Translate

Wednesday, May 22, 2013

Wahyu 5

 
 



 

KITAB WAHYU
Pasal 5

GULUNGAN YANG BERMETERAI

5:1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

< !--[if !supportLists]-->· Yohanes masih berada di ruang Ka’abah di Surga. Ini merupakan kelanjutan penglihatannya dari pasal 4. Dia melihat Dia yang duduk di atas takhta itu” yang tak lain adalah Allah Bapa, karena di ayat 7 dikatakan bahwa Anak Domba [= Kristus] datang menghampiri Dia yang duduk di atas takhta itu, berarti Dia yang duduk di atas takhta itu” di ayat ini pasti Allah Bapa dan bukan Kristus.

< !--[if !supportLists]-->· Di tangan kanan Allah Bapa ada sebuah kitab [gulungan] yang termeterai. Kita harus ingat bahwa di zaman Yohanes, sebuah dokumen itu tidak dijilid seperti kitab yang kita kenal sekarang, melainkan ditulis di atas suatu gulungan.

< !--[if !supportLists]-->· ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya”. Gulungan ini istimewa. Tulisannya bukan saja ada di sebelah dalamnya seperti biasanya kitab-kitab yang digulung, tetapi kali ini tulisan juga terdapat di sebelah luarnya. Itu memberikan tanda gulungan apakah sebenarnya yang dipegang Allah Bapa.
Pada zaman Israel, Tuhan membuat peraturan penebusan tanah bahwa jika seorang telah menjual hak miliknya kepada orang asing, [karena membutuhkan uang], maka sedapat-dapatnya hendaklah ada kerabatnya yang menebus [membeli kembali] tanah yang dijual tersebut supaya tanah itu tidak selamanya jatuh kepada orang asing, dan pada tahun yang ke-50 (tahun Yobel) tanah itu harus dikembalikan kepada si pemilik yang pertama supaya dia tidak kehilangan hak warisnya. Bisa dibaca di Imamat 25:23-34.

Kalau kita baca di Yer 32:6-14 kita akan melihat bahwa penebusan tanah itu dilakukan dengan dua akte [surat perjanjian], yang juga berbentuk gulungan. Yang satu disegel oleh meterai, yang satu tidak disegel. Untuk mengesahkannya, dibutuhkan saksi-saksi yang ikut menandatangani akte tersebut.
Yer 32:10-12
Aku menulis surat pembelian, memeteraikannya, memanggil saksi-saksi dan menimbang perak itu dengan neraca. Lalu aku mengambil surat pembelian yang berisi syarat dan ketetapan itu, baik yang dimeteraikan maupun salinannya yang terbuka; kemudian aku memberikan surat pembelian itu kepada Barukh bin Neria bin Mahseya di depan Hanameel, anak pamanku, di depan para saksi yang telah menandatangani surat pembelian itu, dan di depan semua orang Yehuda yang ada di pelataran penjagaan itu.
Menurut penyelidikan Weemse, akte ini ditandatangani oleh saksi-saksi di bagian belakangnya(Weemse ‘Judicial Law of Moses’ ch 30. Quoted by J. A. Seiss in op.cit. Vol 1 hal 273.).

Jadi, kalau kita melihat ayat 1 ini, bahwa gulungan bermeterai yang dipegang tangan kanan Allah Bapa itu berisikan tulisan baik di bagian dalam maupun luarnya, maka ini bisa disejajarkan dengan surat penebusan. Hanya saja ini bukan surat penebusan tanah, tetapi surat penebusan umat manusia.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kitab dengan tujuh meterai. Kita ingat bahwa angka 7 adalah angka sempurna. Artinya, gulungan kitab itu dimeteraikan dengan sempurna.Tidak sembarang orang bisa membukanya. Hanya yang berhak saja yang bisa membuka meterainya.




5:2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
5:3 Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu atau pun melihat sebelah dalamnya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ternyata kitab itu bukan sembarang kitab. Karena “tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.” Semuanya tidak layak membuka gulungan kitab itu. Yang membukanya harus memenuhi persyaratan tertentu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dan Yohanes menangis. Karena kalau tidak ada yang bisa membuka gulungan kitab itu, berarti rahasianya tidak ada yang mengetahui.




5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapi dikatakan, yang dapat membukanya adalah “singa dari suku Yehuda,” ~ kita tahu bahwa bani Yehuda sendiri sudah dilambangkan sebagai singa.
Kej 49:9-10
Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Yehuda sendiri sudah dikatakan sebagai singa. Nah di sini disebutkan “singa dari suku Yehuda,” ~ berarti, singanya singa! Dan siapa lagi yang disebutkan di sini kalau bukan Yesus Kristus?

< !--[if !supportLists]-->· tunas Daud” ~ Kata aslinya adalah ῥίζα [hrid'-zah] yang diterjemahkan “akar” dalam bahasa Inggris, bukan “tunas.”
Terjemahan NIV
Then one of the elders said to me, “Do not weep! See, the Lion of the tribe of Judah, the Root of David, has triumphed. He is able to open the scroll and its seven seals.”

Yes 11:10
In that day the Root of Jesse will stand as a banner for the peoples; the nations will rally to him, and his resting place will be glorious.
Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Taruk dari pangkal Isai = tunas Daud. Isai adalah ayah Daud.

Kita tahu akar itulah yang menunjang kehidupan suatu tanaman. Kristus disebut “akar Daud”untuk membuktikan bahwa Dia sudah ada sebelum Daud ada. Dari Dia- lah Daud berasal. Dengan ini dinyatakan bahwa Kristus-lah Pencipta Daud, keilahian Kristus dikemukakan di sini.

Tetapi Kristus juga disebut sebagai “tunas” atau “cabang” dari pokok Isai. Dan ini melukiskan bahwa secara manusia, Kristus adalah keturunan Daud.
Yes 11:1-3
Suatutunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

< !--[if !supportLists]-->· Yesus Kristus, “Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." Mengapa? Karena Dia “telah menang”. Menang dari apa? Menang dari dosa dan menang dari maut.
Yoh. 16:33
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Roma 6:9
Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.




5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kristus dilihat Yohanes sebagai “seekor Anak Domba seperti telah disembelih”. Kita ingat bahwa ketika Kristus kembali ke Surga, disaksikan oleh banyak orang, maka Dia naik ke atas bersama tubuh manusiaNya lengkap dengan semua luka bekas penyaliban. Berarti untuk selama-lamanya identitasNya sebagai Sang Penebus umat manusia tidak akan lenyap, tetapi diabadikan. Bahkan di sini pun, Kristus tampak sebagai Anak Domba Allah yang telah disembelih. Dan justru itulah yang menjadikan Dia berhak membuka gulungan kitab itu. Karena surat penebusan itu dibayar oleh darahNya.
Yoh 1:29 1:29.
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”

< !--[if !supportLists]-->· “bertanduk tujuh” ~ kita ingat angka 7 berarti sempurna. Kita ingat dari pembahasan Daniel bahwa “tanduk”melambangkan “kuasa/kekuasaan”. Berarti di sini dinyatakan bahwa kekuasaan/kuasa Kristus itu sempurna.
Mat 28:18
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->bermata tujuh” ~sudah dijelaskan ini adalah “ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.”.
“mata” melambangkan “mengetahui dan bijaksana”. Domba itu digambarkan memiliki 7 mata artinya Dia mengetahui segala-galanya lewat Roh Allah/Roh Kudus yang mewakiliNya di bumi.
Yohanes 14:16
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Penolong lain, yang akan tinggal bersama kalian untuk selama-lamanya.

Ibr 4:13
Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Karena Kristus kembali ke Surga membawa tubuh manusiaNya, maka Dia terikat kepada tubuh itu dan hanya bisa berada di satu tempat pada waktu yang sama. Karena itu, setelah Kristus kembali ke Surga, Roh Kudus-lah yang tinggal bersama umat tebusanNya. Sebagai Roh, tidak ada hambatan bagiNya untuk berada di hati semua orang percaya pada waktu yang bersamaan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jadi di pasal ini, Yohanes melihat ketiga Pribadi Ilahi hadir bersama-sama:
(1) Allah Bapa yang duduk di takhta,
(2) Kristus dalam bentuk Domba yang tersembelih, dan
(3) Roh Kudus dalam bentuk tujuh mata.
Inilah Allah yang Esa, Allah Triuni




5:7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

< !--[if !supportLists]-->· Setelah menyatakan DiriNya sebagai Yang Membayar surat tebusan itu, maka “Anak Domba itu menerima gulungan kitab itu dari tangan” Allah Bapa. Dan pada waktu itu ke24 ketua tersungkur di depan Kristus, dan mereka membawa kecapi dan cawan emas yang berisikan “doa orang-orang kudus.” Jadi di sini jelaslah tugas ke-24 ketua yaitu melayani di Ka’abah di Surga dengan bermain kecapi dan mempersembahkan kemenyan yang adalah doa umat Allah.



5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."
< !--[if !supportLists]-->· Ini merupakan nyanyian baru, berarti sebelumnya mereka tidak mengenal nyanyian ini. Nyanyian ini khusus untuk acara pembukaan meterai-meterai gulungan kitab tersebut.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ayat 10 mirip dengan yang tertulis di:
Wah 1:6
dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Jadi semua umat tebusan Tuhan akan menjadi imam-imam bagi Allah, dan akan memerintah sebagai raja di bumi. Tentunya ini baru akan terjadi setelah Tuhan menciptakan langit baru dan bumi baru.




5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
5:12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"

< !--[if !supportLists]-->· Di sini Yohanes melihat malaikat dalam jumlah yang tak terbilang banyaknya, yang mengelilingi takhta.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sinilah dinyatakan mengapa Kristus layak menerima segalanya.




5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

< !--[if !supportLists]-->· Sewaktu menulis ayat-ayat terakhir dari pasal ini Yohanes dibawa ke masa depan, ketika dosa dan maut sudah dikalahkan, ketika orang-orang yang mati sudah dibangkitkan, ketika orang-orang tebusan sudah dikumpulkan, maka pada saat itu genaplah pekerjaan Domba Allah dan tibalah saatnya bagi Dia untuk menerima takhtaNya dan kemuliaanNya.

(bersambung ke Wahyu pasal 6)