Translate

Saturday, April 27, 2013

cerita rohani



Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Bethesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: yang buta, timpang dan lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.

Di situ ada seorang yang sudah 38 tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu terbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"

 

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

 

Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."

Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. (Yohanes 5 : 2-9)

 

Bayangkan jika kita adalah salah satu orang yang timpang/ buta/ lumpuh yang menunggu kesembuhan dengan menceburkan diri kedalam kolam. Anggaplah kita terlebih dahulu masuk, dan akhirnya sembuh. Bagaimana reaksi kita? Tentunya senang dan bahagia. Mungkin kita akan segera berlari ke rumah, dan memberitahukan kabar gembira ini kepada keluarga kita, bahkan mungkin seluruh kampung kita beritahu. Tapi apakah kita masih ingat dengan orang-orang yang masih menunggu di kolam? Sayangnya kebanyakan dari kita biasanya tidak akan ambil perduli akan hal itu.

 

Sekarang, posisikan kita sebagai orang lumpuh yang selama 38 tahun menunggu sendirian dengan setia di depan kolam, berharap akan bantuan dan belas kasihan orang orang sekitar untuk membantunya turun ke dalam kolam, tapi tidak dia dapatkan. Bagaimana perasaan kita?

Mungkin kita akan mengeluh sepanjang hari. Bagaimana mungkin selama 38 tahun, tidak ada satu orang-pun yang benar benar mau menolong kita ? Mereka egois ! Pasti ada diantara mereka yang sembuh pernah melihat keadaan kita.

 

Tidak ada keinginan sedikitpun untuk membantu sahabatnya (sesama yang sakit yang sekarang sudah sembuh) menceburkan diri ke dalam kolam. Ini keterlaluan !. Apakah merupakan hal yang berat menolong sahabat seperti itu ? Mungkin kita hanya perlu menggendongnya, atau memapahnya saja. Tidak terlalu berat, bukan ?

 

Seringkali, kita bisa menolong orang lain dengan cara yang sederhana, tapi tanpa kita sadari, itu sangat berarti bagi mereka. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga" (Matius 19 : 23)

 

Tahukah kenapa orang kaya sukar masuk kedalam kerajaan sorga ? Ujian hati dan karakter, sesungguhnya bukan di saat kita dalam keadaan susah, melainkan ketika kita dalam keadaan yang berlimpah. Karena di saat kita berlimpah, seringkali kita lupa untuk berbagi kebaikan. Kita lupa untuk mengasah karakter sebagai pengikut kristus, yaitu tetap memiliki kasih ! Ingat, yang namanya kasih, sudah pasti suka memberi. Yang namanya kikir, sudah pasti sulit untuk berbagi. 

 

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23)

 

Milikilah kasih, tanpa kasih, kita tidak layak dihadapanNya.