Translate

Saturday, April 27, 2013

Makanan Haram Bagian 1

ALKITAB MENJAWAB TENTANG MAKANAN HARAM (BAGIAN PERTAMA)
Bagian yang pertama:



Kita bertanya
Alkitab menjawab3


55. PADA AWAL MULANYA, MAKANAN APA YANG DIBERIKAN TUHAN KEPADA ADAM DAN HAWA DI TAMAN FIRDAUS?

Sebagai Penciptanya, pasti Tuhan tahu apa yang terbaik sebagai makanan manusia. Sama seperti produsen mobil yang mengeluarkan manual untuk merawat mobil bikinannya supaya awet dan berfungsi dengan sempurna, Tuhan juga mengeluarkan petunjuk apa-apa yang terbaik dimakan oleh manusia.
Kej 1:29
Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamusegala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yangbuahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Jadi sewaktu di Eden, sebelum masuknya dosa, manusia diciptakan Tuhan sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan yang berbiji, buah-buahan yang berbiji.
Itu adalah makanan yang terbaik bagi manusa, pada waktu manusia masih sempurna fisiknya, belum terpolusi oleh dosa.
Ini adalah first choice, the best choice.
Perlu kita ingat, bahwa ketika Tuhan menciptakan penghuni dunia ini, sama sekali tidak dengan niatan bahwa penghuni dunia ini akan saling makan-memakan. Tuhan tidak menciptakan korban. Jadi, baik manusia maupun hewan, tidak diciptakan untuk dimakan.

Semua binatang pada waktu itu makan apa?
Kej 1:30
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Tidak ada yang makan daging, bukan? Tidak ada binatang buas. Tidak ada carnivora.





56. SETELAH MANUSIA BERDOSA DAN DIUSIR DARI FIRDAUS, APA YANG DITAMBAHKAN TUHAN SEBAGAI MAKANANNYA?

Kita ingat, setelah Adam dan Hawa berdosa, maka mereka diusir keluar dari Eden. Itu sangat merugikan tubuh fisik mereka karena di dalam taman Eden itu ada Pohon Kehidupan. Dengan makan dari Pohon Kehidupan itu, tubuh manusia akan tetap sempurna, tidak kena penyakit, tidak menua, dan tidak mati. Jadi, kematian yang kita alami bukanlah hukuman dari Tuhan, tetapi karena tubuh kita ini menjadi rusak sendiri karena tidak dipelihara lagi oleh Pohon Kehidupan itu.
Coba lihat ceritanya di Alkitab.
Kej 3:22-24
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Maka, karena Adam dan Hawa sudah tidak bisa menikmati lagi buah-buah yang tumbuh di Eden, dan sementara mereka masih harus bercocok-tanam dan menunggu sampai bisa memetik hasilnya, Tuhan memberitahu mereka bahwa:
Kej 3:18
.... dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
Terjemahan NKJV lebih spesifik:
... and you shall eat the herb of the field
Kata “herb”mengandung arti “tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan”, jadi bukan asal tumbuhan saja, nanti ada yang memlesetkan ganja juga tumbuh-tumbuhan.
Ini adalah second choice.

Jadi sampai di sini tetap belum ada perintah Tuhan untuk makan daging.




57. PERTANYAAN: LALU ITU DOMBA-DOMBA YANG DIPIARA HABEL UNTUK APA?

Tadinya, binatang diciptakan Tuhan tidak untuk dimakan. Di Firdaus tidak ada binatang yang dimakan. Jadi seharusnya, di luar Firdaus pun binatang tidak dimakan. Jadi, pada waktu itu, domba dan kambing hanya untuk kurban bagi Tuhan.
Kej 4:4
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu

Mengapa mereka harus sering-sering memotong domba dan kambing untuk kurban?

Karena Tuhan mau mereka sadar dan selalu ingat, bahwa dosa itu berakibat kematian. Dosa tidak bisa dihapus oleh apa pun, selain oleh darah.
Tetapi karena Tuhan begitu mencintai manusia, Tuhan tidak ingin mereka binasa. Maka supaya manusia tidak mati karena dosanya, Tuhan pun menyediakan solusinya. Begitu Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan segera menyatakan rencana penyelamatanNya. Inilah yang dikatakanNya kepada si ular [Satan]:
Kej 3:15
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitNya."
Kita semua tahu bahwa “Keturunannya” ini adalah Yesus. Pada waktu Dia disalibkan, paku yang dipasang di kakiNya itu meremukkan tumitNya. Dan kematian Yesus di salib akan meremukkan kepala Satan, artinya mematahkan kuasa Satan dan dosa atas manusia.

Maka, sebelum Adam dan Hawa meninggalkan Firdaus, domba kurban yang pertama harus disembelih. Tuhan menunjukkan kepada mereka betapa kejamnya dosa itu. Dua domba yang tidak berdosa, sekarang harus menderita kesakitan disembelih dan mati untuk mereka. Dan kulitnya dijadikan pakaian bagi Adam dan Hawa, yang merupakan lambang bahwa lewat kematian domba itu, kenajisan mereka ditutupi oleh kekudusan Kristus. Itulah kematian pertama yang disaksikan oleh Adam dan Hawa.
Dan sejak saat itu, Tuhan menghendaki mereka selalu ingat, bahwa akibat perbuatan mereka itulah, Kristus harus datang ke dunia untuk menebus dosa seluruh umat manusia.
Jadi, supaya selama menantikan kedatangan Kristus, manusia tidak lupa akan janji penebusan ini, mereka diharuskan memotong hewan kurban untuk pelbagai tujuan, baik demi penghapusan dosa, sebagai persembahan, maupun sebagai ucapan syukur.





58. KAPAN PERTAMA KALINYA ALKITAB MENCATAT ADANYA BINATANG YANG TIDAK HARAM DAN YANG HARAM?

Jauh sebelum ada bangsa Israel, bahkan sebelum terjadinya Air Bah, pada zaman Nuh, generasi manusia yang ke-10, kita sudah bertemu dengan sebutan “binatang yang tidak haram” [clean animals] dan “binatang yang haram” [unclean animals] di dalam Alkitab.
Kej 7:2-3, 8-9
Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. ..... Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.

Pada waktu Tuhan memberikan perintah ini kepada Nuh, Alkitab tidak mencatat Nuh bertanya kepada Tuhan, “Binatang mana yang haram dan mana yang halal, Tuhan?” Berarti, Nuh sudah tahu mana binatang yang tidak haram dan mana yang haram. Dan di pasal 7 Kitab Kejadian itu juga tidak ditemukan catatan bahwa Tuhan memberikan daftar binatang halal/haram.
Jadi kesimpulan yang jelas adalah, antara masa Adam dan masa Nuh [10 generasi], Tuhan sudah memberitahukan kepada manusia perbedaan antara binatang yang tidak haram [halal] dan yang haram.
Kita tahu bahwa pada zaman itu belum ada tulisan, maka segalanya diberikan secara verbal turun-temurun.

Jadi, memisahkan antara binatang yang tidak haram dan yang haram, BUKAN baru diberikan Tuhan kepada orang Israel pada zaman Musa [manusia generasi ke-26], tetapi sejak zaman Nuh [manusia generasi ke-10] sekitar 1000an tahun sebelumnya, sudah diketahui ada.
Mengapa Tuhan menyuruh Nuh membawa 7 pasang binatang yang tidak haram tetapi hanya 1 pasang binatang yang haram?
Alasan yang pertama, karena yang haram hanyalah untuk melanjutkan spesiesnya, sedangkan yang tidak haram, untuk dikurbankan kepada Tuhan begitu Nuh keluar dari bahtera. Tuhan sendiri juga hanya mau diberi kurban dari binatang yang tidak haram.
Jika kita baca Kejadian pasal 6-9, kita tahu bahwa dunia waktu itu dihujani selama 40 hari dan 40 malam non stop, dunia terendam selama 150 hari, setelah itu barulah air surut secara perlahan-lahan, selama berbulan-bulan. Semua yang hidup binasa, termasuk segala macam tanaman.
Kita tahu bahwa Nuh sekeluarga terkunci di dalam bahtera itu sekitar 1 tahun (dari bulan kedua hingga bulan pertama tahun berikutnya). Maka ketika Nuh sekeluarga keluar dari bahtera, Tuhan berkata,
Kej 9:3
Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.

Itulah pertama kalinya manusia diizinkan makan makhluk yang bernyawa karena Tuhan tahu, dalam kondisi dunia yang porak poranda terendam air selama hampir satu tahun, butuh waktu sampai ada cukup tanaman dan biji-bijian untuk makanan seluruh keluarga Nuh dan semua binatang yang dibawanya. Jangan lupa, binatang-binatang itu pun setelah keluar dari bahtera juga perlu makan.

Tetapi bukan semua makhluk bernyawa boleh dimakan oleh Nuh, hanya yang tidak haram saja. Dari mana kita tahu ini? Karena dari semua binatang yang haram, Nuh hanya membawa satu pasang untuk melanjutkan spesiesnya, jadi tidak boleh dimakan! Kalau dimakan kan spesiesnya punah.
Inilah alasan yang kedua mengapa Tuhan menyuruh Nuh membawa tujuh pasang dari semua binatang yang tidak haram. Tuhan kita adalah Tuhan yang logis, karena itu jika kita mempelajari FirmanNya, kita juga perlu bisa berpikir logis.




59. MENGAPA KITA BARU MENJUMPAI DAFTAR BINATANG HARAM DAN TIDAK HARAM DI IMAMAT PASAL 11 DAN ULANGAN PASAL 14 PADA ZAMAN MUSA?

Ketika orang-orang Israel tinggal di Mesir selama 400 tahun lebih, mereka telah bercampur dengan bangsa-bangsa lain, di antaranya pasti bangsa Mesir. Mereka telah terpolusi oleh tradisi dan kebudayaan Mesir, dan lebih celaka lagi, mereka juga menyembah dewa-dewa orang Mesir. Mereka telah melupakan identitas mereka sebagai bangsa pilihan. Mereka telah melupakan agama Abraham, nenek moyang mereka. Maka, ketika Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir, Tuhan mau mengembalikan kondisi mereka menjadi bangsa pilihanNya lagi yang kudusdan terpisah dari bangsa-bangsa lainnya yang menyembah berhala. Dan karena pada zaman itu manusia sudah mengenal tulisan, maka Musa pun menulis semua yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Tetapi ini bukanlah peraturan yang baru, melainkan peraturan yang sudah dikenal nenek-moyang mereka berabad-abad sebelumnya, hanya saja terlupakan dan tidak dipatuhi lagi.






60. APAKAH LARANGAN MAKAN BINATANG YANG HARAM ITU HANYA BERLAKU BAGI ORANG BERDARAH ISRAEL [ISRAEL JASMANI] KARENA TERTULIS DI DALAM KITAB TAURAT MUSA?

Tidak.
Tuhan adalah Tuhan yang tidak pernah berubah. Kita sudah tahu bahwa membedakan binatang yang haram dan tidak haram sudah tertulis di Alkitab sebelum terjadinya Air Bah, sebelum ada orang Israel. Itu menandakan bahwa perintah dan petunjuk yang diberikan Tuhan kepada manusia itu selalu berlaku untuk semua manusia di segala zaman. Kalau Tuhan mengatakan babi dan kelinci itu haram untuk dimakan kepada Nuh, Dia juga berkata yang sama kepada orang-orang Israel seribu tahun kemudian, dan tentunya Dia juga berkata demikian kepada kita sekarang. Tuhan itu konsisten. Tuhan tidak plin-plan. Yang haram ya tetap haram, bukannya hari ini haram, bulan depan berubah menjadi tidak haram.
Ibr. 13:8
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Maz. 33:11
tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.

Maz. 148:6
Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar.

Pengkh. 3:14-15
Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.
Setelah kematian Yesus tidak ada mujizat atau perubahan apa pun yang terjadi atas binatang-binatang yang sudah diberi cap haram untuk dimakan oleh Tuhan yang menyebabkan tiba-tiba mereka bisa menjadi tidak haram lagi untuk dimakan. Jadi mengapa kita menganggap kematian Yesus telah mengubah status haram/halal seekor binatang?
Ketentuan Tuhan tidak bisa berubah. Kalau bagi Tuhan ada binatang-binatang yang dianggap haram dan jijik untuk dimakan, maka ketentuan tersebut tidak akan pernah berubah selama dunia yang lama ini masih ada. Kalau nanti di dunia yang baru di mana semuanya diperbarui, itu lain lagi, karena pada waktu itu sudah pasti tidak ada yang menjijikkan bagi Tuhan.


Tuhan Yesus Kristus mati di kayu salib untuk menjadikan manusia yang berdosa, layak masuk Surga.
Tuhan Yesus Kristus TIDAK mati di kayu salib untuk
menjadikan binatang yang haram menjadi tidak haram
dan layak dimakan.
Tuhan Yesus Kristus tidak datang untuk menebus binatang.




61. APA YANG TIDAK MASUK SURGA DAN DUNIA BARU?

Bacalah ayat di bawah ini baik-baik. Ini menceritakan tentang Hari Penghakiman. Jadi bukan hanya berlaku buat orang berdarah Israel, tetapi berlaku bagi seluruh umat manusia!
Yesaya 66:15-17
“Sebab sesungguhnya Tuhan akan datang dengan api… untuk melampiaskan murkaNya dengan kepanasan dan hardikNya dengan nyala api. Sebab Tuhan akan menghukum segala yang hidup dengan api dan dengan pedangNYa, dan orang-orang yang mati terbunuh oleh Tuhan akan banyak jumlahnya. Mereka yang mengkuduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi, dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman Tuhan…”

Tidak dikatakan bahwa Tuhan akan menghukum hanya orang Israel di sini, tetapi “Tuhan akan menghukum segala yang hidup” ~ segala yang hidup, baik orang Israel, baik orang Indonesia, baik orang Afrika, baik orang Jepang, lalu diikuti dengan keterangan yang sangat jelas, siapakah mereka yang akan dihukum itu:
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Mereka yang tidak menyembah Tuhan [yang mengkuduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya]
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Merekayang memakan daging babi, dan binatang-binatang jijik serta tikus
Banyak orang Kristen mengatakan bahwa ayat Alkitab bisa saja ditafsirkan bermacam-macam pengertian. Tapi mengapa ayat yang jelas sperti ini harus ditafsirkan? Mengapa tidak diterima apa adanya secara harafiah?
Tuhan memberikan Alkitab kepada umatNya untuk menyatakan kehendakNya, bukan untuk memberi teka teki yang tidak jelas pemahamannya dan harus ditafsir-tafsir.Tuhan tidak ingin umatNya salah paham, Tuhan tidak ingin manusia binasa karena tidak mengerti kehendakNya. Andai Tuhan menghendaki manusia binasa, Yesus Kristus tidak perlu mati di salib untuk menebus manusia. Karena itu, Tuhan memberikan kepada kita pedoman yang sangat mudah dimengerti. Janganlah kita sendiri yang membuatnya menjadi rumit dengan menafsir-nafsirkannya.

Wah 21:27
Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Apakah ayat ini pun perlu ditafsirkan? Jelas dikatakan“tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis”. Di sini Tuhan sedang berbicara mengenai dunia baru, Yerusalem Baru.
Jika kita makan segala yang haram dimakan, apakah kita tidak termasuk “najis?”Seimbangkah kita mempertaruhkan kesempatan kita memperoleh hidup kekal bersama Kristus hanya untuk memuaskan selera makan kita? Apakah tidak ada makanan yang halal yang enak dimakan sehingga kita harus makan makanan yang dikatakan Tuhan, haram?





62. MANA BINATANG YANG HARAM DAN TIDAK HARAM DIMAKAN?

Daftar binatang yang haram untuk dimakan bisa ditemui di Imamat pasal 11, dan di Ulangan pasal 14.
Kita lihat dari Immat pasal 11:
11:1 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka:
11:2 "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatangyang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:
11:3 setiap binatang yang BERKUKU BELAH, yaitu yang kukunya bersela panjang, DAN YANG MEMAMAH BIAK boleh kamu makan. [mis. KAMBING, SAPI = halal]
11:4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: UNTA, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. [kalau hanya salah satu: memamah biak atau berkuku belah, itu haram dimakan].
11:5 Juga PELANDUK, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
11:6 Juga KELINCI, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu.
11:7 Demikian juga BABI HUTAN, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. [segala jenis babi haram, karena semua babi tidak memamah biak. Zaman Musa tidak ada yang membiakkan babi, jadi yang ada hanya babi hutan, tidak ada babi kandang, babi kota, babi desa].
11:8 Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.
11:9 Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air: SEGALA YANG BERSIRIP DAN BERSISIK DI DALAM AIR, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan. [KEBANYAKAN IKAN = halal]
11:10 Tetapi SEGALA YANG TIDAK BERSIRIP ATAU BERSISIK di dalam lautan dan di dalam sungai, darisegala yang berkeriapan di dalam air dan dari segala makhluk hidup yang ada di dalam air, semuanya itu kejijikan bagimu. [UDANG DAN SEMUA JENISNYA, SEPERTI LOBSTER, bersisik tapi tidak bersirip, jadi haram. Segala macam KERANG, KEPITING, TIRAM, HIU, IKAN PAUS, DOLPHIN, LELE, TONGKOL, DORANG(BAWAL), PINDANG, KURA-KURA, PENYU, UBUR-UBUR, SOTONG, GURITA, CUMI-CUMI, SEAHORSE, ANJING LAUT = haram.]
11:11 Sesungguhnya haruslah semuanya itu kejijikan bagimu; dagingnya janganlah kamu makan, dan bangkainya haruslah kamu jijikkan.
11:12 Segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik di dalam air, adalah kejijikan bagimu.
11:13 Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut; [SEMUA UNGGAS YANG MAKAN DAGING = haram]
11:14 elang merah dan elang hitam menurut jenisnya;
11:15 setiap burung gagak menurut jenisnya;
11:16 burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya;
11:17 burung pungguk, burung dendang air dan burung hantu besar;
11:18 burung hantu putih, burung undan, burung ering;
11:19 burung ranggung, bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar.
11:20 SEGALA BINATANG YANG MERAYAP DAN BERSAYAP DAN BERJALAN DENGAN KEEMPAT KAKINYA adalah kejijikan bagimu.[SEMUA JENIS BUGS/INSEK KECUALI BELALANG = haram]
11:21 Tetapi inilah yang boleh kamu makan dari segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berjalan dengan keempat kakinya, yaitu YANG MEMPUNYAI PAHA DI SEBELAH ATAS KAKINYA UNTUK MELOMPATdi atas tanah.
11:22 Inilah yang boleh kamu makan dari antaranya: BELALANG-BELALANG MENURUT JENISNYA, yaitu belalang-belalang gambar menurut jenisnya, belalang-belalang kunyit menurut jenisnya, dan belalang-belalang padi menurut jenisnya.
11:23 Selainnya, segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berkaki empat adalah kejijikan bagimu.
11:24 Semua yang berikut akan menajiskan kamu--setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam,
11:25 dan setiap orang yang ada membawa dari bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam--,
11:26 yakni segala binatang yang berkuku belah, tetapi tidak bersela panjang, dan yang tidak memamah biak; haram semuanya itu bagimu dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis.
11:27 Demikian juga SEGALA YANG BERJALAN DENGAN TELAPAK KAKINYA DI ANTARA SEGALA BINATANG YANG BERJALAN DENGAN KEEMPAT KAKINYA, semuanya itu haram bagimu; setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam. [misalnya, SELURUH KELUARGA ANJING, SELURUH KELUARGA KUCING, BERUANG, PANDA = haram dimakan]
11:28 Dan siapa yang membawa bangkainya, haruslah mencuci pakaiannya dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. Haram semuanya itu bagimu.
11:29 Inilah yang haram bagimu di antara segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi: TIKUS BUTA, TIKUS, DAN KATAK MENURUT JENISNYA
11:30 dan LANDAK, BIAWAK, dan BENGKARUNG, SIPUT dan BUNGLON. [termasuk SEGALA JENIS CECAK, TOKEK, KADAL, TUPAI, HAMSTER, BUAYA, dll.]
11:31 Itulah semuanya yang haram bagimu di antara segala binatang yang mengeriap. Setiap orang yang kena kepada binatang-binatang itu sesudah binatang-binatang itu mati, menjadi najis sampai matahari terbenam.
11:41 Segala binatang YANG MERAYAP DAN BERKERIAPAN DI ATAS BUMI, adalah kejijikan, janganlah dimakan.
11:42 Segala yang merayap dengan perutnya dan segala yang berjalan dengan keempat kakinya, atau segala yang berkaki banyak, semua yang termasuk binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, janganlah kamu makan, karena semuanya itu adalah kejijikan. [SEGALA JENIS ULAR, ULAR BULU, CACING, DLL.]
11:43 Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.
11:44 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.

AYAT 44 INI SANGAT JELAS, MENGAPA TUHAN MENGHENDAKI MANUSIA TIDAK MEMAKAN SEMUA YANG DIHARAMKAN OLEHNYA. ALASANNYA HANYA SATU :

“HARUSLAH KAMU MENGUDUSKAN DIRIMU DAN HARUSLAH KAMU KUDUS” “SEBAB AKU INI KUDUS”.


Mana mungkin TUHAN yang kudus berkumpul dengan manusia yang tidak kudus? Atau lebih tepatnya lagi, bagaimana mungkin manusia yang tidak kudus bisa bertahan di hadapan TUHAN yang kudus?





(BERSAMBUNG KE BAGIAN KEDUA)