Translate

Wednesday, May 22, 2013

Wahyu 7

KITAB WAHYU
Pasal 7

MEREKA YANG DIMETERAIKAN

Mulai Wahyu pasal 7 kita akan menemukan banyak informasi yang mengejutkan, yang mungkin tidak kita kira sebelumnya. Hendaknya kita membaca dengan hati yang terbuka. Syukur jika kita bisa menerimanya sekarang. Jika tidak, biarlah pembahasan ini kita simpan dalam ingatan kita, siapa tahu suatu waktu akan bermanfaat bagi kita.

Wahyu pasal 7 merupakan kelanjutan pasal 6 dan yang dilihat oleh Yohanes di sini adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum ayat 14 dari pasal 6, karena Wah 6:14-17 merupakan peristiwa-peristiwa pada saat kedatangan Yesus yang kedua kalinya yang merupakan klimaks dari berakhirnya dunia yang kita kenal sekarang ini.

Jadi pasal 7 ini merupakan kelanjutan Wah 6:13, sebelum kedatangan Kristus yang kedua kalinya.

7:1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->empat penjuru bumi” ~ walaupun bumi kita ini bulat, namun langgam bahasa pada zaman Yohanes mengumpamakan semua itu datar, dan bila dikatakan empat penjurunya maka artinya adalah seluruh permukaannya. Di sini “seluruh permukaan bumi” berarti di mana-mana.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->empat angin” ~ kita ingat dalam pembahasan nubuatan Daniel, “angin” adalah lambang peperangan, kekacauan, penderitaan, malapetaka, kondisi yang porak-poranda.
Yer 49:36-37
Aku akan mendatangkan atas Elam keempat angin dari keempat penjuru langit dan akan menyerakkan mereka ke segala mata angin ini, sehingga tidak ada bangsa yang tidak kedatangan orang-orang yang berserakan dari Elam. Aku akan membuat Elam terkejut di depan para musuhnya dan di depan orang-orang yang berusaha mencabut nyawanya. Aku akan mendatangkan atasnya malapetaka, yakni murka-Ku yang menyala-nyala, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyuruhpedang mengejar mereka sampai mereka Kuhabiskan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jadi Yohanes melihat bagaimana Tuhan menyuruh malaikat-malaikatNya untuk masih menahan malapetaka/kekacauan/peperangan besar yang akan mengenai seluruh permukaan bumi ini.
Dunia ini selalu didera oleh peperangan dan kekacauan, namun dua kali Perang Dunia I dan II yang telah menewaskan berjuta manusia itu bukanlah apa-apa, karena pada waktu itu para malaikat masih menahan pelepasan keempat angin dari keempat penjuru bumi”. Bayangkan betapa parahnya keadaan nanti jika Tuhan menyuruh malaikat-malaikatnya melepaskankeempat angin dari keempat penjuru bumi”.

Tuhan sekarang masih memberikan waktu kepada manusia. Tetapi sayangnya, banyak manusia tidak menyadarinya, dan menganggap dunia ini akan tetap eksis untuk waktu yang tidak terbatas.



7:2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ada beberapa hal penting yang dikemukakan dalam dua ayat ini:
“seorang malaikat lain”~ ini adalah malaikat yang berbeda dari keempat malaikat yang menahan angin tadi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Malaikat ini munculnya dari “tempat matahari terbit” ~ secara harafiah ini bisa dianggap dari sebelah timur, karena matahari terbit di sebelah timur, tetapi, Alkitab sendiri memberikan pengertian yang lebih mendalam dari sekadar “sebelah timur”. Di Lukas dan Yehezkiel kita menemukan bahwa “tempat matahari terbit” itu artinya adalah “dari Tuhan”.
Luk 1:78-79
oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."

Yehez 43:2
Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timurdan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya.

Jadi malaikat yang kelima yang dilihat Yohanes ini, datang dari Tuhan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Bukan saja malaikat itu datang dari Allah, tetapi dia juga “membawa meterai Allah”.
Dalam bahasa kita sekarang, dia membawa stempel [cap] Tuhan.
Kita tahu bahwa:

<!--[if !mso]-->
<!--[endif]-->
fungsi sebuah stempel/cap itu adalah untuk
mengesahkan suatu dokumen/suatu perjanjian,
bahwa itu adalah ASLI, SAH dan MENGIKAT kedua belah pihak.

< !--[if !mso]-->
< !--[endif]-->



Maka jika malaikat itu membawa stempel/cap Tuhan, dia bertugas untuk mengesahkan sesuatu. Kita akan segera tahu apa yang akan disahkan itu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Malaikat ini berseru nyaring kepada keempat malaikat yang sedang menahan angin untuk "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
Dari sini kita tahu bahwa malaikat yang membawa stempel Allah itu bertugas memeteraikan hamba-hamba Allah”.Berarti,meterai itu adalah tanda pengesahan perjanjian antara Allah dengan hamba-hamba Allah.

Dan malaikat ini harus menyelesaikan tugasnya dahulu, barulah setelah itukeempat malaikat yang menahan angin, boleh melepaskan “keempat angin dari keempat penjuru bumi.” Tentang pemeteraian hamba-hamba Allah ini juga akan dibahas lagi dalam Wahyu pasal 14.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dari ayat di atas, kita juga tahu bahwa meterai/stempel/cap dari Allah itu akan dipasang pada “dahi”hamba-hamba Allah ini.
Kita tahu di belakang tulang dahi kita, adalah bagian otak yang disebut “frontal lobe” di mana salah satu fungsinya adalah untuk membuat keputusan/pilihan. Sudah barang tentu, stempel/meterai/cap Allah yang akan dipasang pada dahi hamba-hamba Allah ini bukanlah suatu stempel/cap secara harafiah, sudah pasti kita tidak akan melihat manusia-manusia berkeliaran dengan tulisan tinta di dahi mereka. Jadi stempel ini sifatnya simbolis.
Yang distempel bukan kulit dahi kita secara fisik, tetapi keputusan/pilihan yang telah dibuat oleh masing-masing kita. Jika itu merupakan pilihan yang berkenan kepada Allah, setuju dengan kehendak Allah, maka pilihan itu pun disahkan oleh meterai Allah. Dengan demikian menandakan bahwa perjanjian antara Allah dan manusia itu sudah sah, dan akan dihormati oleh kedua belah pihak.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sekarang kita akan mengupas lebih jauh tentang Meterai/Stempel/Cap Allah ini.
Kalau kita perhatikan sebuah stempel/cap, apa yang ada di sana? Pasti ada:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Identitas si pemilik cap/meterai/stempel itu
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Kedudukannya (mengapa dia layak punya stempel tersebut)
< !--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Daerah kekuasaan di mana dia punya wewenang

Misalnya:



Adam (identitas)
Direktur (kedudukan)
PT Makmur (daerah kekuasaannya)


Alkitab adalah buku yang penulisannya berada di bawah panduan Tuhan, maka jika kita mau mencari stempel Tuhan, kita harus mencari di dalam Alkitab.
Kalau kita membaca seluruh Alkitab, kita akan menemukan sesuatu yang sangat istimewa, yaitu, ternyata TUHAN PERNAH MENULIS DENGAN JARINYA SENDIRI PADA DUA LOH BATU. Dibandingkan dengan semua yang pernah ditulis oleh manusia, tentunya apa yang ditulis oleh jari Tuhan sendiri itu lebih istimewa, bukan?
Begitu istimewanya, sehingga kedua loh batu itu ditempatkan di dalam Tabut Perjanjian, yang ditudungi oleh dua patung malaikat, dan diletakkan di dalam tempat yang Mahasuci di dalam Bait Allah. Kita tahu bahwa bilik yang Mahasuci ini tidak boleh dimasuki oleh siapa pun selain Imam Besar, dan itu pun hanya sekali setahun! Tidak ada benda lain lagi yang lebih diistimewakan oleh Tuhan selain kedua loh batu tersebut. KARENA PADA KEDUA LOH BATU ITULAH TUHAN TELAH MENULISKAN 10 HUKUMNYA, yang merupakan dasar pemerintahanNya.

Jadi, jika Tuhan memberikan stempel/meterai/capNya, pasti harus pada tulisan yang ada pada kedua loh batu tersebut, pada 10 HUKUM yang ditulisNya Sendiri. Marilah sekarang kita melihat ke 10 HUKUM yang ditulis Tuhan:
Kel 20:2-17
< !--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
< !--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
< !--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
< !--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHANmemberkati hari Sabat dan menguduskannya.
< !--[if !supportLists]-->5) <!--[endif]-->Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
< !--[if !supportLists]-->6) <!--[endif]-->Jangan membunuh.
< !--[if !supportLists]-->7) <!--[endif]-->Jangan berzinah.
< !--[if !supportLists]-->8) <!--[endif]-->Jangan mencuri.
< !--[if !supportLists]-->9) <!--[endif]-->Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
< !--[if !supportLists]-->10)<!--[endif]-->Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di hukum pertama hingga ketiga, kita menjumpai kata-kata TUHAN dan ALLAH. Begitu juga di hukum yang kelima. Tetapi tidakada keterangan tentang kedudukan/kelayakan serta daerah kekuasaanNya, mengapa TUHAN itu berhak mempunyai kedudukan sebagai ALLAH dan di mana Dia menjadi Allah. Sedangkan di hukum keenam hingga kesepuluh, bahkan tidak disebutkan nama Tuhan sama sekali.

Satu-satunya hukum di mana kita menjumpai ketiga faktor sebuah stempel, adalah pada hukum yang keempat.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->ada identitas, yaitu TUHAN, ALLAHmu
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->ada kedudukan, yaitu Sang Khalik, Allah yang “menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya” dalam enam hari,
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->ada daerah kekuasaanya, yaitu “langit dan bumi, laut dan segala isinya”

Jadi, di hukum yang keempat itulah Tuhan telah meletakkan stempel/ meteraiNya.
< !--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Dia menyebutkan identitasnya,
< !--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Dia menerangkan posisiNya, mengapa Dia yang harus disembah (karena Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi, laut dan segala isinya), dan
< !--[if !supportLists]-->3) Dia menyatakan teritori kekuasaanNya, yaitu langit dan bumi, laut dan segala isinya, karena semua itu diciptakan olehNya, maka Dia berkuasa atas semua itu.

Dengan adanya meterai ini, maka Tuhan menyatakan bahwa Dia tidak bisa dirancukan dengan dewa-dewa atau allah-allah lainnya, karena hanya Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Yeremia menulis:
Yer 10:11
Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini."

Kesimpulan:

<!--[if !mso]-->
<!--[endif]-->
Meterai/stempel/cap Tuhan itu adalah:
Hukum ke empat dari 10 HUKUM:
MEMELIHARA KEKUDUSAN SABAT HARI KETUJUH
< !--[endif]-->







Di atas sudah dikatakan bahwa sebuah meterai/stempel/cap itu mengesahkan suatu dokumen/suatu perjanjian, bahwa itu adalah ASLI, SAH dan MENGIKATkedua belah pihak. Maka hukum yang keempat yang berfungsi sebagai meterai Tuhan itu sudah mengesahkan ke 10 HUKUM sebagai perjanjian yang mengikat antara Tuhan dengan hamba-hambaNya.
Kel 31:13
"Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulahperingatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.
Kata aslinya yang diterjemahkan“peringatan” adalah אות [oth] yang dalam bahasa Inggris artinya “signal” atau “tanda”.
Terjemahan KJV
Speak thou also unto the children of Israel, saying, Verily my sabbaths ye shall keep: for it is A SIGN between me and youthroughout your generations; that ye may know that I am the LORD that doth sanctify you.

Terjemahan KJV lebih jelas, pemeliharaan hari sabat merupakan suatu TANDA antara Tuhan dengan umat Israel turun-temurun, agar mereka tahu Dialah Tuhan yang menguduskan mereka.

Lalu orang-orang Kristen sekarang mengatakan bahwa mereka bukanlah umat Israel, sehingga perjanjian itu tidak berlaku bagi mereka. Benarkah demikian?

Pertama kalau kita mau teliti, kita pertama melihat bahwa Tuhan menciptakan hari perhentian dan memberkati hari ketujuh itu sudah sejak penciptaan dunia.
Kej 2:2-3
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu

Mengapa Allah menciptakan hari perhentian? Apakah Allah bisa capek dan membutuhkan istirahat? Tentu saja tidak!
Mar 2:27
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat

Jelaslah sekarang bahwa sabat hari ketujuh itu diadakan/dijadikan untuk manusia. Nah, pada awal mulanya, manusia di taman Firdaus hanya Adam dan Hawa, belum ada bangsa Israel. Karena itu, Tuhan menetapkan penyucian hari ketujuh sudah sejak awal manusia diciptakan, BUKAN HANYA UNTUK ORANG ISRAEL.

Namun jika kita masih bersikeras menganggap perhentian sabat hari ketujuh itu bukan untuk kita, cobalah kita lihat apa kata Paulus. Paulus berkata, jika kita mengaku milik Kristus, maka kita dianggap keturunan Abraham, yaitu Israel secara rohani, walaupun secara darah/daging kita bukan keturunan Abraham.
Gal 3:29
Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Maka, 10 Hukum yang diturunkan Tuhan di gunung Sinai, termasuk hukumNya yang keempat tentang perhentian sabat hari yang ketujuh itu, BERLAKU JUGA BAGI KITA, YAITU BAGI SEMUA YANG ADALAH ISRAEL SECARA ROHANI.

Dari sejarah kita tahu bahwa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan telah punah pada zaman raja-raja. Karena mereka telah berpaling kepada penyembahan berhala, Tuhan telah meninggalkan mereka, dan yang tersisa hanyalah keturunan Daud [bani Yehuda]. Pada zaman Yesus, mereka sudah jarang disebut orang Israel, tetapi disebut orang Yahudi [dari kata Yehuda]. Setelah kematian Yesus, dan Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa non-Yahudi, maka semua orang yang menerima Yesus Kristus sebagai juruselamatnya, disebut umat Israel, entah dia berdarah Yahudi, maupun yang tidak berdarah Yahudi.

Kita lihat apa kata rasul-rasul Perjanjian Baru mengenai umat “Israel” ini.
Yakobus 1:1
Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.

Pada waktu Yakobus menulis suratnya ini, kedua belas suku Israel yang mula-mula [keturunan Yakub], sudah lama punah, bahkan negara Israel pun sudah dicaplok beberapa bangsa, dan terakhir oleh bangsa Roma. Jadi kepada siapa Yakobus mengalamatkan suratnya ini? Tidak lain kepada semua saudara seimannya di dalam Yesus, ada yang berdarah Yahudi, tetapi lebih banyak lagi yang tidak berdarah Yahudi, karena Yakobus menyebut mereka“di perantauan”.
Terjemahan KJV
James, a servant of God and of the Lord Jesus Christ, to the twelve tribes which are scattered abroad, greeting.

Terjemahan KJV menyebut “kepada kedua belas suku yang tersebar di luar negeri” ~ jadi jelas yang dimaksudnya adalah kepada orang-orang non-Yahudi di luar Yerusalem, karena di luar negeri tentunya ada lebih banyak bangsa-bangsa yang lain yang asli dari sana daripada orang-orang Yahudi yang tinggal di sana.
Rom 9:6-8
Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu." Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

Paulus dengan gamblang mengatakan, bahwa “bukan anak-anak menurut daging [darah Yahudi] adalah anak-anak Allah”, tidak semua yang berasal dari Israel [= berdarah Israel] adalah orang [umat] Israel. Istilah umat Israel setelah kematian Yesus sudah berarti Israel secara rohani, atau umat yang dipilih Tuhan bukan berdasarkan darahnya, melainkan berdasarkan imannya.

Rom 2:29
Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Terjemahan KJV
But he is a Jew, which is one inwardly; and circumcision is that of the heart, in the spirit, and not in the letter; whose praise is not of men, but of God.

Terjemahan KJV lebih tepat, yaitu “orang yang dianggap Yahudi sejati adalah yang Yahudinya secara rohani”, artinya bukan secara lahiriah (karena berdarah Yahudi), melainkan karena beriman dan patuh kepada Tuhan.

Penjelasan tentang “Israel rohani” ini penting dipahami, untuk bisa memahami ayat-ayat berikutnya.


7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6 dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
7:7 dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Yohanes mendengar malaikat itu berkata bahwa jumla h yang akan dime-teraikan adalah 144 ribu, dari semua suku keturunan Israel, masing-masing suku 12ribu.
Kita tahu Israel jasmani terdiri atas 12 suku. Jadi angka 12 itu sudah mencakup seluruh bangsa Israrel tanpa kecuali. Karena Israel jasmani sudah digantikan oleh Israel rohani (semua yang beriman kepada Yesus, apa pun bangsanya) yang tersebar di mana-mana, maka disebutnya ke-12 suku di sini melambangkan tidak ada umat Tuhan yang tidak termasuk dalam bilangan ini.Setiap umat Tuhan dari bangsa apa pun, berada di lokasi mana pun, pasti termasuk salah satu dari ke-12 suku Israel rohani.
Angka 144ribu itu merupakan suatu angka yang simbolis yang menyatakan bahwa semua umat Tuhan mendapat kesempatan yang sama [sama-sama 12ribu dari setiap suku]. Namun banyak gereja yang mengatakan itu adalah angka harafiah, benar-benar hanya 144ribu. Kita tidak perlu mendebatkan angka ini. Angkanya tidak terlalu penting, yang penting adalah jika kita masih hidup di saat itu, semoga satu dari angka itu adalah milik kita.




7:9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
7:10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Adegan berikutnya yang dilihat Yohanes adalah banya k orang “dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa” ~ karena ayat ini mengikuti pemeteraian atas ke 144ribu orang, maka dapat dipastikan bahwa kumpulan besar ini adalah mereka yang dimeteraikan tadi.Di sini dijelaskan lagi bahwa mereka itu terdiri atas ”segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa” ~ dengan demikian menegaskan bahwa mereka bukanlah hanya dari orang-orang yang berdarah Yahudi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kumpulan besar ini “memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka” ~ kita sudah tahu bahwa jubah putih itu dikaruniakan kepada mereka telah memenangkan perjuangan iman mereka, yang setia kepada Tuhan sampai akhir. Dan daun-daun palem merupakan lambang sukacita dan kemenangan.
Yoh 12:13
mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"

Mereka berdiri di hadapan takhta Allah Bapa dan di hadapan Anak Domba dan memuji-muji dengan suara nyaring.


7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
7:12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

Semua yang ada di sana pun menyembah Allah.


7:13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
7:14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ayat 13-17 memberikan keterangan lebih lanjut tentang ke 144ribu orang yang dimeteraikan tersebut.
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar”
Artinya mereka berhasil keluar sebagai pemenang dari kesusahan besar. Kesusahan besar yang mana?
Mat 24:21
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

Yer 30:7
Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya.

Kita akan membahas masa kesusahan besar ini secara lebih rinci nanti pada waktu pembahasan tujuh malapetaka.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” ~ mencuci jubah artinya mereka telah menyucikan diri mereka dalam darah Kristus, mereka tidak lagi tinggal di dalam dosa, mereka telah meninggalkan semua dosa mereka, mereka telah keluar sebagai pemenang, mereka tidak lagi menjadi hamba dosa, mereka tidak lagi melanggar hukum Allah, mereka hidup untuk kemuliaan Allah.
2 Kor 7:1
Saudara-saudara yang tercinta! Semua janji itu ditujukan kepada kita. Oleh sebab itu hendaklah kita membersihkan diri dari segala yang mengotori jiwa raga kita. Hendaklah kita takut kepada Allah, supaya kita dapat hidup khusus untuk Dia dengan sempurna.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya”
Mereka ini memiliki hubungan yang istimewa dengan Tuhan, hubungan yang sangat akrab dan dekat.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi” ~menyatakan bahwa mereka pernah menderita lapar dan dahaga. Pada masa kesusahan besar itu di saat orang-orang yang tidak memiliki tanda binatang (Wah 13:17) itu tidak bisa berjual beli, maka umat Allah ini akan mengalami kelaparan dan kehausan, walaupun Tuhan tetap memeliharakan mereka dengan memberikan mereka makanan dan minuman yang secukupnya untuk bertahan hidup.
Yes 33:16
dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu;rotinya disediakan air minumnya terjamin.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi” ~ juga menandakan bahwa mereka pernah mengalami ketidaknyamanan terkena panas terik saat jatuhnya ketujuh malapetaka yang terakhir.
Wah 16:8-9
Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapi segala derita yang pernah mereka alami tidaklah berarti dibandingkan pahala yang mereka peroleh.
Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”



(bersambung ke pasal 8)