dan mereka bebas makan dari pohon itu. Tetapi setelah Adam dan Hawa berdosa, Tuhan menghalangi akses kepada Pohon Kehidupan itu.

Kej.3:22
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Menurut Alkitab, makan buah Pohon Kehidupan itu, akan membuat manusia bisa hidup untuk selama-lamanya. Tuhan tidak mau manusia hidup selamanya dalam dosa. Semakin lama orang hidup, semakin banyak kesempatan dia melakukan lebih banyak lagi dosa. Karena kasih Tuhan kepada manusia, maka akhirnya pohon kehidupan ini dipindahkan ke Surga, bersama-sama dengan Taman Firdausnya sekali. Untuk apa? Disimpan untuk kita. Nanti bilamana sumber dosa sudah dilenyapkan, dan dunia ini sudah diperbarui, maka semua itu dikembalikan kepada manusia, baik Taman Firdausnya, baik Pohon Kehidupannya. Dan pada saat itu kita bisa menikmati buahnya dan hidup untuk selama-lamanya.
Dan dalam Wah. 2:7 Tuhan berjanji kepada jemaat Efesus, siapa yang menang, dia akan diizinkan Tuhan makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Perhatikan ayat ini menyebutkan Pohon Kehidupan itu ada di Taman Firdaus Allah. Jadi Tuhan di sini bicara tentang Taman Firdaus selagi masih ada di Kerajaan Allah, yaitu di Surga, bukan Taman Firdaus setelah dikembalikan kepada manusia di dunia yang sudah diperbarui nanti.
Jadi sebelum dunia diperbarui, sebelum Taman Firdaus itu dikembalikan ke dunia, selagi Taman Firdaus itu masih berada di Surga, siapa yang menang, siapa yang selamat, siapa yang sudah dibenarkan oleh darah Kristus, siapa yang sudah dibangkitkan dalam kebangkitan yang pertama, siapa yang sudah dijemput oleh Kristus ke kerajaanNya, sudah bisa makan dari pohon kehidupan itu. Ini membuktikan bahwa ada suatu masa setelah orang-orang yang selamat dibangkitkan dan dibawa ke Surga, mereka sudah bisa menikmati Pohon Kehidupan yang ada di Surga ini, sebelum Pohon Kehidupan itu nanti dikembalikan ke dunia yang baru.
Dalam pembahasan pasal-pasal selanjutnya nanti dari Kitab Wahyu, kita akan tahu ada masa 1000 tahun orang-orang tebusan berada di Surga bersama Allah sebelum mereka kembali ke dunia ini yang diperbarui.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pesan kepada ketujuh jemaat dari Wahyu pasal 2 dan 3 ini adalah pesan kepada semua jemaat dari segala zaman. (ingat angka 7 adalah angka“komplet” atau “sempurna”)
Artinya, bukan hanya jemaat Efesus saja yang harus kembali kepada kasih yang mula-mula, tetapi semua jemaat Kristus yang ada di dunia ini,
tidak boleh meninggalkan kasih yang mula-mula.
Jadi pesanNya berlaku bagi semua jemaat pada semua masa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapiketujuh surat itu juga merupakan pembagian tipe jemaat secara garis besar mulai dari zaman para rasul hingga ke akhir zaman.
Dan jemaat Efesus ini mewakili jemat dari zaman para rasul hingga ke abad yang pertama [100 AD] atau sekitar kematian Yohanes, rasul yang terakhir.




2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sini jelas dikatakan, siapa yang bertelinga hendaklah dia mendengar pesan ini. Supaya apa? Supaya bisa menang.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dan“Barangsiapa menang” dia akan bisa “makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pesan-pesan kepada ketujuh jemaat di Wahyu pasal 2-3
selalu berisikan janji kepada “Barangsiapa menang”.
Kita harus sadar bahwa kemenangan itu hanya diperhitungkan
pada garis finis, setelah pertandingan berakhir.
Sebelum mencapai akhir, tidak ada yang bisa dianggap menang.
Kalau gugur di tengah jalan, kita jelas bukan pemenang.
Demikianlah kita harus berpegang terus kepada Kristus hingga akhir.
Barulah kita bisa dianggap menang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita pertama mengenal “pohon kehidupan” dari Kej. 2:9

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Jadi, Pohon Kehidupan ini tadinya ada di dalam Taman Firdaus yang di dunia, di mana Tuhan menempatkan Adam dan Hawa, dan mereka bebas makan dari pohon itu. Tetapi setelah Adam dan Hawa berdosa, Tuhan menghalangi akses kepada Pohon Kehidupan itu.

Kej.3:22
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Menurut Alkitab, makan buah Pohon Kehidupan itu, akan membuat manusia bisa hidup untuk selama-lamanya. Tuhan tidak mau manusia hidup selamanya dalam dosa. Semakin lama orang hidup, semakin banyak kesempatan dia melakukan lebih banyak lagi dosa. Karena kasih Tuhan kepada manusia, maka akhirnya pohon kehidupan ini dipindahkan ke Surga, bersama-sama dengan Taman Firdausnya sekali. Untuk apa? Disimpan untuk kita. Nanti bilamana sumber dosa sudah dilenyapkan, dan dunia ini sudah diperbarui, maka semua itu dikembalikan kepada manusia, baik Taman Firdausnya, baik Pohon Kehidupannya. Dan pada saat itu kita bisa menikmati buahnya dan hidup untuk selama-lamanya.
Dan dalam Wah. 2:7 Tuhan berjanji kepada jemaat Efesus, siapa yang menang, dia akan diizinkan Tuhan makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Perhatikan ayat ini menyebutkan Pohon Kehidupan itu ada di Taman Firdaus Allah. Jadi Tuhan di sini bicara tentang Taman Firdaus selagi masih ada di Kerajaan Allah, yaitu di Surga, bukan Taman Firdaus setelah dikembalikan kepada manusia di dunia yang sudah diperbarui nanti.
Jadi sebelum dunia diperbarui, sebelum Taman Firdaus itu dikembalikan ke dunia, selagi Taman Firdaus itu masih berada di Surga, siapa yang menang, siapa yang selamat, siapa yang sudah dibenarkan oleh darah Kristus, siapa yang sudah dibangkitkan dalam kebangkitan yang pertama, siapa yang sudah dijemput oleh Kristus ke kerajaanNya, sudah bisa makan dari pohon kehidupan itu. Ini membuktikan bahwa ada suatu masa setelah orang-orang yang selamat dibangkitkan dan dibawa ke Surga, mereka sudah bisa menikmati Pohon Kehidupan yang ada di Surga ini, sebelum Pohon Kehidupan itu nanti dikembalikan ke dunia yang baru.
Dalam pembahasan pasal-pasal selanjutnya nanti dari Kitab Wahyu, kita akan tahu ada masa 1000 tahun orang-orang tebusan berada di Surga bersama Allah sebelum mereka kembali ke dunia ini yang diperbarui.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pesan kepada ketujuh jemaat dari Wahyu pasal 2 dan 3 ini adalah pesan kepada semua jemaat dari segala zaman. (ingat angka 7 adalah angka“komplet” atau “sempurna”)
Artinya, bukan hanya jemaat Efesus saja yang harus kembali kepada kasih yang mula-mula, tetapi semua jemaat Kristus yang ada di dunia ini,
tidak boleh meninggalkan kasih yang mula-mula.
Jadi pesanNya berlaku bagi semua jemaat pada semua masa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapiketujuh surat itu juga merupakan pembagian tipe jemaat secara garis besar mulai dari zaman para rasul hingga ke akhir zaman.
Dan jemaat Efesus ini mewakili jemat dari zaman para rasul hingga ke abad yang pertama [100 AD] atau sekitar kematian Yohanes, rasul yang terakhir.




SURAT KEPADA JEMAAT DI SMIRNA

2:8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Berikutnya, adalah pesan kepada jemaat di Smirna. Kata Smirna bunyinya mirip kata “myrrh” [mur], salah satu bahan wangi-wangianyang dipakai sebagai minyak penyembuh atau untuk melaburi mayat. Kita baca di:

Yoh. 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

Jadi dari namanya saja, kita tahu bahwa jemaat ini merupakan jemaat yang “harum” di hadapan Tuhan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kembali Kristus memperkenalkan Dirinya, kali ini sebagai “Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali”.
Jemaat di Smirna ini adalah jemaat yang mengalami penganiayaan berat. Maka dengan kalimat yang pertama, Kristus sudah memberikan pengharapan kepada mereka. Kristus menyebut tentang kematianNya, mengingatkan mereka bahwa jika mereka juga harus mengalami kematian akibat membela iman mereka, itu bukanlah hal yang luar biasa, karena Tuhan mereka, juga mengalaminya. Tetapi Kristus juga mengingatkan mereka bahwa Dia pun telah “hidup kembali”, jadi mereka juga punya pengharapan yang sama, bahwa mereka juga suatu saat akan hidup kembali sebagaimana Tuhan mereka.




2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaat Iblis.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jemaat yang menderita kesusahan, dan kemiskinan dan yang difitnah, tetapi Kristus berkata, “engkau kaya”. Mereka miskin harta, miskin materi, tetapi kaya dalam iman, kaya secara spiritual. Kita tahu bahwa penganiayaan memurnikan iman. Jemaat ini menjadi target penganiayaan kaisar-kaisar Roma pagan [Roma kuno]. Di bawah ini adalah nama-nama kaisar Roma kuno yang memburu, menangkap dan menganiaya hingga membunuh orang-orang Kristen pada waktu itu.
Trajan 98– 117 A.D.
Hadrian 117 – 138 A.D.
Antoninus Pius 138 - 161 A.D.
Marcus Aurelius 161 - 180 A.D.
Commodus 180 - 192 A.D.
Septimus Severus 193 - 211 A.D.
Alexander Severus 222 - 235 A.D.
Maximus 235 - 238 A.D.
Decius Trajan 249 - 251 A.D.
Gallus 251 - 253 A.D.
Valerian 253 - 260 A.D.
Aurelian 270 - 275 A.D.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tuhan juga mengatakan bahwa Dia tahu mengenai fitnah orang-orang yang “menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya …adalah jemaat Iblis.”
Ini bukan satu-satunya peringatan Tuhan tentang keberadaan jemaat Iblis. Ini adalah jemaat pertama yang punya urusan dengan jemaat Iblis, tetapi sejak era jemaat Smirna ini, keberadaan jemaat Iblis ini terus eksis.

Kata “Yahudi” itu diaplikasikan kepada semua umat Allah sekarang, bukan hanya orang-orang yang berdarah Yahudi. Setelah bangsa Yahudi menolak Kristus sebagai Messias mereka, sejak itu Kristus membuka kesempatan kepada semua orang dari segala bangsa dan keturunan untuk menjadi umatNya. Dan mereka ini disebut “Yahudi secara rohani”. “Yahudi” artinya umat Tuhan, bukan lagi karena keturunan secara jasmani/daging [berdarah Yahudi], melainkan secara rohani [pengikut Kristus]

Rom. 9:6-8
Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu." Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

Rom 2:28-29
Sebabyang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Jadi, “jemaat Iblis”ini bukanlah orang-orang luar, bukan orang-orang tidak percaya, bukan orang-orang non-Kristen, melainkan justru mereka menyebut diri mereka orang Yahudi [rohani], umat Allah, orang-orang Kristen. Berarti mereka ada di antara umat Allah, berkumpul bersama umat Allah, tapi mereka sebenarnya adalah anak buah Iblis, jemaat Iblis, penyembah Iblis. Kita perlu berhati-hati agar kita tidak tertipu atau apakah kita sendiri tersesat masuk menjadianggota jemaat Iblis, walaupun kita menganggap kita adalah umat Allah?
Tuhan sudah mengingatkan kita tentang keberadaan jemaat Iblis ini. Dan pesan ini masih akan diulang-ulangiNya lagi. Oleh karena itu kita harus waspada dan sadar siapa yang dimaksud oleh Tuhan dan apa tanda-tanda pengenal jemaat Iblis ini.




2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tuhan mengingatkan bahwa jemaat pada zaman ini akan mengalami penganiayaan. Waktunya adalah “sepuluh hari”.

Yehez 4:6
…. Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.

Bil 14:34
Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:

Kita sudah tahu 1 hari nubuatan = 1 tahun kita, makan 10 hari di sini = 10 tahun. Walaupun penganiayaan dan pengejaran terhadap orang-orang Kristen itu terus ada pada abad-abad awal perkembangan agama Kristen, tetapi yang paling parah pada waktu itu terjadi pada zaman pemerintahan Diocletian, dari tahun 303-313 AD.
Sejarah mencatat Diocletian-lah yang mengeluarkan perintah untuk melenyapkan orang-orang Kristen dan juga kitab suci dari seluruh negeri di bawah pemerintahannya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Ungkapan “setia sampai mati” bermakna ganda. Bisa berarti “setia walaupun sampai dibunuh” [mati sebagai martir] atau juga “setia hingga ajal tiba” [= tidakmati sebagai martir]. Yang penting adalah “setia hingga napas terakhir”tidak jadi soal apa penyebab kematiannya. Kesetiaan tidak ada gunanya kalau tidak sampai ajal. Kalau hanya separo jalan, maka sia-sialah semuanya, karena hanya bagi yang setia sampai akhir hayatnya, itulah yang akan mendapat “mahkota kehidupan” dari Kristus.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kapankah mahkota kehidupan ini akan diterima?

2 Tim. 4:8
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Terjemahan World Wide English (WWE)
From now on, my reward is waiting for me, because I have done what is right. The Lord will repay me on the day when He comes back. He judges the right way. I will not be the only one to get a reward from him. But he will repay all those who want very much to see him.

Jadi jelaslah, mahkota kehidupan ini TIDAK kita terima pada saat kematian, melainkan “pada hari-Nya” [“on the day when He comes back” = pada hari Tuhan kembali]. Satu ayat lagi dalam Alkitab yang menjelaskan bahwa pada saat kematian, manusia belum mendapatkan pahala maupun hukuman, tetapi semua itu baru akan diberikan nanti pada hari Yesus Kristus kembali.




2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kembali diserukan supaya yang bertelinga, mendengar amaran ini. Bukan untuk dilupakan, bukan untuk tidak dipelajari, tetapi untuk didengarkan, dan tentu saja dituruti. Kalau hanya mendengar saja tapi tidak dituruti, tidak ada manfaatnya.
Janji yang diberikan adalah kepadaBarangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua." Menang dari apa? Dari penyiksaan, dari kesulitan, dari pengejaran, bahkan dari hukuman mati. Dan jangan lupa,“menang” berarti harus menyelesaikan pertandingan sampai akhir,dan tidak gugur di tengah jalan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kristus menjanjikan, mereka yang tetap setia dalam masa kesulitan [tribulasi], “tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua." Kembali kita berjumpa dengan istilah “kematian yang kedua”. Kematian apa ini?
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Kematian yang pertama adalah kematian jasmani, yang dialami oleh hampir semua orang[kecuali beberapa gelintir manusia, misalnya Henoch, Elia]. Kematian yang pertama, untuk pertama kalinya dirasakan oleh Habel, dan ini menjadi bagian hampir semua manusia yang pernah hidup.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Kematian yang kedua adalah kematian total, kematian kekal, jasmani dan rohani sampai habis seluruhnya, yang hanya dialami oleh mereka yang tidak selamat.

Wah. 20:15
Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tidak ada teguran untuk jemaat ini, hanya pesan agar setia sampai mati. Memang benar, ujian dan aniaya selalu bermanfaat untuk memurnikan iman.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jemaat Smirna ini mewakili jemaat antara tahun 100– 313AD.




SURAT KEPADA JEMAAT DI PERGAMUS

2:12 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jemaat yang ketiga yang mendapat amaran adalah yang di Pergamus. Pergamus adalah sebuah kota di Mysia, dekat sungai Caicus. Pergamus merupakan pusat penyembahan dewa matahari bangsa Babilon. Di sana ada sebuah kuil yg terkenal, yaitu Esculapius, yang memakai lambang seekor ular. Kita tahu, di dalam Alkitab, sering ular dipakai sebagai lambang Setan.
Wahyu 12:9
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Sejarah mencatat ketika Cyrus menaklukkan kota Babilon, pusat ajaran sesat Setan, imam-imam Babilon melarikan diri ke Pergamus dan menjadikan tempat itu domisili mereka. Di sini mereka mendirikan lagi pusat penyembahan berhala mereka dan mereka mengangkat raja-raja Pergamus sebagai kepala agama mereka. Ketika Attalus III, raja mereka yang terakhir mati tahun 133 BC, dia mewariskan kerajaan dan keimamatannya kepada bangsa Roma. Satu abad kemudian, baik Julius Ceasar maupun penerusnya Ceasar Augustus, yang menjadi kaisar-kaisar Roma, juga menjabat Pontifex Maximus [kepala semua imam] kerajaan. Jabatan itu diturunkan ke ahliwaris-ahliwarisnya hingga kaisar Gratian (pada 380 AD), yang menyerahkannya kepada Kepausan. (Paus yang pertama menerima titel dan jabatan Pontifex Maximus itu adalah Damasus,) dan sejak itu jabatan dan titel Pontifex Maximus diwarisi oleh Paus-paus Roma. Dengan demikian kota Pergamus menjadi rantai penghubung antara dua Babilon [Babilon kuno dan Roma yang juga disebut Babilon dalam Alkitab]. Sistem Kepausan dibuat menurut pola dua Babilon itu.” [The Seven Epistles of Christ, Taylor G Bunch, hal 149, 150.]
1 Pet. 5:13
Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.

Surat ini ditulis Petrus dari Roma. Jadi Roma dulu dijuluki Babilon.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kata “Pergamus” sendiri berarti “ditinggikan”atau “ketinggian”. Jadi dari namanya saja kita sudah mendapat dua ciri khas jemaat ini, yaitu:
(1) mereka ada hubungannya dengan Setan (ular), dan mereka itu
(2) memiliki perasaan sombong(ditinggikan/ketinggian).

Ini adalah masa di mana umat Allah menghadapi rayuan dunia, politik, ketenaran, dan kebanggaan, yang mulai mengerosi kemurnian jemaat dan mendatangkan kesalahan dan kejahatan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kristus memperkenalkan DiriNya sebagai “yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua”.
Pedang bermata dua adalah firman Tuhan, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kita lihat nanti bahwa jemaat ini sudah mengalami penyimpangan dari doktrin, sehingga Tuhan perlu mengunjungi mereka dengan FirmanNya, untuk menunjukkan kepada mereka di mana letak kesalahan mereka. Jadi kalau kita tidak rajin mempelajari Alkitab, mana kita tahu mana yang benar dan mana yang salah?

Ibrani 4:12-13
Sebab firman Allahhidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Hanya Firman Tuhan-lah yang dimetaforkan seperti pedang yang bermata dua, yang begitu tajamnya hingga bisa menusuk dalam, memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum. Firman Tuhan-lah yang bisa memisahkan antara segala yang palsu dari yang tulen, antara yang salah dari yang benar, antara tradisi buatan manusia dari hukum yang dibuat Allah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jadi dari awal Kristus sudah menyatakan kepada jemaat Pergamus ini bahwa “segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” Banyak kepalsuan telah masuk dan bercampur dengan kebenaran di dalam jemaat Tuhan. Pencampuran ini mungkin tidak kentara di mata manusia, tetapi di depan Kristus semua perkara itu tampak terbuka, telanjang, dan jelas. Karena itu Kristus lebih dulu sudah mengatakan bahwa Firman Allah yang bisa menyatakan dan memisahkan mana yang benar dan mana yang salah. Kita harus membandingkan semuanya dengan apa yang sudah tertulis di dalam Firman Tuhan. Kalau kita tidak mendasarkan iman kita HANYA kepada Firman Allah ini, dan merangkul yang salah, maka Dia menuntut pertanggungjawaban kita kepadaNya. ·




2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kristus mengatakan “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis”
Ini jelas tidak bicara tentang lokasi tertentu, karena Iblis tidak punya alamat khusus. Kalau Tuhan domisilinya di Surga, tetapi Iblis sudah dicampakkan dari Surga ke bumi. Jadi seluruh bumi inilah tempatnya. Di mana ada orang percaya, di situlah Iblis ingin mendirikan takhtanya. Tetapi, ayat ini menyatakan bahwa pada masa jemaat Pergamus inilah, Iblis berhasil mendirikan takhtanya di dalam jemaat Pergamus.

Kita juga sudah tahu bahwa nama jemaat Pergamus ini tidak hanya mewakili satu jemaat kecil di kota Pergamus, melainkan seluruh jemaat di mana saja yang ada pada masa itu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku”
Tetapi, untunglah, masih ada yang berpegang kepada nama Tuhan dan tidak menyangkal iman kepadaNya. Pada segala zaman, Tuhan selalu punya umat yang masih setia kepadaNya, walaupun cuma beberapa gelintir orang, satu keluarga kecil seperti ketika Sodom dan Gomorrah dihancurkan dan seperti ketika dunia ditenggelamkan dalam air bah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sekarang Tuhan memberikan amaran dengan menyebut sebuah nama Antipas”,saksi Tuhan yang setia, yang dibunuh. Kita bisa memeriksa seluruh Alkitab dan sejarah gereja pada zaman itu, tetapi kita tidak akan menemukan nama “Antipas” ini. Karena ini bukanlah nama yang sebenarnya seperti Daud, Paulus, Yohanes, dll. Ini nama samaran. Nama ini dibentuk dari 2 kata, yaitu:
< !--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Anti [= menentang] dan
< !--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Papas [= bapak]. Kita tahu bahwa kata “Pope” [Paus] dan Papal [Kepausan] berasal dari kata Papas ini.

Jadi siapakah “Antipas” yang disebut Kristus di ayat ini? Mereka adalah golongan orang yang menentang kebijakan Paus/Kepausan, yang karena kesetiaan mereka, telah dibunuh. Oleh siapa? Ya secara logis, kalau mereka ini menentang Paus/Kepausan, tentunya yang membunuh mereka adalah yang mereka tentang, jadi tak lain kecuali Paus/Kepausan.
Sejarah menyatakan pada zaman itu di Konstantinopel dan Roma kekuasan para Uskup dan Paus sedemikian besarnya hingga bisa menaklukkan raja-raja dunia, dan menginjak-injak wewenang gereja Kristus.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kembali Kristus mengulang lagi pernyataan “dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam”. Di mana Iblis berdiam? “di hadapan kamu” artinya jelas, yaitu di dalam jemaat Kristus! Bukan di tempat lain, bukan di jemaat Setan, tetapi justru di dalam jemaat Kristus, yang sudah terpolusi oleh segala ajaran yang salah. Maka mulai periode ini, jemaat Kristus sudah tidak murni lagi, karena telah kemasukkan Iblis.






2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kisah Bileam ini bisa dibaca di Bil. 22-25; 31:13-16. Singkat cerita, Bileam ini seorang nabi Tuhan yang menjadi mata duitan. Demi uang raja Balak, dia mau disuruh mengutuk orang Israel, namun campur tangan Tuhan menggagalkan usahanya. Terakhir dia pintar. Dia menyuruh Balak menyodorkan perempuan-perempuan Moab ke dalam perkampungan orang-orang Israel. Dengan demikian, laki-laki Israel yang terkena rayuan, berzinah dengan perempuan-perempuan Moab ini, dan mengikuti mereka dalam pesta-pesta menyembah berhala, dan dengan demikian Tuhan sendiri yang menghukum orang-orang Israel. Dan akhirnya 24ribu orang Israel mati.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Nah, rupanya jemaat zaman Pergamus ini telah kemasukan ajaran Bileam yang menyesatkan, sehingga mereka ikut menyembah berhala dan berbuat zinah. Itulah sebabnya Alkitab menekankan supaya umat Allah tidak mencari pasangan yang bukan umat Allah, karena ujung-ujungnya mereka akan disesatkan. Camkanlah tulisan Paulus di bawah ini:

I Kor. 7:39
Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.

2 Kor. 6:14
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tuhan mengatakan, “Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau”. Kompromi selalu dimulai dari hal-hal kecil, lalu meningkat secara bertahap. Jemaat zaman Pergamus telah berkompromi menerima ajaran yang salah, telah membiarkan ajaran sesat menyelinap masuk dan mempolusikannya. Praktek-praktek yang tidak pernah diajarkan Tuhan, sekarang bermunculan di dalam jemaat Kristus, seperti berdoa dan membakar lilin di hadapan patung-patung orang-orang yang disucikan, berdoa kepada Bunda Maria yang dianggap sebagai perantara manusia dan Tuhan [padahal hanya Kristus-lah perantara Tuhan dan manusia], memohon orang-orang suci yang sudah mati mendoakan mereka, memberkati mereka, penggantian hari berbakti dari hari ke-7 menjadi hari pertama, dan semakin lama semakin banyak perayaan dan upacara yang mengandung unsur-unsur penyembahan berhala diinkorporasikan ke dalam ibadah jemaat Kristus. Semua ini, kata Kristus, adalah ajaran Bileam, makan persembahan berhala dan berzinah.

Kata“berzinah” di Alkitab tidak hanya dipakai dalam arti “berzinah antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat perkawinan”, tetapi juga dipakai untuk menggambarkan ketidaksetiaan umat Tuhan kepada Allah mereka.
Yer. 3:1
Firman-Nya: "Jika seseorang menceraikan isterinya, lalu perempuan itu pergi dari padanya dan menjadi isteri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu? Bukankah negeri itu sudah tetap cemar? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN.

2:15 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sini disebut lagi tentang pengikut Nikolaus. Di atas sudah dikatakan bahwa ajaran Nikolaus mengatakan, karena manusia diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan, maka tidak perlu lagi ada hukum. Hukum sudah dihapus. Sekali diselamatkan, selamanya selamat, tidak usah mematuhi hukum Tuhan.
Tetapi apa kata Tuhan? Apakah benar kasih karunia menghapus hukum Tuhan? TIDAK. Karena di ayat ini jelas Kristus menegur jemaat Pergamus ~ “Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau” ~ karena di antara mereka telah kemasukan orang-orang pengikut Nikolaus ini. Berarti, ajaran Nikolaus itu keliru. Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa kasih karuniaNya menghapus hukumNya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kalau di zaman jemaat Efesus, golongan Nikolaus ini ditentang, tetapi di zaman jemaat Pergamus, ajaran ini sudah berhasil menginfiltrasi masuk mempolusi jemaat Kristus. Demi mendahulukan “perdamaian, ketenteraman dan keutuhan” di dalam jemaat, maka kompromi dengan ajaran yang salah pun dibuka. Tetapi, itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan!
Maka patutlah Tuhan punya keberatan terhadap jemaat Pergamus ini. Mereka telah menerima ajaran-ajaran Bileam dan Nikolaus di dalam jemaat mereka.
Siapa yang mengatakan jemaat Kristus itu selalu murni dan selalu benar? Teguran Tuhan kepada jemaat Pergamus ini jelas menunjukkan bahwa jemaat pada zaman itu sudah kehilangan kemurniannya.




2:16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepa-damu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kristus menyerukan supaya mereka bertobat, dan menyebutkan konsekuensinya jika mereka tidak bertobat. Inilah jemaat pertama yang mendapat teguran keras dari Kristus. BERTOBATLAH! Berarti di mata Kristus mereka sudah tersesat dan harus bertobat dari dosa mereka. Dan apabila tidak, Kristus akan segera datang dan “memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.” Kita sudah tahu pedang yang di mulut Kristus adalah Firman Tuhan. Maka Kristus akan mengkonfrontasi mereka dengan FirmanNya, yang bisa membuktikan kesalahan mereka. ·





2:17 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Lagi-lagi“Barangsiapa menang” ~ Menang dari apa? Jelas dari tidak terpolusi oleh ajaran-ajaran yang sesat, karena hal itulah yang ditegur oleh Kristus. Kali ini, “menang” berarti setia sampai akhir kepada Firman Tuhan, dan tidak menyimpang ke ajaran-ajaran yang lain.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->manna yang tersembunyi” ~ kita tahu manna adalah makanan malaikat yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel selama 40 tahun perjalanan mereka keluar dari Mesir menuju Kana’an. Di sini Kristus menjanjikan “manna yang tersembunyi” karena belum dinyatakan. Sama seperti amaran kepada dua jemaat sebelumnya, pahala yang dijanjikan ini akan diserahkan nanti pada saat umat Allah menerima hak waris mereka di kerajaan Allah.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Selain itu, Kristus juga akan “mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya." Batu putih melambangkan kesucian. Berarti si penerima adalah mereka yang bisa mempertahankan kesucian mereka hingga akhir, tidak terpolusi oleh segala ajaran yang sesat, sehingga mereka dikaruniai batu yang putih, yang melambangkan kesucian mereka.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sini Tuhan juga menyatakan, bahwa setiap orang adalah unik bagiNya. Tuhan mengenal secara pribadi satu per satu anak-anakNya, dan Dia akan memberikan nama baru yang khas kepada setiap pemenang, yang hanya akan diketahui oleh yang menerima.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jemaat Pergamus ini mewakili jemaat dari tahun 313– 538 AD. ·



SURAT KEPADA JEMAAT DI TIATIRA

2:18 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jemaat berikutnya yang menerima amaran Tuhan adalah jemaat Tiatira. Tiatira berarti“karya yang harum baunya” atau “pengorbanan tanda penyesalan”.Melihat namanya saja, kita sudah mendapatkan kesan, bahwa jemaat ini mempersembahkan kurban yang harum kepada Tuhan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kepada mereka Kristus pertama-tama memperkenalkan DiriNya sebagai “Anak Allah”. Hanya kepada jemaat inilah Kristus memperkenalkan DiriNya sebagai Anak Allah. Karena pada zaman ini, ada yang telah mengangkat dirinya sebagai wakil [vikar] Allah, seperti yang sudah diperingatkan oleh rasul Paulus di:

2 Tes. 2:3-4
Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

Paulus sudah mengingatkan, bahwa sebelum kedatangan Kristus yang kedua, akan terjadi kemurtadan, dan akan muncul manusia durhaka yang mendatangkan kemurtadan itu, yang pada akhirnya akan dibinasakan. Manusia durhaka ini meninggikan dirinya di atas segala sesuatu yang disembah sebagai allah. Bahkan dia duduk di Bait Allah ~ artinya dia berstatus Kristen, kedudukannya di rumah Tuhan! Dia bukan orang kafir, dia bukan orang atheis, tapi dia berdomisili di rumah Tuhan! Dan dia menyatakan dirinya sebagai Allah! Apakah deskripsi ini masih kurang jelas bagi kita? Bukankah hanya ada satu jawaban saja yang cocok mengisi deskripsi ini? Siapa yang duduk di rumah Tuhan dan menyatakan dirinya sebagai wakil Allah?
Padahal menurut Firman Tuhan, satu-satunya yang berhak mewakili Allah hanyalah Anak Allah. Itulah sebabnya dalam pesannya kepada jemaat Tiatira ini, Kristus memperkenalkan DiriNya sebagai Anak Allah. Tidak ada Anak Allah yang lain kecuali Yesus Kristus!

Yoh. 14:9
Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

1 Tim. 2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus

Kepausan sudah mencoba untuk menggeser posisi Kristus sebagai wakil Allah dan menempatkan dirinya di sana. Maka khusus kepada jemaat Tiatira, Kristus memberikan konfirmasi, bahwa Dialah “Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga” dan bukan orang lain.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Untuk lebih meyakinkan lagi, Kristus mengulangi lagi, Dialah Anak Allah dan Anak Manusia [pernah hidup sebagai manusia] yang deskripsiNya yang sudah tercatat di
Wah. 1:13-15
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian;suara-Nya bagaikan desau air bah.




2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jemaat Tiatira mendapatkan pujian. Tuhan menyatakan Dia tahu semua pekerjaan mereka, kasih mereka, iman mereka, pelayanan mereka, ketekunan mereka. Mereka sudah bisa dikatakan sangat bagus, apalagi mereka bertumbuh terus karena pekerjaan mereka yang akhir lebih banyak daripada yang pertama.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita tahu bahwa hanya di dalam masa kesukaran dan penganiayaanlah suatu jemaat itu bisa dimurnikan. Maka kita sudah bisa memperkirakan bahwa jemaat Tiatira ini mewakili jemaat Tuhan selama periode penganiayaan.






2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapi, ada satu kesalahannya: membiarkan Izebel menyesatkan hamba-hamba Tuhan. Kita mengenal Izebel yang asli dari 1 Raj. 16:31 dan 2 Raj. 9:22. Tetapi di sini jelas yang dibicarakan bukan Izebel istri Ahab tersebut. Izebel di sini hanya merupakan simbol.
Di dalam Alkitab, gereja [jemaat] yang benar dilambangkan oleh seorang wanita yang baik, sedangkan gereja [jemaat] yang murtad, dilambangkan oleh seorang wanita yang jahat. Di ayat 20 sudah disebutkan bahwa Izebel yang dimaksud adalah seorang yang menyebut dirinya nabiah, artinya dia mengaku sebagai utusan Tuhan [padahal bukan]! Kita bisa membaca di Wahyu 17. Jadi Izebel di sini adalah simbol gereja/jemaat yang murtad.

Bagaimana mungkin jemaat Tiatira yang dipuji di ayat 19, sekarang dikatakan telah mengikuti ajaran Izebel yang sesat? Di sini jelaslah bahwa jemaat Tiatira ini bukan hanya satu jemaat, melainkan seluruh jemaat Kristus pada masa itu. Pada masa itu ternyata ada dua kelompok yang eksis bersama-sama, yaitu jemaat yang mendapatkan pujian Kristus dan jemaat yang mengikuti ajaran yang sesat. Dan di dalam jemaat yang benar, telah tercampur jemaat yang mengikuti ajaran yang salah.





2:21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tuhan yang maha pengasih masih memberikan kesempatan bertobat kepada mereka yang sesat, tetapi ternyata jemaat yang murtad ini tidak mau bertobat dari zinahnya. Lagi-lagi dipakai kata “zinah” di sini. Berarti jemaat yang murtad ini sudah menyembah oknum yang lain sebagai Tuhan, bukan Tuhan Sang Khalik Pencipta.





2:22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.
2:23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Peringatan keras dari Kristus. Baik si ibu pelacur (Izebel = jemaat yang sesat), dan yang mengikuti kemurtadannya, maupun anak-anak yang dihasilkannya akan Kumatikan” “jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.” Lewat pekabaran Injil yang benar, Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka yang tersesat ini untuk bertobat.
Jika kita mempelajari kitab Wahyu lebih lanjut, kita akan tahu identitas si ibu pelacur ini, yang sama dengan yang dinubuatkan dalam kitab Daniel. Dan bilamana kita tahu identitas si ibu pelacur ini, maka kita juga akan tahu siapa anak-anaknya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.” Kapankah hal ini akan terjadi? Bagi yang mempelajari nubuatan Daniel dan kitab Wahyu, mereka akan lebih dulu mengetahui waktunya. Tetapi bagi yang lain, pembuktiannya baru akan terlaksana pada akhirnya, ketika Kristus “membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.” ·



2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.
2:25 Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kembali Kristus mengingatkan bahwa ajaran yang dicelaNya di ayat 20 di atas, adalah ajaran seluk-beluk Iblis. Jelas sekali amaran Kristus ini. Peringatan ini bukan datang dari manusia, tetapi dari Kristus sendiri.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dan kepada yang “tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki” [= mendalami/mempelajari]ajaran yang sesat itu, “Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.” Kebenaran diungkapkan Tuhan secara bertahap. Pada zaman ini, untuk periode jemaat Tiatira, yang terpenting adalah umatNya tidak terpikat ajaran seluk beluk Setan, tidak mengikuti wanita Izebel, si ibu pelacur itu. Itulah yang terpenting. Kristus berkata, “peganglah itu sampai Aku datang.” Apa yang kita pegang hingga ajal kita, itu sama dengan hingga kedatangan Kristus.





2:26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jadi yang “menang dan melakukan pekerjaan” Tuhan“sampai kesudahan” itulah yang akan diberi kedudukan khusus. “menang” di sini adalah bisa bertahan “tidak mengikuti ajaran itu [ajaran Izebel] dan yang tidak menyelidiki [= mendalami/mempelajari] apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis”. Tetapi kali ini bukan hanya “menang” yang diminta Tuhan, tetapi juga yang “melakukan pekerjaan-Ku” jadi harus bekerja untuk Tuhan, tidak hanya duduk diam saja. Sampai kapan? Di sini Tuhan menekankan “sampai kesudahan” ~ jadi harus sampai akhir.




2:27 dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk--sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ayat ini sama dengan yang tertulis di Maz 2:8-9

Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

Yang menang dan melakukan pekerjaan Tuhan dari jemaat Tiatira ini akan diberikan kuasa atas bangsa-bangsa. Artinya, bersama-sama dengan Kristus yang akan memerintah “dengan tongkat besi”, mereka akan diberi kuasa menentukan nasib bangsa-bangsa. Kapan hal ini akan terjadi?

1 Kor 6:2
.... tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia?

Setelah kebangkitan yang pertama [jelas jemaat Tiatira sekarang sudah mati semuanya, jadi peristiwa ini harus terjadi setelah mereka dibangkitkan dan dibawa ke Kerajaan Allah], maka:

Wah 20:4
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwamereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Wahyu 20:12
Dan saya [Yohanes] melihat orang-orang mati, besar kecil, berdiri di depan takhta itu. Maka buku-buku pun dibukalah. Lalu sebuah buku yang lain dibuka, yaitu Buku Orang Hidup. Kemudian hukuman dijatuhkan ke atas orang mati, setimpal dengan perbuatan mereka menurut yang tercatat di dalam buku-buku itu.

Tentang Kerajaan 1000 tahun ini akan dibahas kemudian bilamana kita tiba pada pasal itu. Sementara ini, cukuplah kita tahu bahwa selama 1000 tahun itu, orang-orang kudus, orang-orang yang sudah diselamatkan, bersama Kristus akan memeriksa buku-buku catatan semua orang yang pernah hidup, lalu menghakimi semua bangsa yang tidak selamat.Pada saat itulah Kristus akan memerintah [= menghakimi] dengan tongkat besi. Sudah tidak ada lagi pengampunan, tidak ada lagi belas kasihan, tidak ada lagi penghapusan dosa. “hukuman dijatuhkan ke atas orang mati, setimpal dengan perbuatan mereka menurut yang tercatat di dalam buku-buku itu.”mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk”.

Perhatikan di sini jelas ditulis “hukuman dijatuhkan ke atas orang mati” ~ artinya, selama masa 1000 tahun itu, ketika orang-orang benar bersama Kristus memeriksa kitab catatan perbuatan orang-orang yang tidak selamat, orang-orang yang sedang diperiksa catatan perbuatannya pada saat itu dalam keadaan MATI di dunia ini.




2:28 dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tuhan menjanjikan, akan mengaruniakan kepada jemaat Tiatira ini “bintang timur”. Apakah itu? Di Wahyu 22:16 disebutkan “bintang timur yang gilang-gemilang”. Walaupun sama-sama “bintang timur”-nya, tetapi itu bukan bintang timur yang sama.

Wah. 22:16
“Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”

Di Wahyu 22:16 ini Kristus Sendirilah“bintang timur yang gilang-gemilang” itu.

Tetapi yang dimaksud Wah 2:28 ini bukanlah Kristus karena di ayat ini tidak ditulis “bintang timur yang gilang-gemilang” melainkan hanya “bintang timur”. Dalam bahasa aslinya disebut ὀρθρινός ἀστήρ [ or-thrin-os' as-tare']
Dalam bahasa Inggris disebut “the morning star”. Bintang biasanya muncul pada malam hari, saat langit mulai menjadi gelap. Tetapi ini adalah “bintang pagi”. Sesuai dengan namanya “the morning star” [bintang pagi] ini adalah bintang yang mengawali munculnya matahari memecahkan kegelapan malam.
Maka ayat ini merupakan janji Tuhan kepada jemaat Tiatira yang hidup di zaman penganiyaan Kepausan, bahwa Tuhan akan mengaruniakan kepada mereka “bintang timur” [the morning star] yang akan mengawali munculnya terang yang lebih besar.
Dari sejarah kita mengenal John Wycliffe, seorang reformis berkebangsaan Inggris, yang pada abad ke-14 memelopori gerakan reformasi, [sebelum Luther] membebaskan umat Tuhan dari ajaran Kepausan yang salah. Dialah yang pertama menerjemahkan Alkitab ke bahasa Inggris sehingga bisa dibaca oleh seluruh rakyat di negaranya.
Sebagaimana bintang timur itu mengawali datangnya terang yang lebih besar, maka John Wycliffe ini mengawali gerakan reformasiProtestan yang mengikutinya, di Perancis, di Swiss, di Jerman dan akhirnya menyebar ke seluruh Eropa, tanpa bisa dibendung lagi.




2:29 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jemaat Tiatira ini mewakili jemaat Kristus dari periode 538 – 1798 AD, pada masa kekuasaan Tanduk Kecil yang dinubuatkan oleh Daniel.


(bersambung ke Wahyu pasal 3)