Translate

Saturday, April 27, 2013

Makanan Haram bagian 2

ALKITAB MENJAWAB TENTANG MAKANAN HARAM (BAGIAN KEDUA)
(bersambung dari bagian pertama)



63. APA YANG HARUS KITA MAKAN?

Yes 55:2
.... Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Terjemahan KJV
... Hearken dilligently unto Me. Eat ye that which is good and let your soul delight itself in fatness.
Terjemahan KJV lebih tegas : “Dengarkanlah Aku dengan seksama.Makanlah apa yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.”

Artinya, yang tidak baik jangan dimakan. Bagaimana mungkin binatang yang sudah diberi label haram [unclean] oleh Tuhan bisa dianggap baik untuk dimakan?
“Yang baik” pastilah tidak termasuk makanan yang haram, karena andai itu baik pasti tidak dimasukkan kategori haram untuk dimakan oleh Tuhan.

Tuhan tidak memberikan alasannya di Alkitab mengapa ada binatang yang haram dimakan. Tetapi kita yang hanya manusia ini, haruslah percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan tidak boleh dimakan, itu merugikan kita. Janganlah kita menjadi seperti Adam dan Hawa. Sudah diberitahu bahwa pada hari mereka makan dari pohon Pengetahuan Baik/Buruk itu, mereka akan mati; mereka tidak percaya, lalu mereka tetap makan. Akibatnya, mereka benar-benar harus mati, dan bukan hanya mereka, melainkan kita juga, semua keturunannya.
Di Alkitab, tidak disebutkan dengan jelas mengapa Tuhan menciptakan binatang. Mungkin Tuhan menciptakan mereka untuk memelihara ekosistem dunia ini dengan keunikan mereka sendiri. Tetapi yang jelas, Alkitab mencatat bahwa semua binatang itu tadinya tidak diciptakan untuk dimakan.Namun pada waktu manusia terpaksa harus makan daging (karena setelah Air Bah itu semua tanaman binasa dan butuh waktu untuk menunggunya tumbuh lagi sampai bisa dimakan), Tuhan memberikan petunjuk, mana-mana binatang yang masih aman boleh dimakan dan mana yang kalau dimakan jangka panjang akan merugikan kesehatan manusia.

Jadi Tuhan melarang kita makan binatang tertentu, bukan tanpa alasan. Alasan yang terutama adalah, Tuhan ingin kita semua sehat dan bahagia, tidak didera oleh segala macam penyakit.

Ul 7:15
Kamu akan dilindungi TUHAN dari segala penyakit dan dijauhkan dari segala bencana yang kamu saksikan di Mesir, tetapi bencana-bencana itu akan ditimpakan-Nya kepada musuh-musuhmu.

Semakin lama semakin banyak hasil penyelidikan medis membuktikan bahwa makanan daging bukanlah pilihan yang terbaik bagi manusia. Banyak manusia terkena penyakit akibat makan daging. Apalagi daging dari hewan yang dilarang Tuhan untuk dimakan. Jika kita ingin lebih sehat, mengapa kita tidak mengindahkan petunjuk-petunjuk Tuhan yang Mahatahu dan Maha Penyayang? Pastilah semua itu adalah demi kebaikan kita sendiri.






64. MENGAPA KITA YANG TELAH DITEBUS OLEH DARAH KRISTUS INI HARUS MENGHINDARI MAKAN MAKANAN YANG HARAM?

Kita semua pasti sudah familier dengan ayat-ayat di bawah ini. Tetapi pernahkah kita pikirkan bahwa ayat-ayat ini pun berlaku atas makanan yang masuk ke tubuh kita?
1 Kor 6:19-20
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

1 Kor 3:17
Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu

1 Kor 10:31
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

2 Kor 6:17
Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

Rom 12:1-2
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

2 Kor 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu,marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

1 Pet 1:14-16
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: KUDUSLAH KAMU, SEBAB AKU KUDUS.

Imm. 11:43-44
Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.”






65. APA KATA MATIUS 15:11; MARKUS 7:15?


Mat 15:11
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Mar 7:15
Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."

Banyak orang Kristen memakai ayat-ayat ini untuk mengatakan bahwa Tuhan Yesus sudah berkata, apa pun yang dimasukkan ke mulut tidak menajiskan orang. Jadi semuanya halal. Benarkah demikian?
Kita terkecoh jika kita memakai pemahaman tersebut.

Lebih dulu kita harus membaca seluruh perikop di mana ayat-ayat itu terdapat. Karena tulisan di Matius dan Markus adalah mengenai hal yang sama, kita baca dari Matius pasal 15 saja, ayat 1 – 20.
15:1. Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."
15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."
15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami."
15:16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya?
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Jadi apa topik pembicaraan perikop ini? “Tidak membasuh tangan sebelum makan.” [ayat 2]. Orang-orang Farisi pada saat itu melihat murid-murid Yesus tidak membasuh tangan mereka sebelum makan, yang menurut tradisi mereka merupakan pelanggaran. Orang-orang Farisi memang sengaja ingin menjebak Yesus.
Dan apa jawab Yesus kepada mereka? Kesimpulannya ada di ayat yang terakhir.

15:20Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Inilah kesimpulan dari ajaran Yesus di atas.
Jadi, baik orang-orang Farisi maupun Yesus sama sekali TIDAKberbicara tentang makanan yang halal atau haram di perikop ini. Yang mereka bicarakan adalah masalah mencuci tangan sebelum makan.

Orang-orang Yahudi telah menambahkan banyak sekali peraturan dari tradisi mereka kepada tata-cara kehidupan mereka sebagai umat pilihan. Padahal semua tambahan itu tidak berasal dari Tuhan.
Lihat apa kata Yesus tentang orang-orang Farisi itu:
“.... firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri [ayat 6]... Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." [ayat 9]

Jadi Yesus sama sekali tidak berkenan dengan perbuatan orang-orang Farisi itu. Yesus mengatakan ibadah mereka itu “percuma” karena ajaran mereka tidak berdasarkan ajaran dari Tuhan, melainkan dari adat-istiadat yang diajarkan manusia. Kata Yesus:
"Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.” [ayat 13]

Artinya, hanyalah ajaran yang diajarkan oleh Tuhan itulah yang benar, yang harus dipatuhi. Segala ajaran yang lain ~ yang berdasarkan tradisi, yang merupakan ajaran dari manusia ~ akan “dicabut dengan akar-akarnya.” Kalau di ayat 11 Yesus khusus berbicara mengenai topik tidak mencuci tangan sebelum makan, tetapi di ayat 13 ini Yesus berbicara secara umum. Perhatikan lagi:
"Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.” [ayat 13]

Jadi bukan hanya soal mencuci tangan sebelum makan, tetapi "Setiap tanaman” artinya SEMUA AJARAN yang tidak berasal dari Tuhan, akan dicabut oleh Tuhan.
Renungkanlah:


apakah kita sudah lebih mematuhi segala tradisi dan ajaran manusia yang tidak diajarkan oleh Tuhan, daripada ajaran yang datang dari Tuhan yang disampaikan kepada kita lewat FirmanNya, Alkitab?


Itulah mengapa Yesus berkata: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
Tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak menjadikan orang itu najis,tetapi memiliki pikiran-pikiran yang jahat yang diutarakan lewat mulut, itulah yang membuat orang menjadi najis. Lihat perkataan Yesus yang dicatat Markus:

Mar 7:21-23
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Di mana ada disebutkan tentang makan makanan yang haram atau halal di sini? Sama sekali tidak ada.

Kita perlu berhati-hati dengan upaya Satan untuk menjatuhkan kita dari mengikuti jalan yang benar. Karena itu mempelajari Alkitab dengan seksama adalah sangat penting, karena hal itu bisa membentengi kita dari semua ajaran yang salah. Jangan hanya mengandalkan ajaran yang diberikan pendeta atau gereja. Kita perlu mengecek sendiri dengan rajin apa kata Alkitab. Jangan pertaruhkann keselamatan kita sendiri pada orang lain. Seandainya pelajaran yang diberikan mereka itu salah, kelak kita tidak bisa beralasan kepada Tuhan,“Saya tidak tahu karena pendeta saya tidak mengajar saya demikian.” Setiap manusia harus mempertanggungjawabkan dirinya sendiri, tidak bisa menyalahkan orang lain.






66. BUKANKAH PETRUS DISURUH TUHAN MAKAN MAKANAN YANG HARAM?


Ini adalah ayat yang lain yang sering dipakai untuk menyatakan bahwa Tuhan sudah menghapus larangan makan makanan yang haram.
Kis 10:15
"Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."

Sama seperti pembahasan di atas, ayat ini pun tidak boleh dicomot keluar dari perikopnya. Untuk mengetahui apa yang dibicarakan di sini, kita baca Kisah pasal 10:

10:9 Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
10:10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.
10:11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.
10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"
10:14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir."
10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
10:16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.
10:17 Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya,apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Petrus.
10:18 Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu.
10:19 Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: "Ada tiga orang mencari engkau.
10:20 Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari."
10:21 Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: "Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?"
10:22 Jawab mereka: "Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan."
10:23 Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.
10:24 Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.
10:25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.
10:26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja."
10:27 Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul.
10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.
10:29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku."
10:30 Jawab Kornelius: "Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan
10:31 dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya.
10:32 Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus; ia sedang menumpang di rumah Simon, seorang penyamak kulit, yang tinggal di tepi laut.
10:33 Karena itu segera kusuruh orang kepadamu, dan dengan senang hati engkau telah datang. Sekarang kami semua sudah hadir di sini di hadapan Allah untuk mendengarkan apa yang ditugaskan Allah kepadamu."
10:34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.
10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.
10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
10:39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.
10:40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,
10:41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
10:42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Setelah membaca seluruh perikop pastilah kita sudah mengerti apa yang dimaksud dengan Kis 10:15.
Di sini Tuhan memberikan suatu perumpamaan kepada Petrus. Kita semua sudah tahu bahwa Petrus adalah rasul yang dikhususkan untuk menginjili orang-orang Yahudi.
Gal 2:7-8
Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku [Paulus] telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat [= orang-orang non-Yahudi], sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat [= orang-orang Yahudi] --karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.

Kornelius, bukan orang Yahudi. Tapi Tuhan mau agar Petrus datang ke rumahnya dan menginjilinya. Tuhan tahu, tanpa lebih dahulu menjelaskan sudut pandangNya kepada Petrus, Petrus tidak akan mau ke rumah Kornelius. Kita baca penjelasan Petrus sendiri di ayat 28 demikian "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka.”

Jadi, supaya Petrus mau ke rumah Kornelius, Tuhan memberinya suatu PENGLIHATAN. Tuhan tahu bahwa di mata Petrus, orang-orang yang non-Yahudi, dianggap orang-orang kafir, tidak usah disentuh, tidak usah didatangi. Karena itu dalam penglihatan yang diberikan Tuhan kepada Petrus, KORNELIUS YANG BUKAN ORANG YAHUDI, DIIBARATKAN SEBAGAI MAKANAN YANG HARAM. Lalu Tuhan berkata "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." (ayat 15)~ Apakah Tuhan sedang berbicara tentang makanan? TIDAK!
Tuhan sedang berbicara MENGENAI KORNELIUS! Apa perintah Tuhan kepada Petrus? "Ada tiga orang mencari engkau. Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari." {ayat 19-20]

Petrus tahu bahwa perintah Tuhan untuk "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" [ayat 13] tentu bukan instruksi kepadanya untuk makan makanan yang haram. Petrus tahu tidak mungkin Tuhan menghendaki dia berbuat itu. Di ayat 17, dikatakan Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu...” Petrus mengerti bahwa penglihatan itu merupakan suatu simbol, suatu perumpamaan, bukan perintah harafiah agar dia memakan makanan yang haram!

Apa tujuan dari penglihatan yang diberikan Tuhan kepada Petrus?

Ini jawabnya!
“Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.” [ayat 28]
"Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” [ayat 34]
Itulah pesan yang mau disampaikan Tuhan kepadanya!

SAMA SEKALI BUKAN MENGENAI MAKANAN HARAM ATAU HALAL.

Jadi, janganlah memakai ayat itu sebagai alasan bahwa Tuhan sudah menghalalkan semua yang haram untuk dimakan. Jika ada yang mengajar demikian, maka itu adalah ajaran yang tidak alkitabiah.






67. KOL 2:16 “JANGAN KAMU BIARKAN ORANG MENGHUKUM KAMU MENGENAI MAKANAN DAN MINUMAN” BERARTI SEMUA PERATURAN MENGENAI MAKANAN DAN MINUMAN SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI, BUKAN?


Kol 2:16
Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru atau pun hari Sabat;

Ayat ini juga sering dipakai untuk membenarkan pendapat bahwa orang Kristen Perjanjian Baru, sudah tidak usah lagi berpegang pada hukum makanan haram/halal.
Kalau kita cuma mencomot satu ayat ini, memang sepertinya demikian. Tetapi, pelajaran yang diberikan Paulus tidak berhenti pada ayat itu saja. Kalau kita teruskan membaca ayat selanjutnya, kita tahu bahwa apa yang dibicarakan Paulus di sini BUKAN MENGENAI BINATANG YANG HARAM/HALAL DIMAKAN.

Kol 2:17
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Kita kupas dulu ayat yang ke 17, bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” Jadi apa yang dibicarakan Paulus di sini?
Siapakah Kristus? Juruselamat, Penebus, Domba Allah yang dikorbankan untuk menebus dosa manusia.
Apa yang merupakan bayangan dari misi yang dipikul Kristus? UPACARA KURBAN.
Kita tahu, begitu Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan segera memberlakukan upacara kurban agar manusia selalu ingat, bahwa mereka tidak dibuang oleh Tuhan, Tuhan akan menyelamatkan mereka. Suatu hari akan datang seorang Juruselamat yang akan mati untuk mereka sebagai kurban dosa, supaya siapa yang percaya boleh hidup. Selama Domba Allah, kurban yang sejati itu belum muncul, maka mereka harus mengadakan UPACARA KURBAN YANG MERUPAKAN BAYANGAN DARI APA YANG HARUS DATANG, YAITU KRISTUS. Tetapi begitu Kristus mempersembahkan DiriNya sebagai kurban untuk manusia, berakhirlah semua upacara kurban yang hanya merupakan bayangan dari apa yang dilakukan Kristus di salib.

Ibr 9:12
dan Ia [Kristus]telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

Kalau kita memeriksa Alkitab, ada banyak ragam upacara kurban yang masing-masing ada peraturannya sendiri, tentang peralatannya, tentang harinya, tentang hewan kurbannya, tentang rotinya, tentang anggurnya, dll. Semua itu bisa kita baca sendiri dari Kitab Imamat. Terlalu panjang kalau dikutip semuanya di sini. Saya kutipkan beberapa saja:

Imamat 3:13
Untuk kurban makanan persembahkanlah dua kilogram tepung dicampur minyak zaitun. Bau kurban itu menyenangkan hati TUHAN. Bersama itu persembahkanlah juga satu liter air anggur.
Imamat 23:18
Bersama roti itu bangsa Israel harus mempersembahkan tujuh ekor anak domba yang berumur satu tahun, seekor sapi jantan muda dan dua ekor kambing. Masing-masing tak boleh ada cacatnya dan harus dipersembahkan untuk kurban bakaran bagi TUHAN, dengan kurban sajian dan kurban air anggur. Bau kurban itu menyenangkan hati TUHAN.

Imamat 23:37
Itulah hari-hari raya agama yang ditetapkan TUHAN dan yang harus kamu umumkan. Pada perayaan-perayaan itu kamu harus menghormati TUHAN dengan mengadakan pertemuan untuk beribadat dan mempersembahkan kurban makanan, kurban bakaran, kurban sajian, kurban binatang dan kurban air anggur, sebanyak yang diperlukan setiap harinya.

Jadi, makanan dan minuman yang disebut di Kol 2:16 di atas, adalah mengenai makanan dan minuman yang dipersembahkan kepada Tuhan pada waktu upacara kurban. Bukan mengenai makanan dan minuman manusia sehari-hari.

Kita mengetahuinya karena di ayat itu Paulus menggolongkan:
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Makanan dan minuman )
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Hari raya )
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Bulan baru ) menjadi satu grup
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sabat )

Grup apa?
Grup “bayangan”.
Grup bayangan dari apa? Grup “Bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” berarti Grup “bayangan” ini adalah UPACARA KURBAN. Kristus merupakan yang asli. Sedangkan segala upacara kurban itu hanya bayangannya.

Maka, yang tidak termasuk bayangan dari penebusan Kristus, TIDAK TERMASUK TOPIK YANG DIBICARAKAN PAULUS DI AYAT INI.
Larangan makan binatang yang haram [tidak halal untuk dimakan], TIDAK TERMASUK YANG DIBICARAKAN PAULUS DI AYAT ITU.


Karena itu, Kol 2:16 khusus berbicara mengenai makanan dan minumanyang dipersembahkan kepada Tuhan sebagai kurban. BUKANmakanan-minuman untuk manusia.

Catatan: Termasuk “sabat” yang disebutkan Paulus di sini, BUKANLAH SABAT HARI KETUJUH! KarenaSabat Hari Ketujuh tidak termasuk bayangan dari penebusan Kristus, melainkan sabat yang berkaitan dengan penciptaan dunia.
Sabat yang dimaksudkan di sini adalah hari-hari di mana orang Yahudi harus berhenti dari pekerjaan sehari-hari mereka, karena ada perayaan agamis, misalnya yang tercatat di Imamat 23:7, 21, 24-25, 27-28, 34-35. Sabat berarti “tidak melakukan pekerjaan sehari-hari” atau “libur kerja”. Semua hari di mana Tuhan menghendaki umatnya berkumpul dan tidak melakukan pekerjaan sehari-hari mereka, disebut hari sabat.Tetapi hanya ada satu SABAT HARI KETUJUH, yang terjadi secara terus-menerus setiap tujuh hari, yang khusus diberkati dan disucikan oleh Tuhan, karena pada hari itu Tuhan minta diingat sebagai Khalik Pencipta yang telah menciptakan semua kehidupan dan makhluk hidup di dunia ini. (Silakan membaca kembali “Kita Bertanya Alkitab Menjawab – 1”)

Jadi, sekali lagi, KOLOSE 2:16 JUGA TIDAK BERBICARA TENTANG BINATANG HARAM ATAU HALAL.
Yang dikatakan Paulus adalah, karena Domba Allah yang sejati, Yesus Kristus sudah datang dan melaksanakan misiNya sebagai Penebus umat manusia, maka semua UPACARA YANG MERUPAKAN BAYANGAN DARI PENEBUSAN KRISTUS ITU, SUDAH BERAKHIR. Hal ini ditandai Allah sendiri dengan robeknya tirai Bait Suci ketika Yesus di salib berkata “Sudah selesai.” Itulah sebabnya orang Kristen Perjanjian Baru, tidak lagi mempersembahkan kurban, karena Kristus, sudah datang dan sudah menjadi kurban bagi semua manusia. Cukup satu kali saja kematian Kristus untuk membayar dosa semua manusia dari manusia pertama hingga yang terakhir, tidak perlu diulang-ulang lagi.
Ibrani 9:28
Begitu juga Kristus satu kali saja dipersembahkan sebagai kurban untuk menghapus dosa banyak orang. Ia akan datang lagi pada kedua kalinya, bukan untuk menyelesaikan persoalan dosa, tetapi untuk menyelamatkan orang-orang yang menantikan kedatangan-Nya.

Roma 6:10
Kematian yang dialami Kristus adalah kematian terhadap dosa. Itu terjadi satu kali saja untuk selama-lamanya.Dan hidup yang dijalani-Nya sekarang ini adalah hidup untuk Allah.


(bersambung ke bagian ketiga)