Translate

Wednesday, May 22, 2013

Wahyu 19



(bersambung dari Wahyu pasal 18)

KITAB WAHYU
Pasal 19

PENGHUKUMAN BABEL KOTA BESAR


Dari ayat 1-10, Yohanes menulis mengenai periode setelah penghakiman Babel Kota Besar. Berarti tujuh malapetaka sudah turun, Kristus sudah datang menjemput umat tebusanNya, dan sekarang mereka berada di Surga bersama Kristus.

19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
19:2 sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu."
19:3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Empat ayat pertama dari pasal 19 ini berisi puji-pujian darihimpunan besar orang banyak di sorga”. Inilah mereka yang telah ditebus Kristus dari dunia. Mereka yang sudah dibenarkan dan dibangkitkan dalam kemuliaan, dan mereka yang diangkat hidup-hidup setelah diubahkan. Mereka sekarang memuji Tuhan dengan suara nyaring.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di ayat 2 disebutkan bahwaIalah yang telah menghakimi pelacur besar itudanIalah yang telahmembalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu." Dari ayat ini kita tahu bahwa penghakiman dan pembalasan atas pelacur besar, Babel Kota Besar itu, sudah terjadi. Berarti apa yang dilihat Yohanes ini adalah setelah Kristus tiba kembali di Surga bersama orang-orang tebusanNya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di ayat 4 disinggung tentang ke 24 ketua dan keempat makhluk yang sudah kita kenal dari pasal-pasal sebelumnya. Mereka sedang tersungkur menyembah Allah yang sedang duduk di takhtaNya. Berarti adegan ini terjadi di hadapan takhta Allah.




19:5. Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: "Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!"
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“baik kecil maupun besar!” ~ berarti di Surga ada yang kecil dan ada yang besar. Apakah ini bicara mengenai perbedaan ukuran fisik, atau pangkat/statusnya, Alkitab tidak menjelaskan.




19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Karena dikatakan di sini “Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja” maka jelaslah bahwa pada saat itu Kristus telah menerima kerajaanNya. Kapan ini terjadi?
Mat 16:27-28
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Ayat 6 di atas menunjuk bahwa pada waktu ini Anak Manusia sudah datang ke duna dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya, dan sekarang sudah kembali ke Surga bersama orang-orang tebusanNya.




19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Siapakah pengantinNya ini? Keterangannya ada di pasal 21.
Wah 21:9-11
"Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.




19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Siapa yang memakai kain lenan halus di ayat ini? Si mempelai Anak Domba itu. Dan di sini dijelaskan bahwa “Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.”




Bagaimana sebuah kota bisa memakai kain lenan halus seperti manusia? Ini hanya bahasa simbolis saja, gaya personifikasi yang menyamakan sebuah kota dengan seorang wanita [mempelai]. Tuhan sudah menjelaskan bahwa kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih" adalah “perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.” Kota Yerusalem Baru itu dihuni oleh orang-orang kudus, dan kemuliaan mereka yang berkilau-kilau itu ibarat pakaian cantik bagi kota Yerusalem Baru ini.·



19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita tentunya ingat parabel tentang 5 anak dara yang bijaksana dan 5 anak dara yang bodoh yang juga akan menghadiri perjamuan kawin. Yang 5 membawa minyak cadangan, yang 5 tidak. Baca Matius 25:1-13 untuk cerita lengkapnya. Intinya ada di:
Mat 25:10
Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

Jadi, di parabel ini pengikut-pengikut Kristus, orang-orang tebusan, disimbolkan sebagai tamu-tamu yang diundang ke pesta perkawinan Anak Domba itu dengan kota Yerusalem Baru.

Untuk menepis komentar sinis dari orang-orang yang belum paham, misalnya “Bagaimana Anak Domba bisa menikah dengan sebuah kota? Bukankah yang bisa menikah hanyalah makhluk yang hidup dan bukan benda?” Maka hendaklah dimengerti bahwa ini adalah bahasa kiasan yang melukiskan keintiman hubungan kasih sayang antara Kristus dengan umat tebusanNya seperti seorang laki-laki bagi wanita yang terikat dalam hubungan perkawinan yang suci. Paulus pernah menulis di:
Efe 5:23-25
karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.... Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Karena jemaat [yang adalah orang-orang untuk siapa Kristus telah menyerahkan nyawaNya guna menyelamatkan mereka] ini sekarang diberi wadah/tempat di dalam Kota Yerusalem Baru, maka dikiaskan bahwa Anak Domba itu [Kristus] menjadi suami dari Kota Yerusalem Baru ini [wadahnya],supaya jangan nanti ada lagi komentar-komentar miring yang menuduh Kristus berpoligami, punya istri banyak [semua orang tebusanNya], yang bukan saja wanita, tetapi juga pria!
Dan kita, umat tebusan Tuhan adalah anak-anaknya, seperti tulis Paulus.
Gal 4:26
Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.




19:10 Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ada dua pesan penting di dalam ayat ini:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Saking girangnya Yohanes mendapat kabar bahwa akhirnya orang-orang tebusan akan menikmati kehidupan kekal bersama Kristus, dia tersungkur dan menyembah malaikat yang ada di depannya. Tetapi malaikat itu berkata: “"Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu.” Di sini malaikat itu menyatakan dirinya sebagai “hamba, sama dengan Yohanes dan rekan-rekan sesama Rasulnya. Jadi semua makhluk ciptaan [malaikat juga makhluk ciptaan] statusnya adalah “hamba”. Hanya Tuhanlah Sang Pencipta yang adalah Tuan, hanya Dialah yang Mahakuasa, yang lain semuanya hamba. Hanya Tuhan yang layak disembah. Di sini tampak bahwa seorang malaikat pun tidak berani menerima sujud dari manusia. “Sembahlah Allah!”katanya kepada Yohanes. Jadi, jelas yang boleh kita sembah hanyalah Tuhan Allah, Sang Khalik. Manusia banyak yang masih suka menyembah dan menguduskan orang-orang yang sudah mati, patung-patung, barang-barang peninggalan orang mati yang dianggap bertuah, sakti, atau suci. Semua praktek ini merupakan kebencian dan kejijikan bagi Tuhan, karena hanya Tuhan-lah yang layak disembah.

< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Malaikat itu mengatakan bahwa Yohanes dan saudara-saudaranya [sesama Rasul] itu memiliki“kesaksian Yesus.” Apakah maksudnya? Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat." Roh nubuat jelas adalah kemampuan bernubuat yang diberikan oleh Roh Kudus pada manusia-manusia tertentu. Mereka inilah yang dimusuhi oleh Setan, seperti yang kita baca di
Wah 12:17
Maka marahlah Naga itukepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Ayat ini jelas sekali menunjuk siapakah keturunan perempuan itu, dia harus: 1. menuruti hukum-hukum Allah [semuanya tanpa kecuali]
2. memiliki kesaksian Yesus yang adalah roh bernubuat.


Mulai ayat 11, terjadi perubahan adegan. Kalau sebelumnya Yohanes diberi penglihatan tentang kondisi setelah Kristus menerima kerajaanNya, setelah orang-orang tebusan dibawa ke Surga, maka sekarang dia dibawa mundur ke masa sebelum itu, ke peristiwa terakhir yang menutup malapetaka yang ketujuh, pada saat kedatangan Kristus yang kedua ke dunia ini.




19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
19:12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.
19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
19:14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
19:15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Yohanes melihat “sorga terbuka”, tetapi tidak ada kumpulan banyak orang yang sedang bersorak-sorak memuji Allah, melainkan seekor kuda putih dengan penunggangnya yang akan keluar. Sosok yang dilihatnya ini sudah tak diragukan lagi adalah Kristus sendiri. Dan ayat-ayat ini membuktikannya:

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->namaNya "Yang Setia dan Yang Benar"
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Wahyu 3:14.
"Kepada malaikat jemaat di Laodikia, tulislah begini: Inilah pesan dari Sang Amin, Saksi yang setia dan benar, sumber segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah.

< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->I Yohanes 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“Ia menghakimi dan berperang dengan adil.”
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Kis 4:26
Raja-raja dunia bersiap-siap untuk berperang, dan para pemimpin bersatu melawan Tuhan dan Raja Penyelamat [ABS]

< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Kis 17:31
Sebab Ia sudah menentukan suatu waktu untuk mengadili seluruh dunia ini dengan adil. Tugas itu akan dilakukan oleh seorang yang sudah dipilih Allah untuk itu. Dan supaya semua orang yakin akan hal itu, Allah sudah menghidupkan kembali orang itu dari kematian!"

< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Pengkhotbah 3:8
Allah menentukan waktu untuk mengasihi dan waktu untuk membenci, waktu untuk berperang dan waktu untuk berdamai. [ABS]

< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Yesaya 42:13
TUHAN maju bertempur seperti seorang pahlawan, seperti seorang prajurit penuh semangat berperang. Ia mengangkat pekik pertempuran, dan menunjukkan keunggulan-Nya terhadap lawan.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“mata-Nya bagaikan nyala api”
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Wahyu 1:14
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota” di mana “tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.”
Kata “mahkota” di ayat ini dalam bahasa Yunani disebut διάδημα “diadema”, ini adalah mahkota yang khusus dikenakan hanya oleh raja.Berbeda dengan mahkota yang diberikan kepada orang-orang tebusan yang berhasil mengalahkan Setan dan setia sampai akhir, yang dalam bahasa Yunani disebut στέφανος “stephanos”.
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Yakobus 1:12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota [stephanos] kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Kristus, selain memakai “diadema” juga memakai “stephanos” karena dia juga sudah mengalahkan Setan di atas kayu salib.

Setan, yang ingin menyamai Kristus, juga memakai mahkota “diadema” ini.
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Wah 12:3
Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor Naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota [diadema].

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->jubahNya “telah dicelup dalam darah”
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Yes 63:3-4
Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar. Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“nama-Nya ialah: "Firman Allah."
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Yoh 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia... menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.”
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Kuda melambangkan perang. Warna putih melambangkan kesucian. Berarti dari pihak Kristus, ini adalah perang untuk menegakkan kesucian, karena baik kuda maupuan pakaian pasukannya adalah putih.
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Jadi adegan ini melambangkan Kristus bersama malaikat-malaikatnya siap kembali ke dunia untuk menghadapi Setan dan semua pengikutnya.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa”
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Wahyu 2:12.
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Efesus 6:17
dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Ayat ini sudah menggambarkan bahwa walaupun pertemuanNya yang terakhir dengan Setan digambarkan sebagai peperangan, namun Kristustidak memakai senjata fisik untuk menghancurkan musuh-musuhNya, melainkan memakai “firman Allah” karena Dia sendirilah Firman itu.
Ketika Tuhan menciptakan dunia dan seluruh isinya, Dia memakai FirmanNya, sekarang kembali Dia akan memakai FirmanNya untuk mengakhiri eksistensi mereka.
2 Tes 2:8
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“menggembalakan mereka dengan gada besi”
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Maz 2:9
Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."
Terjemahan yang lebih tepat adalah“tongkat” bukan “gada”. Bahasa aslinya ῥάβδος [hrab’dos]. Yang dimaksudkan adalah tongkat kepemimpinan yang dibawa raja-raja.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.”
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->Wahyu 14:19
Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->“pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis ... "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
< !--[if !supportLists]-->§ <!--[endif]-->1 Tim 6:14-15
Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan




19:17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
19:18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“seorang malaikat berdiri di dalam matahari” terjemahan bahasa Inggris:
“...Then I saw a single angel stationed in the sun’s light ... “ [Amp]
“...And I saw an angel standing in the sun... [NIV, KJV, ASV dll]

Yohanes melihat seorang malaikat berdiri di pancaran sinar matahari [bukan di dalam matahari]. Yohanes melukiskan bahwa malaikat itu berdiri di samping suatu sinar yang mahaterang seperti sinar matahari. Matahari di sini melambangkan Kristus. Untuk apa seorang malaikat harus berdiri di samping matahari? Matahari cuma sebuah planet yang diciptakan Tuhan. Tetapi jika seorang malaikat berdiri di samping Kristus, itu adalah seperti seorang pembawa senjata yang selalu mendampingi panglimanya di medan perang. Kita lihat bahwa Kristus adalah “surya [matahari] kebenaran”di:
Maleakhi 4:2
Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ancaman untuk memberikan daging musuh sebagai makanan burung merupakan tantangan kombat yang dikenal dari zaman dulu, misalnya di:
1 Sam 17:44-46
Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada Binatang-Binatang di padang." Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada Binatang-Binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah

Menjadi makanan burung juga merupakan kutukan bagi umat Allah yang tidak setia dan patuh kepada Allah seperti yang disampaikan oleh Musa di:
Ula 28:15, 26
"Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.... Mayatmu akanmenjadi makanan segala burung di udara serta Binatang-Binatang di bumi, dengan tidak ada yang mengganggunya.




19:19 Dan aku melihat Binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Inilah adegan terakhir sebelum malapetaka ketujuh. Peperangan yang disebutkan di sini bukanlah peperangan aktual, melainkan peperangan spiritual. Pembrontakan Binatang itu dan raja-raja di bumi beserta pengikut mereka terhadap Allah di lukiskan sebagai suatu peperangan, peperangan yang terakhir yang sering disebut Perang [H]Armageddon. Sekarang terbuktilah bahwa selama ini mereka yang berpura-pura memakai nama Allah untuk memaksa manusia tunduk kepada mereka, sesungguhnya adalah musuh-musuh Allah,yang diam-diam berperang melawan Allah. Sekarang ini nyatalah bahwa sebenarnya mereka sedang berperang melawan Allah.





19:20 Maka tertangkaplah Binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari Binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Binatang yang mana yang dibicarakan ini? “Binatang itu” yang disebutkan di dua ayat ini adalah si Naga dari Wahyu pasal 13 [yang juga disebut “Binatang yang pertama”: macan tutul bermulut singa], yaitu Kepausan Roma.
Ayat 19 mengatakan bahwa pada waktu itu Kepausan Roma bersama penguasa-penguasa dunia dan semua tentara mereka akan berkumpul untuk melawan Kristus dan malaikat-malaikatNya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Lalu “Binatang itu” dan “nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda” [terjemahan bahasa Inggris:the false prophet that wrought miracles before him – KJV – “yang mengadakan mujizat-mujizat] dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.”
Siapakah “nabi palsu” ini?
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Dialah yang “telah mengadakan tanda-tanda [mujizat]”
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Dialah yang “menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari Binatang itu dan yang telah menyembah patungnya.”

Maka nabi palsu ini tak lain adalah Binatang bertanduk dua seperti anak domba yang berbicara seperti Naga dari Wah 13:12-17. Kita review sedikit:
Wah 13:13-16
Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumidengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata Binatang itu. Dan ia menyuruhmereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati Binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung Binatang itu, sehingga patung Binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung Binatang itu, dibunuh. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,

Siapa dia? Amerika yang telah menggabungkan autoritas pemerintahan dengan organisasi-organisasi agama! Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah orang-orang yang menjalankan kebijakan negara itu untuk memaksakan pengudusan hari Minggu, termasuk pimpinan organisasi gereja-gereja Protestan yang “mengadakan tanda-tanda [mujizat]”.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Mereka lebih dahulu menerima hukuman Tuhan: “Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.”





19:21 Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita melihat kata “pedang”di sini, dan kita sudah tahu bahwa ini adalah Firman Tuhan.
Efesus 6:17
dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
2 Tes 2:8
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

Sebagaimana pada waktu penciptaan dunia ini, segalanya dijadikan lewat Firman [baca Kejadian pasal 1 dan 2], maka untuk mengakhirinya juga semua orang yang tidak selamat itu dimatikan oleh Firman. Dan di sinilah berlaku ucapan Kristus: “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir” [Wah 21:6]. Artinya Kristus yang mengawalinya dan Kristus pula yang mengakhirinya.

Pada saat orang-orang tebusan dibangkitkan satu per satu dari kematian untuk dibawa kepada Kristus yang menantikan mereka di awan-awan, orang-orang lain yang tidak selamat di dunia ini semuanya jatuh mati oleh FirmanNya. Dan menurut ayat ini mayat mereka tidak akan dikuburkan [siapa yang mengubur karena semua orang mati bersama-sama?] tetapi “semua burung kenyang oleh daging mereka.”

Nabi Yeremia menulis:
Yer 25:32-33
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, malapetaka akan menjalar dari bangsa ke bangsa, suatu badai besar akan berkecamuk dari ujung-ujung bumi. Maka pada hari itu akan bergelimpangan orang-orang yang mati terbunuh oleh TUHAN dari ujung bumi sampai ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang.

Pemazmur juga menulis tentang pemusnahan bumi:
Maz 46:7(6)-11(10)
Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia [=Tuhan] memperde-ngarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela. Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, yang meng-hentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api! "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Tetapi ini belumlah akhir bagi semua orang yang tidak selamat ini. Setelah lewat 1000 tahun nanti, mereka akan dibangkitkan lagi. Inilah kebangkitan yang kedua, dan barulah pada saat itu mereka akan menerima kematian kekal untuk selama-lamanya. Ini akan dibahas tersendiri.

Namun semua orang percaya punya harapan yang lebih indah:
2 Pet 3:12-15
selama kalian menantikan dan merindukan tibanya Hari Allah. Pada Hari itu langit akan habis terbakar, dan karena panasnya, maka benda-benda di langit [terjemahan bahasa Inggris: semua elemen/semua unsur di alam] akan mencair. Tetapi kita menantikan apa yang telah dijanjikan Allah, yaitu langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat keadilan. Sebab itu, Saudara-saudara yang tercinta, sementara kalian menantikan Hari itu, berusahalah sungguh-sungguh untuk hidup suci dan tanpa cela di hadapan Allah. Dan peliharalah hubungan yang baik dengan Allah. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan yang diberikan-Nya kepadamu supaya bisa selamat... [ABS)