Translate

Saturday, April 27, 2013

Makanan Haram bagian 3

ALKITAB MENJAWAB TENTANG MAKANAN HARAM (BAGIAN KETIGA)
Bersambung dari bagian kedua:



68. DALAM KIS 15:19-20 BUKANKAH HANYA EMPAT HAL YANG WAJIB DIHINDARI OLEH ORANG KRISTEN NON-YAHUDI?

Kis 15:19-20
Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala,
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->dari percabulan,
< !--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->dari daging binatang yang mati dicekik
< !--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->dan dari darah.

Jika kita membaca seluruh perikopnya, kita akan tahu bahw pada waktu itu ada orang-orang Yahudi yang tidak senang dengan masuknya orang-orang non Yahudi ke dalam persekutuan mereka. Jadi, untuk menghalangi hal itu, mereka mengharuskan semua hukum Musa tetap diberlakukan, salah satu di antaranya adalah mengenai sunat (baca ayat 1-5). Masalah ini kemudian dibawa ke sidang para rasul, dan pada akhirnya, ketua para rasul, yaitu Yakobus, membuat keputusan yang dicatat di ayat 19-20.
Kita perlu mengingat bahwa masalah sunat ini relevan di beberapa tempat, sehingga banyak kita jumpai di pelbagai surat para rasul pembahasan mengenai hal sunat ini.

Jika kita pelajari, kita akan mengerti, bahwa apa yang dikatakan Yakobus ini HANYA MENYANGKUT TOPIK-TOPIK YANG DIPERMASALAHKAN PADA WAKTU ITU.
Topik-topik yang tidak dipermasalahkan, tidak disinggung. Tetapi, apakah berarti topik-topik yang tidak disinggung di sini itu dihapus dan tidak berlaku lagi??

Apakah orang Kristen non-Yahudi
hanya perlu mematuhi empat hal yang disebut Yakobus ini?
Jadi, berarti mereka boleh membunuh?
mereka bolehberbohong?
mereka bolehtidak menghormati orangtua mereka?
mereka bolehsembarangan memakai nama Tuhan?
mereka bolehmabuk dan memakai narkoba?
mereka bolehmencuri?
Semua itu juga tidak disebutkan di sini!


Jadi, kalau kita berpendapat, bahwa kita boleh makan makanan yang diharamkan Tuhan karena hal itu tidak disebut di sini, berarti kita juga boleh mencuri, membunuh, berbohong, mabuk, memakai narkoba, dll. Karena semua itu juga tidak disebut di sini!Pemahaman Kristen macam apa itu?

Kalau kita tidak mau melakukan sesuatu, maka kita akan mencari 1001 alasan untuk tidak melakukannya, walaupun alasan-alasan itu tidak valid.






69. BAGAIMANA DENGAN ROMA PASAL 14:14?


Rom 14:14
Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.

Kalau kita membaca ayat ini dan Roma pasal 14 seluruhnya tanpa mempelajari latar belakang penulisan Paulus itu, mungkin kita bisa sampai kepada kesimpulan bahwa Paulus membenarkan segala boleh dimakan dan tidak ada yang najis lagi.
Tetapi kalau kita pelajari latar belakang penulisan Roma pasal 14 ini, kita tahu bahwa makanan yang dibahas Paulus di sini adalah makanan yang telah diper-sembahkan kepada berhala. Kala itu, orang-orang yang memuja berhala, memakan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala mereka, dan sisanya mereka jual.

Makanan yang dipersembahkan kepada berhala, banyak yang merupakan makanan yang halal untuk dimakan menurut ketentuan Tuhan, artinya dari hewan-hewan yang halal dimakan. Contohnya kita baca di:
Kis 14:13
Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.

Orang-orang Kristen pada zaman itu yang sudah memiliki pemahaman kekristenan yang mantap, melihat makanan tersebut hanyalah sebagai makanan pengisi perut, karena mereka tahu dewa-dewa berhala itu tidak ada, jadi walaupun makanan itu sudah dipersembahkan kepada dewa-dewa, itu tidak ada artinya sama sekali. Jadi mereka beli dan makan.

Persoalan timbul ketika saudara-saudara seiman mereka yang pemahaman kekristenannya masih rendah, menghakimi hal itu sebagai kesalahan, dan menganggap makanan bekas dipersembahkan kepada berhala, tidak layak dimakan oleh orang-orang Kristen.
Sebaliknya, mereka yang makan, menganggap saudara-saudara yang tidak makan itu “lemah” imannya, karena mereka masih menganggap dewa-dewa itu eksis.
Jadi topik yang dipertentangkan di sini adalah, APAKAH MAKANAN YANG TELAH DIPERSEMBAHKAN KEPADA BERHALA ITU HALAL ATAU TIDAK UNTUK DIMAKAN ORANG-ORANG KRISTEN.

Paulus sama sekali tidak berbicara tentang binatang yang haram atau halal untuk dimakan yang tercatat di Imamat 11.

Kita lihat nasihat Paulus:
Rom 14:20
Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!

Bandingkan dengan tulisan Paulus mengenai topik yang sama di:
1 Kor 10:25-29
Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan." Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani. Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapikeberatan-keberatan hati nurani orang lain itu.

Dan topik yang sama lagi yang ditulis di
1 Kor 8:4, 7-10
Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." ... Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan." Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

Paulus sendiri adalah orang Yahudi, bahkan Yahudi kolot sebelum dia bertobat dan menjadi pengikut Kristus. Jadi, dia pasti tidak akan mengajarkan kepada orang lain untuk makan makanan yang diharamkan Tuhan karena dia sendiri tidak melakukannya.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa Paulus tidak membatalkan peraturan tentang makanan haram dan halal yang tercantum di Imamat pasal 11?

< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Karena yang membuat peraturan tentang makanan haram dan halal itu adalah Tuhan sendiri.
Imm11:1-2
Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka: "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:

< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Karena Tuhan tidak pernah berubah.
Ibr. 13:8
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Maz. 148:6
Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar.

Pengkh. 3:14-15
Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

Karena Tuhan tidak berubah itulah, maka semua ketetapanNya juga tidak berubah. Tidak mungkin Dia mengajarkan kepada nenek moyang kita sudah semenjak sebelum Air Bah mengenai apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan, lalu tiba-tiba Dia menyuruh Paulus mengajar bahwa semua boleh dimakan dan tidak ada yang najis. Apa yang telah terjadi yang telah membuat binatang-binatang itu berubah dari status haram menjadi halal dimakan?

Kita harus ingat, bahwa Yesus datang ke dunia ini untuk manusia, untuk menebus manusia, bukan untuk binatang. Jadi kedatangan Yesus ke dunia ini tidak ada dampaknya pada binatang-binatang. Yesus tidak menebus mereka dan tidak mengubah status mereka dari yang haram menjadi halal.







70. BUKANKAH 1 TIMOTIUS 4:4-5 MENGHALALKAN SEMUA MAKANAN?


BUKAN!
1 Timotius 4:5 tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan satu bagian yang dimulai dari ayat 1. Jadi marilah kita lihat keseluruhannya:

1 Tim 4:1-5
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,
4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Apakah Paulus berbicara mengenai makanan haram/halal di sini?
TIDAK!
Inti pesan Paulus adalah di ayat 1-2:
di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.”
Inilah yang diperingatkan Paulus.

Lalu Paulus melanjutkan dalam ayat 3-5, apa ajaran setan-setan tersebut, yaitu:
< !--[if !supportLists]-->* <!--[endif]-->melarang orang kawin,
< !--[if !supportLists]-->* <!--[endif]-->melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah
Inilah ajaran setan-setan itu.

“makanan yang diciptakan Allah” ini harus diapakan? Itu ditulis di ayat 3 selanjutnya, yaitu yang “dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.”
Di sini, jelas dikatakan bahwa yang “dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran” itu bukan sembarang makanan, tetapi khusus hanya “makanan yang diciptakan Allah”’
Ayat 4-5 merupakan alasan mengapa orang yang percaya dan yang mengenal kebenaran harus makan makanan yang diciptakan Allah: “Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.”

Ya sudah pasti semua makanan yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram! Mana mungkin Allah menciptakan makanan yang tidak baik dan yang haram? Allah itu sendiri suci! Karena itu semua makanan yang diciptakan Allah itu “diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.”

Yang membuat timbulnya makanan yang haram itu karena MANUSIA MENJADIKAN HEWAN YANG TIDAK BOLEH DIMAKAN, MENJADI MAKANANNYA!
Allah tidak menciptakan hewan yang haram dimakan. Allah memang tidak menciptakan hewan untuk dimakan!

Sekarang, coba kita lihat yang jelas apa “makanan yang diciptakan Allah” untuk manusia itu.
Kita kembali ke pertanyaan yang paling awal, no. 55 di depan.

Kejadian 1:29
Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.”


Apakah di 1 Tim 4:1-5 Paulus berbicara mengenai hewan/daging hewan?
T I D A K!
Hewan itu tidak diciptakan Allah sebagai makanan manusia!
Allah tidak pernah menciptakan hewan untuk dijadikan makanan manusia.

Kembali ke 1 Timotius 4:1-5, jadi apa yang diperingatkan Paulus di sini?
Bahwa dikemudian hari ada umat Allah yang akan murtad [yang dibilang murtad pasti bukan orang kafir, pasti yang tadinya umat Allah], yang ikut roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan. Apa yang diajarkan ajaran setan-setan ini?
< !--[if !supportLists]-->· Tidak boleh menikah
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tidak boleh makan makanan yang diciptakan Allah untuk manusia, yaitu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan buah-buah yang berbiji.

Inilah yang diperingatkan Paulus. Sama sekali di sini Paulus tidak berbicara mengenai makanan haram/halal. Kita harus teliti dalam membaca ayat supaya tidak salah.

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Apakah ada ajaran yang melarang orang kawin? Ada!

< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Apakah ada ajaran yang melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah untuk manusia? Secara tidak langsung, semua ajaran yang mengatakan manusia boleh makan segala sesuatu, itu melarang atau sedikitnya secara tidak disadari sudah mengalihkan manusia dari makanan yang memang diciptakan Tuhan untuk dimakan manusia!Manusia telah digiring untuk makan semua yang tidak diciptakan Tuhan untuk dimakan oleh manusia.

Jadi, di manakah posisi kita?







71. KALAU SUNAT DIHAPUS, BERARTI STATUS BINATANG HARAM JUGA DIHAPUS, BUKAN?


Kej 17:9-14
Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Sunat merupakan tanda perjanjian antara Tuhan dengan Abraham, bahwa keturunannya akan menjadi bangsa pilihan bagi Tuhan. Karena itu, sunat adalah khusus untuk orang Yahudi.

Sedangkan pemisahan antara binatang yang halal dimakan dan yang tidak halal dimakan, sudah diberikan Tuhan kepada manusia sebelum Air Bah terjadi. Pada waktu itu belum ada orang Yahudi, maka kita tidak bisa mengatakan bahwa makanan haram/halal itu hanya berlaku bagi orang Yahudi.

Namun demikian, bagi kita, orang-orang Israel rohani atau Yahudi sejati, umatNya, Tuhan menghendaki agar kita bersunat hati.
Kisah 7:51
Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.

Roma 2:28-29
Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Maka, peraturan sunat itu tidak seluruhnya dibatalkan atau dihapus, hanya saja kalau dulu sunatnya adalah secara fisik [lahiriah], sekarang sunatnya adalah secara spiritual [rohani].Kalau dulu yang disunat adalah kulit alat kelamin, sekarang yang disunat adalah hati.
Kolose 2:11
Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,







72. JADI, HARUSKAH ORANG KRISTEN MAKAN SESUAI YANG DITULIS DI KITAB IMAMAT PASAL 11?


1 Kor 10:31
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Apakah makan yang diharamkan Tuhan untuk dimakan, termasuk makan untuk kemuliaan Allah atau makan untuk memuaskan lidah kita sendiri?

2 Kor 6:17
Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, danjanganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
Kalau menjamah saja sudah najis, apalagi dimakan dan dimasukkan ke dalam mulut?

Rom 12:1-2
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Pada waktu Tuhan menyuruh manusia memisahkan antara binatang yang haram dimakan dan yang tidak haram dimakan, apakah itu bukan kehendak Allah? Apakah Tuhan memberikan sesuatu yang tidak baik kepada manusia? Kita tahu bahwa semua pemberian yang baik itu datang dari Allah, dengan kata lain kita bisa berkata bahwa semua yang datang dari Allah itu adalah pemberian yang baik.


Yakobus 1:17
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Ayat di atas ini selain mengatakan bahwa Tuhan hanya mengaruniakan yang baik kepada kita, juga bahwa padaNya tidak ada perubahan atau bahkan bayangan perubahannya pun.
Nah, perintah untuk memisahkan antara binatang yang haram dan tidak haram dimakan, itu datang dari Allah. Maka itu jelas adalah suatu pemberian yang baik bagi manusia. Mengapa manusia ingin menentangnya dan mengemukakan 1001 alasan untuk melanggarnya? Sesungguhnya, dengan melanggarnya ini, secara tidak sadar kita berkata kepada Tuhan, “saya lebih tahu dari Engkau, Tuhan! Walaupun Engkau mengatakan makanan itu haram dimakan, tetapi menurut saya, itu tidak haram, maka saya memakannya saja.”

2 Kor 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Ayat ini jelas mengatakan bahwa kita harus menyucikan diri dari semua pencemaran jasmani dan rohani. Dengan makan makanan yang haram, jelas kita bukan saja melakukan pencemaran jasmani, tetapi juga pencemaran rohani, karena kita telah menempatkan nafsu/selera makan kita di atas Tuhan, kita telah melanggar hukum yang pertama dari 10 Hukum. Selera makan kita sudah menjadi allah bagi kita, yang bahkan bisa mengalahkan penurutan kita kepada Tuhan. Kita tidak lagi takut akan Allah.






73. BAGAIMANA NANTI DI DUNIA YANG BARU?


Setelah dunia kita yang lama ini lenyap dan Tuhan menciptakan dunia yang baru di bumi ini, kondisi aman-tenteram sejahtera bagi semua makhluk hidup akan dipulihkan. Lihat gambaran yang ditulis di:
Yes11:6-9
Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
Jika kita sekarang tidak bisa melepaskan kegemaran kita makan segala yang diberi label “haram” atau “najis” oleh Tuhan, kita pasti tidak akan betah tinggal di dunia baru di mana kegemaran kita tersebut tidak bisa dipuaskan. Tentu saja hal ini akan memicu dua macam reaksi:
1. Kalau begitu mumpung sekarang di dunia ini kita masih bisa melakukannya, ya makan saja sebanyak-banyaknya, sebab nanti tidak ada lagi.
2. Kalau begitu sebaiknya kita berlatih mulai sekarang supaya nanti betah di dunia yang baru.
Semuanya tentu terpulang kepada manusia yang melakukannya.


Sebagai penutup, kita perlu mengingat ini:

KITA TIDAK BISA SELAMAT KARENA APA YANG TIDAK KITA MAKAN
TAPI
KITA BISA TIDAK SELAMAT KARENA APA YANG KITA MAKAN



Semoga pembahasan ini bermanfaat.




September 2012