Translate

Wednesday, May 22, 2013


APAKAH ROM 6:14 MENGAJAR KITA UNTUK TIDAK PERLU PATUH PADA HUKUM TUHAN?
RENUNGAN MALAM INI:


APAKAH KITA TIDAK PERLU LAGI TAAT KEPADA HUKUM ALLAH?

ROM 6:14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

For sin shall not have dominion over you: for ye are not under the law, but under grace. (KJV)

For sin shall no longer be your master, because you are not under the law, but under grace. (NIV)

Banyak orang yang salah mengartikan tulisan Paulus ini dengan mengatakan bahwa ayat ini membebaskan orang Kristen dari mematuhi Hukum Allah.
ITU ADALAH PEMAHAMAN YANG SALAH.

Marilah kita kupas bersama arti ayat ini:
“Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa” apa arti kalimat ini?

Apakah “dosa” itu?
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab DOSA IALAH PELANGGARAN HUKUM ALLAH. (1 Yoh 3:4) Inilah definisi dosa.

Jika dosa adalah melanggar Hukum Allah, maka:

orang yang TIDAK DIKUASAI LAGI OLEH DOSA = orang yang TIDAK LAGI MELANGGAR HUKUM ALLAH.

Orang yang TIDAK MELANGGAR HUKUM ALLAH = orang yang PATUH PADA HUKUM ALLAH

Jadi, apakah Paulus menulis di sini bahwa HUKUM ALLAH ITU SUDAH DIHAPUS? TIDAK!
Apa Paulus menulis bahwa orang Kristen TIDAK USAH TUNDUK KEPADA HUKUM ALLAH? JUSTRU SEBALIKNYA!
Kalau begitu, apa yang ditulis Paulus? SUPAYA KITA (ORANG KRISTEN) HARUS PATUH PADA HUKUM ALLAH! Kalau kita patuh, kita tidak berbuat dosa, kita tidak dikuasai oleh dosa, karena kita tidak melanggar Hukum Allah. 

Sekarang kita lanjutkan bagian kedua tulisan Paulus ini.

“kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.”

Kalimat “tidak berada di bawah hukum Taurat” jangan diartikan hukum Taurat itu sudah dihapus. Bukan. Karena Yesus sendiri berkata:
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. AKU DATANG BUKAN UNTUK MENIADAKANNYA, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya SELAMA BELUM LENYAP LANGIT DAN BUMI INI, SATU IOTA ATAU SATU TITIK PUN TIDAK AKAN DITIADAKAN DARI HUKUM TAURAT, sebelum semuanya terjadi.” (Matius 5:17-18)

Apakah langit dan bumi ini sekarang sudah lenyap? JELAS BELUM!
Kapan langit dan bumi ini akan lenyap? NANTI, PADA WAKTU KIAMAT.
“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.” (Wahyu 21:1)

Nah, berarti sebelum kiamat, HUKUM TAURAT ITU MASIH TETAP BERLAKU!

Bagian dari Hukum Taurat yang tidak berlaku hanyalah bagian yang merupakan bayangan pekerjaan penebusan Kristus, karena itu sudah digenapi Kristus di salib. Semua upacara kurban dengan segala peraturannya itu berakhir pada waktu Kristus, Domba Allah yang sejati, dikurbankan di salib.

Lihat apa kata-kata Yesus tentang keharusan mematuhi Hukum Allah:
“Jawab Yesus: ‘Apa sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi JIKALAU ENGKAU INGIN MASUK KE DALAM HIDUP, TURUTILAH SEGALA PERINTAH ALLAH.”

Yesus tidak berkata “Turutilah sebagian perintah Allah” atau “Turutilah perintah Allah yang engkau suka”, tapi jelas Yesus berkata “TURUTILAH S E G A L A PERINTAH ALLAH.” Jadi termasuk Hukum Taurat juga!

Paulus yang sama yang menulis ayat Rom 6:14 di atas, juga menulis ayat berikut:
“Jika demikian, adakah kami membatalkan Hukum Taurat karena iman? SAMA SEKALI TIDAK! SEBALIKNYA KAMI MENEGUHKANNYA.” (Rom 3:31)

Lalu mengapa banyak orang Kristen mengatakan Hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi bagi mereka?


Kalau begitu, apa artinya “tidak berada di bawah hukum Taurat”?
Di bawah Hukum Taurat, orang yang berbuat dosa, ganjarannya adalah mati. Mati yang dibicarakan di sini adalah MATI KEKAL. 
“Sebab upah dosa ialah maut” (Rom 6:23) 

Jadi seharusnya kita semua ini akan mati kekal karena kita semua adalah orang berdosa.

“tetapi di bawah kasih karunia” kita tidak perlu mati kekal.
Kok bisa?
Karena hukuman matinya sudah dibayar oleh Kristus ketika Dia mati sebagai kurban dosa kita di salib.

Jadi, ini yang harus kita ingat:
Kita tidak mati kekal BUKAN KARENA HUKUM TAURATNYA DIHAPUS.
Kita tidak mati kekal BUKAN KARENA HUKUMANNYA DIHAPUS.
Tetapi kita tidak mati kekal KARENA KRISTUS YANG TELAH MEMBAYAR HUKUMAN KITA. Inilah Kasih Karunia Tuhan!
Justru dengan Kristus membayar hukuman kita, itu MENEGUHKAN BAHWA HUKUM ALLAH ITU TETAP BERLAKU TERUS.
Andai HUKUM ALLAH sudah dihapus, untuk apa KRISTUS MEMBAYAR HUKUMAN DOSA KITA? Kalau sudah tidak ada HUKUM, dengan sendirinya tidak ada DOSA, karena dosa adalah pelanggaran hukum.

Banyak orang Kristen beranggapan bahwa dengan kematian Kristus di salib, maka Dia telah menghapus Hukum Allah. Tapi ini adalah pemahaman yang keliru. Perhatikan kata-kata Kristus sendiri yang dicatat di Matius 5:17-18:
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya SELAMA BELUM LENYAP LANGIT DAN BUMI INI, SATU IOTA ATAU SATU TITIK PUN TIDAK AKAN DITIADAKAN DARI HUKUM TAURAT, sebelum semuanya terjadi.” (Matius 5:17-18)

Kristus TIDAK berkata “Sesungguhnya setelah kematianKu di salib maka seluruh Hukum Taurat akan ditiadakan” atau ”Sesungguhnya setelah kebangkitanKu seluruh Hukum Taurat akan dihapus.”

Mengapa kita mengubah kata-kata yang diucapkan oleh Kristus sendiri?

Jelas sekali Kristus berkata “SELAMA BELUM LENYAP LANGIT DAN BUMI INI, SATU IOTA ATAU SATU TITIK PUN TIDAK AKAN DITIADAKAN DARI HUKUM TAURAT” jadi janganlah kita menafsirkan sendiri kata-kata yang sudah sangat jelas ini dengan pemahaman yang berbeda.

Krisitus berkata “"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang BUKAN UNTUK MENIADAKANNYA, melainkan untuk menggenapinya.”

Apa artinya Kristus menggenapi Hukum Taurat?
Di sini Kristus berbicara mengenai bagian Hukum Taurat yang berkaitan dengan semua upacara kurban. Kita sudah tahu bahwa semua upacara kurban itu diajarkan Tuhan kepada manusia sebagai lambang penebusan Kristus. Dan sekarang KRISTUS SENDIRI SUDAH DATANG KE DUNIA SEBAGAI PENGGENAPAN SEMUA UPACARA KURBAN TERSEBUT. Kristus-lah kurban yang sejati, yang selama ribuan tahun dilambangkan oleh hewan-hewan kurban. Karena itu, setelah pengurbanan Kristus di salib, semua upacara kurban hewan sudah berakhir. Kristus sudah menggenapi apa yang selama itu dilambangkan oleh kurban-kurban hewan.

Moga-moga pembahasan ini bermanfaat. Jadi, janganlah kita karena salah pengertian menganggap kita tidak perlu tunduk lagi kepada Hukum Taurat atau Hukum Allah, lalu kita boleh berbuat sesuka hati kita tanpa perduli apakah perbuatan kita itu melanggar Hukum Tuhan atau tidak. Karena jika kita sengaja melanggar Hukum Tuhan, maka tidak ada lagi pengampunan. Perhatikan tulisan Paulus di bawah ini:

“Sebab jika kita SENGAJA BERBUAT DOSA, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka TIDAK ADA LAGI KORBAN UNTUK MENGHAPUS DOSA ITU. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.” (Ibrani 10:26-27) 

Teman-temanku yang Kristen, janganlah kita terkecoh oleh ajaran/pandangan sebagian orang bahwa Surga itu gampang diraih, hanya perlu percaya saja pada Yesus, semua dosa kita diampuni dan kita kelak bebas melenggang masuk Surga.
TIDAK!
Surga adalah tempat yang suci. Kita manusia berdosa tidak bisa mengerti konsep KESUCIAN TUHAN. Tidak bakal masuk setetes pun DOSA di sana.
Setiap hari kita harus berusaha keras dengan bantuan Roh Kudus untuk tidak berbuat dosa, untuk tidak melanggar Hukum Allah (ingatlah definisi dosa adalah melanggar hukum Allah – 1 Yoh 3:4).

Jika kita bertekun dan berusaha keras untuk menuruti SEGALA PERINTAH TUHAN, tetapi sekali waktu kita tersandung, maka Tuhan yang mengetahui isi hati kita, akan memberikan pengampunan atas kelemahan kita. Inilah KASIH KARUNIA TUHAN. Kita adalah manusia yang lemah, dengan kekuatan kita sendiri, kita tidak mungkin mencapai standar kesucian yang diinginkan Tuhan. Tapi itu tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak berusaha. Kita tetap harus berusaha dengan segenap hati. Kekurang-sempurnaan kita itulah yang diangkat oleh kasih karunia Tuhan. Jadi kita tidak boleh menggampangkan kasih karunia Tuhan. Tuhan tidak mengobral kasih karuniaNya kepada mereka yang tidak berusaha tetapi memilih untuk tetap tinggal di dalam dosa (= melanggar hukum Allah).

Tetapi jika kita SENGAJA MELANGGAR PERINTAH TUHAN, maka kita tidak akan pernah melihat Surga, yang menunggu kita adalah “kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka” seperti tulis Paulus di atas.




21 Mei 2013