Translate

Wednesday, May 1, 2013

3 Upacara yang harus kita lakukan yang Yesus perintahkan pada kita

Disadur dari bloger s mara gd


92. UPACARA APA YANG DIAJARKAN OLEH YESUS BAGI UMAT PERJANJIAN BARU?

Pada zaman Perjanjian Lama, Tuhan menentukan banyak upacara untuk melambangkan pekerjaan penebusan Kristus. Semua ini bisa kita pelajari di Imamat pasal 23.
*       Hari raya Passah – hari ke-14 bulan yang pertama
*       Hari raya Roti tidak beragi – besoknya, hari ke-15 bulan yang pertama
*       Hari raya Unjukan – hasil yang pertama
*       Hari raya Korban Sajian/Pentakosta – hari yang ke-50 setelah Hari raya Unjukan.
*       Hari raya Nafiri/trompet – hari pertama bulan ke-7
*       Hari Pendamaian/Grafirat – hari ke-10 bulan ke-7
*       Hari raya Tabernakel/Pondok Daun – hari ke-15 bulan ke-7
Upacara-upacara ini semuanya sudah digenapi Kristus, dan berakhir di salib, ketika Kristus berseru “Sudah selesai” dan tirai Bait Allah di depan bilik Mahasuci, robek menjadi dua. Itulah yang ditulis Paulus di Kol 2:16-17
 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;  semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
Untuk mereview, silakan buka pembahasan no. 23.

Bagi umat Perjanjian Baru, Kristus meninggalkan hanya 3 upacara, yang dilakukanNya sebagai contoh bagi kita:
1.       Upacara baptisan
2.       Upacara cuci kaki
3.       Upacara perjamuan suci

Masih banyak orang Kristen yang melakukan upacara-upacara yang ditinggalkan Yesus ini dengan cara yang menyimpang dari yang diajarkan di Alkitab. Mengapa demikian? Mengapa cara yang diajarkan Tuhan dan sudah dicatat di dalam Alkitab, diubah oleh manusia?  Bukankah jika kita mengikut Tuhan, kita yang harus mengikuti apa yang diajarkan oleh Tuhan dan tidak berharap Tuhan yang mengikuti kemauan kita?
Jadi, marilah kita sekarang melihat apa yang tertulis di Alkitab tentang ketiga upacara ini:

1. Upacara baptisan
Sesuai teladan dan ajaran yang diberikan oleh Kristus, upacara baptisan ini:
a)       Dilakukan dengan menyelamkan orang yang dibaptis ke dalam air
Matius  3:16
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Berarti tadinya Yesus “masuk ke dalam air” dan setelah dibaptis, Dia “keluar dari air.” Ini menandakan airnya banyak, sehingga seorang dewasa bisa masuk ke dalamnya.

Kisah Para Rasul  8:38-39
Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Baik Yesus maupun muridNya memberikan contoh bahwa baptisan itu dilakukan dengan “masuk ke dalam air” dan “keluar dari air”.

Matius  3:6
Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.

Baptisan di lakukan di sungai, di mana orang bisa “masuk” dan “keluar” dari air.

Tidak ada cara baptisan yang lain. Baptisan yang dilakukan oleh Yesus sebagai teladan bagi kita, dan yang diikuti para rasul adalah baptisan dengan cara diselamkan = masuk ke dalam air.

b)       Mengapa harus dengan cara diselamkan ke dalam air?
Roma  6:3-4
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Kolose  2:12
karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Jadi inilah maknanya mengapa baptisan itu harus dilakukan dengan cara diselamkan, karena itu melambangkan “dikuburkan bersama Kristus” pada waktu dimasukkan ke dalam air, dan “dibangkitkan dalam hidup yang baru” pada waktu dikeluarkan dari air.
Jadi cara baptisan yang tidak dengan menyelamkan orang yang dibaptis, tidaklah Alkitabiah dan menyimpang dari ajaran Kristus dan para rasul. Dengan cara percikan saja, maka lenyaplah simbol “dikuburkan bersama Kristus” (dikuburkan artinya seluruhnya terpendam. Bagaimana air beberapa percikan bisa memendam orang?) dan “dibangkitkan dalam hidup yang baru” itu.

c)       Baptisan dilakukan dalam nama Allah Triuni
Matius  28:19
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus

Tidak ada nama lain yang disebut.

d)       Harus didahului dengan pengakuan percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan pertobatan dari semua dosa yang lampau
Kisah Para Rasul  19:4
Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."

Kisah Para Rasul  2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Kisah Para Rasul  18:8
Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.

Jadi, menurut Alkitab, baptisan hanya diberikan kepada mereka yang percaya kepada Tuhan dan menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka dan yang bertobat dari semua dosanya. Orang yang tidak bisa atau belum bisa percaya kepada Tuhan dan belum bisa bertobat, tidak memenuhi syarat untuk dibaptis.
Berarti bayi dan anak-anak yang belum mengerti tentang keselamatan maupun pertobatan dari dosa, tidak memenuhi syarat untuk dibaptis.

Upacara yang diajarkan Alkitab bagi bayi-bayi adalah menyerahkan mereka kepada Tuhan dan diberkati. Tapi sama sekali tidak dengan cara dibaptis. Bacalah  kisah masa bayinya Yesus di Lukas 2:22-35.
Lukas 2:22-23, 28, 34
Tibalah saatnya Yusuf dan Maria menjalankan adat penyucian menurut hukum Musa. Jadi mereka membawa Anak itu ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan.  Sebab di dalam Hukum Tuhan tertulis begini, "Setiap anak laki-laki yang sulung, harus diserahkan kepada Tuhan." ..... Maka Simeon mengambil Anak itu dan menggendong-Nya, lalu memuji Allah... Simeon memberkati mereka.

Jadi bayi atau anak itu tidak disirami air, bahkan di sini air sama sekali tidak dipakai dalam penyerahan dan pemberkatan bayi Yesus.


2. Upacara cuci/basuh kaki

Sebelum upacara Perjamuan Suci, Tuhan Yesus memberikan teladan mencuci kaki murid-muridNya.

Ini merupakan suatu simbol, agar pada saat Perjamuan Suci, semua yang ambil bagian, hatinya sudah bersih, dosa-dosanya sudah diampuni, dan tidak ada lagi yang menghalangi untuk mengambil bagian dalam Perjamuan Suci yang merupakan upacara untuk memperingati penebusan manusia oleh darah Kristus di salib.

a)       Upacara ini merupakan suatu kewajiban atau keharusan.
Kita baca dari kitab Yohanes
13:4    Lalu  bangunlah  Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil    sehelai kain lenan dan   mengikatkannya pada pinggang-Nya,
13:5   kemudian   Ia   menuangkan   air  ke  dalam  sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
13:6   Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
13:7    Jawab  Yesus kepadanya:  "Apa  yang  Kuperbuat,  engkau  tidak  tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
13:8    Kata  Petrus  kepada-Nya:  "Engkau  tidak  akan  membasuh  kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus:"Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
13:9   Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"
13:10  Kata  Yesus  kepadanya:  "Barangsiapa  telah  mandi,  ia  tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
13:11  Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
13:12   Sesudah  Ia  membasuh  kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
13:13  Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14  Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun WAJIB SALING MEMBASUH KAKIMU;
13:15  sebab  Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
13:16   Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
13:17  Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Jadi upacara ini adalah suatu keharusan. Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan demikian. Kita “WAJIB SALING MEMBASUH KAKI”“supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

b)       Mengapa Yesus mengadakan upacara ini?
Matius  11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Kaki adalah bagian tubuh yang paling cepat kotor lebih dahulu, karena dipakai untuk berjalan. Yesus mengajar kita untuk tidak enggan memegang bagian yang kotor dari sesama kita, supaya kita ingat, kaki kita sendiri pun sama kotornya, dan juga perlu dicuci. Di hadapan Tuhan semua manusia itu sama, Tuhan tidak melihat status sosio-ekonomi, pendidikan, atau latar belakang orang. Semua sama di mata Tuhan, sama berharganya sehingga Allah Anak rela mengorban-kan nyawanya untuk kita.  

c)       Kapan upacara ini harus dilakukan?
Sebelum upacara Perjamuan Suci.
Setelah upacara basuh kaki itu, maka di Yohanes 13:26, kita membaca bagaimana Yesus memberikan roti yang pertama kepada Yudas.

13:26 Jawab Yesus:  "Dialah itu,  yang kepadanya  Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia    mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

3. Upacara Perjamuan Suci
Upacara ini adalah peringatan kematian Kristus untuk menebus manusia.

a)       Upacara ini merupakan peringatan kematian Kristus di atas salib untuk menebus manusia
1 Kor 11:23-25 
Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti  dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"  Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"
Jadi upacara ini menggantikan upacara Passah [Paskah]. Domba Passah yang disembelih sudah digantikan oleh Domba Allah yang sejati. Karena itu, sejak kematian Kristus, orang Kristen tidak lagi mengadakan upacara Passah, melainkan Perjamuan Suci seperti yang diajarkan oleh Kristus.

b)   Roti dan anggur hanyalah SIMBOL/LAMBANG dari tubuh dan darah Yesus, substansinya tidak berubah menjadi tubuh [daging] dan darah Yesus yang sebenarnya.
Sejak awal, ketika untuk pertama kalinya Yesus memecah-mecahkan roti dan berkata "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku”  tidak terjadi perubahan substansi pada roti yang berada di tangan Yesus, yang kemudian dibagikan kepada murid-muridNya. Roti itu tidak berubah menjadi daging. Roti itu tetap berbentuk roti, rasanya juga roti, dan di dalam mulut tidak berubah menjadi daging.

Demikian pula, ketika saat pertama kalinya Yesus membagikan anggur dan berkata  "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku" anggur itu tidak berubah substansinya menjadi darah. Anggur itu rasanya tetap anggur, teksturnya anggur, dan bukan darah.

Mengapa roti dan anggur itu tidak berubah menjadi daging dan darah betulan?  Karena semua yang fana tidak mungkin menggantikan Yesus.
1.      Tuhan  tidak  menghendaki  manusia  menjadi  kanibal  dan  vampir. Bagaimana Tuhan yang begitu spesifik memberikan petunjuk daging apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, malah bisa menyuruh manusiamakan daging dan darah sesama manusianya! Yesus pada waktu hidup di dunia adalah manusia penuh sama seperti kita. Jadi daging dan darahNya itu adalah daging dan darah manusia juga. Bagaimana mungkin Dia memberi makan murid-muridNya daging dan darah manusia? Di zaman yang lampau, manusia pernah terkena bala kelaparan karena bermacam-macam penyebab (panen dimakan belalang, dikepung dalam peperangan, dll.), sehingga manusia harus makan sesama manusianya untuk bertahan hidup. Tapi itu merupakan suatu kutukan dari Tuhan, lihat:
Ulangan 28:45, 53
Segala kutuk itu akan datang ke atasmu, memburu engkau dan mencapai engkau, sampai engkau punah, karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu dan tidak berpegang pada perintah dan ketetapan yang diperintahkan-Nya kepadamu; …. Dan engkau akan memakan buah kandunganmu, yakni daging anak-anakmulelaki dan anak-anakmu perempuan yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, --dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu.

2.    Seandainya yang kita telan itu benar-benar daging dan darah Kristus, maka menurut proses pencernaan, semua yang masuk ke lambung kita itu pasti ada ampasnya yang dibuang keluar dari tubuh kita. Berarti ada bagian dari daging dan darah Kristus yang bercampur dengan kotoran di dalam usus, dan terbuang di jamban?

3.       Di zaman Perjanjian Lama, saat semua upacara orang Israel masih berlaku, pada waktu Passah, domba-domba yang disembelih juga   melambangkan Kristus, karena itu  domba-domba itu harus sempurna, tidak boleh ada cacatnya sedikit pun, sama seperti Kristus.  Domba-domba itu melambangkan Yesus, tapi mereka tidak berubah menjadi Yesus. Daging dan darah domba juga tidak berubah menjadi daging dan darah Kristus! Daging dan darah domba tetap daging dan darah domba, tidak ada perubahan substansi.

4.    Yesus  mati  satu kali saja, cukup untuk menebus seluruh umat manusia dari Adam hingga manusia yang terakhir lahir. Ayat-ayat di bawah ini sudah jelas menyatakannya.
Roma  6:10
Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
 Ibrani  7:27
yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.
 Ibrani  9:28
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Andai setiap kali ada upacara Perjamuan Suci, kita makan daging dan minum darah Kristus, maka Kristus harus disalibkan berulang-ulang untuk memberikan daging dan darahNya kepada kita.
Kristus sekarang sedang bertugas sebagai Imam Agung di Surga, Dia sudah tidak lagi dipersembahkan sebagai kurban. Karena itu roti dan anggur Perjamuan Suci adalah lambang dari tubuh dan darahNya, bukan benar-benar tubuh dan darahNya, sebagaimana domba-domba yang disembelih sebagai kurban dulu hanyalah melambangkan Kristus, tapi tidak benar-benar berubah menjadi Kristus.

c)       Perjamuan Suci adalah upacara yang sakral, harus dilaksanakan dengan persiapan rohani
Kita baca 1 Korintus:
11:26    Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
11:27      Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
11:28      Karena  itu  hendaklah  tiap-tiap  orang  menguji dirinya sendiri dan baru  sesudah  itu  ia makan roti dan minum dari cawan itu.
11:29     Karena   barangsiapa  makan  dan  minum  tanpa  mengakui  tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.
11:30     Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.
11:31     Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.
11:32     Tetapi  kalau  kita  menerima  hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.