Translate

Wednesday, May 22, 2013

Wahyu 11

(kelanjutan pasal 10)


KITAB WAHYU
Pasal 11
Atheisme menantang tuhan
& SANGKAKALA YANG KETUJUH

Wahyu pasal 10 merupakan penglihatan sisipan yang diberikan Tuhan kepada Yohanes. Wahyu pasal 11 ini bagian yang pertama juga merupakan penglihatan sisipan, dan barulah nanti di ayat 15 akan dilanjutkan dengan sangkakala yang ketujuh. Jadi seluruh pasal 10 dan pasal 11 hingga ayat 14 merupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi antara sangkakala yang keenam dan yang ketujuh.



11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Yohanes disuruh mengukur Bait Suci Allah dan mezbah” ~ Bait Suci mana yang dimaksud?
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Pasti bukan Bait Suci literal yang di Yerusalem, karena pada waktu itu [setelah sangkakala yang keenam yang berakhir tahun 1840] Bait Suci yang di Yerusalem sudah lama dihancurkan oleh tentara Roma [tahun 70 AD].
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Juga bukan Bait Suci rohani [umat Allah di dunia] karena di ayat ini mereka termasuk di dalam mereka yang beribadah di dalamnya.”
< !--[if !supportLists]-->ü <!--[endif]-->Jadi satu-satunya yang tersisa adalah Bait Suci yang ada di Surga, di mana Yohanes sudah diberi penglihatan di pasal-pasal sebelumnya.


< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Karena di sini disebutkan mezbah, maka kita tahu bahwa yang disuruh ukur ini adalah bagian yang Mahasuci dari Bait Suci tersebut,bagian yang kedua, karena mezbah ini terdapat di bagian yang Mahasuci.


< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Mengapa Yohanes disuruh mengukur bagian yang Mahasuci dari Bait Suci ini? Kita ingat bahwa nubuatan yang berkaitan dengan bilik yang Mahasuci dari Bait Suci yang di Surga, terdapat di dalam nubuatan Daniel tentang 2300 Petang dan Pagi. Para pelajar Alkitab berpendapat bahwa perintah ini mengandung arti, agar Yohanes [yang mewakili umat/sidang Allah di dunia] memberikan perhatian kepada nubuatan Daniel tentang 2300 Petang dan Pagi, di mana diamarkan bahwa Yesus Kristus akan memasuki bilik Mahasuci di dalam Bait Suci di Surga untuk memulai tugasNya sebagai Imam Besar.


< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapi yang diukur bukan hanya Bait Suci serta mezbah di dalamnya saja, melainkan jugamereka yang beribadah di dalamnya”. Kita sudah mengerti bahwa mereka ini adalah umat/sidang Allah. Bagaimana mengukur umat/sidang Allah? Atau lebih tepatnya, dengan tolok ukur apa umat/sidang Allah ini harus diukur?

Mat 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Yoh 8:51
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

Yak 1:25
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapisungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Mat 19:17
Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."

Satu-satunya tolok ukur yang akan dipakai mengukur umat/sidang Allah adalah apa yang tertulis di dalam Firman Tuhan: yaitu Hukum Tuhan, Perintah Tuhan, teladan yang ditinggalkan Yesus kepada pengikut-pengikutNya.



11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita lihat terjemahan bahasa Inggrisnya:
But leave out the court which is outside the temple, and do not measure it, for it has been given to the Gentiles. And they will tread the holy city underfoot for forty-two months. [NKJV]

But exclude the outer court; do not measure it, because it has been given to the Gentiles.They will trample on the holy city for 42 months.[NIV]

Dalam terjemahan bahasa Inggrisnya jelas disebutkan bahwapelataran Bait Suci yang di sebelah luar... sudah diberikan kepada bangsa-bangsa non-Yahudi”.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di ayat 2 ini, ada dua pesan yang disampaikan:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Bahwa pelataran Bait Suci sudah tidak penting lagi, karena itu sudah tidak perlu diukur. Kita tahu bahwa dulu, kurban hewan itu disembelih di pelataran Bait Suci. Dan karena Domba Allah yang sejati sudah tersembelih [tersalib] di Golgotha, maka pelataran Bait Suci sudah tidak berpengaruh lagi, karena Kristus sudah menggenapi semua praktek penyembelihan kurban hewanyang merupakan lambang pengorbanannya di Golgotha.
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Dengan menyebut “bangsa-bangsa non-Yahudi” yang menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya" Tuhanmemperkenalkan bangsa Roma yang telah menajiskan [pertama] Yerusalem literal dan [kemudian] Yerusalem rohani [umat/sidang Allah] selama 42 bulan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sini diperkenalkan lagi waktu nubuatan yaitu 42 bulan. Berapa lamakah itu?
1 bulan nubuatan = 30 hari nubuatan = 30 tahun aktual
42 bulan nubuatan = 42 x 30 tahun aktual = 1260 tahun.
Kita sudah pernah bertemu dengan angka 1260 tahun. Ini adalah masa penganiayaan yang dilancarkan oleh Roma [Kepausan] terhadap umat/sidang Allah, sejak 538 – 1798.


11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Supaya manusia tidak salah hitung, sekali lagi Tuhan menyebut angka 1260 hari nubuatan yang identik dengan 42 bulan nubuatan, yang berarti 1260 tahun kita. Sekarang Tuhan memperkenalkan kedua orang saksiNya, yang bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.”

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dari keterangan ini kita langsung tahu bahwa kedua orang saksi ini pasti bukanlah manusia. Tidak ada seorang manusia yang bisa hidup dan bernubuat selama 1260 tahun lamanya. Berarti kedua orang saksi ini melambangkan sesuatu. Apa?

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita lihat keterangannya bahwa kedua saksi ini bernubuat sambil berkabung”. Siapa yang bernubuat? Nabi bernubuat. Tapi kita sudah tahu bahwa satu orang nabi tidak mungkin hidup terus selama 1260 tahun lamanya. Berarti ini bukan hanya satu orang nabi, tapi banyak nabi. Di mana ada kumpulan banyak nabi yang bisa terus bernubuat selama 1260 tahun? Di dalam Alkitab! Berarti kedua “orang” saksi yang disebutkan di sini adalah Alkitab. Dan Alkitab memang terdiri atas DUA BAGIAN: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Inilah kedua saksi Tuhan yang terus bernubuat.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapi dikatakan di sini bahwa kedua saksi Tuhan itu bernubuat sambil berkabung”. Apa artinya?
Dari sejarah kita tahu bagaimana pada zaman Dark Ages [Abad Pertengahan] gereja [Katolik pada waktu itu] melarang orang awam membaca dan mempelajari Alkitab. Semua Alkitab disita, dimusnahkan, dan hanya gereja yang boleh memiliki, itu pun tidak mudah diakses oleh semua. Bukan itu saja, Alkitab yang dipakai adalah yang dalam bahasa Latin, bahasa yang sudah lama tidak dikenal orang banyak, sehingga hanya para imam yang sudah belajar bahasa Latin yang bisa membacanya. Orang awam terpaksa tergantung kepada ajaran yang diberikan oleh imam-imam tanpa bisa menyocokkan apakah ajaran imam-imam itu memang benar seperti yang diajarkan oleh Alkitab.
Kemudian pada abad 15-16, mulailah muncul bapak-bapak Reformasi yang memprotes kebijakan gereja tersebut, sehingga mereka disebut golongan Protestan [orang-orang yang protes]. Mereka mau mengembalikan Alkitab ke tangan orang-orang awam dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh orang-orang awam. Perjuangan bapak-bapak Reformasi ini mengalami tantangan yang luar biasa dan tidak jarang dengan mengorbankan jiwa.
Kondisi Alkitab selama periode 1260 tahun itu benar-benar mengenaskan, dan kedua saksi Tuhan tersebut [Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru] benar-benar hanya bisa bernubuat sambil berkabung. Berkabung artinya dalam kondisi prihatin, sembunyi-sembunyi, dalam kesukaran. Kita lihat apa kata para sejarahwan tentang periode tersebut:
Kaisar Roma Justinian mengeluarkan perintah pada 538 AD memberikan ultimatum kepada semua orang untuk bergabung dengan gereja Katolik dalam waktu 90 hari, dengan ancaman semua hartanya akan disita jika mereka menolak. [dari History of the Early Christian Church tulisan Dr. N. Summerbell, hal 310-311]. Dengan ini dimulailah masa penganiayaan 1260 tahun.

Kepausan menganggap Alkitab sebagai sumber segala kemurtadan, dan oleh karena itu keluar larangan membaca Alkitab. Tyndale berteriak bahwa gereja telah menjauhkan Alkitab dari umat, tetapi para imam mengklaim bahwa orang awam tidak bisa mengerti Alkitab dan hanya para imamlah yang bisa menafsirkannya. [dari The History of Protestantism tulisan Wylie, Vol 1, hal 45, Vol 3, hal 362].

Dekrit Toulouse [Perancis] tahun 1229AD yang mendirikan tribunal Inquisisi bagi semua pembaca Alkitab dalam bahasa sehari-hari, merupakan dekrit yang mendatangkan pembakaran, pertumpahan darah dan kehancuran di semua tempat persembunyian di mana orang masih menyimpan Alkitab. Mereka ini dikejar sampai ke hutan-hutan, dan bahkan siapa pun yang berani menolong mereka, akan dihukum berat. Akibatnya Alkitab lenyap, seakan-akan menghilang di bawah tanah. Selama 500 tahun perintah ini dijalankan dengan pelbagai hukuman, dan darah orang-orang suci pun mengalir seperti air. [dari The Canon of the Holy Scriptures tulisan L. Gaussen, Part 2, Bk 2, Pasal 7, seksi 5, prop 561, pasal 13, seksi 2, prop 642, paragraf 2].

Dan masih banyak lagi yang dicatat oleh sejarah, bagaimana Kepausan Katolik berusaha melenyapkan Firman Tuhan. Tetapi Tuhan selalu memelihara sejumlah umatNya dalam setiap masa, sehingga walaupun Alkitab ini hanya bisa bersaksi sambil berkabung, namun dia tidak akan lenyap secara keseluruhan. Dan suatu waktu dia akan muncul ke permukaan lagi, menjadi pelita bagi orang-orang yang mencari kebenaran tentang Tuhan.



11:4 Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Lebih lanjut, Tuhan memberikan deskripsi tentang kedua saksiNya ini:
“kedua kaki dian” ~ kaki dian adalah pelita yang memberikan penerangan.
Maz 119:105
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Dari istilah ini kita sudah tahu bahwa kedua saksi itu adalah Firman Tuhan.



11:5 Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Perhatikan bahwa di sini jelas Tuhan menyebut mereka dua saksi-Ku” berarti Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu sama statusnya, sama-sama tetap berlaku dan sama-sama merupakan saksi Tuhan.Tuhan tahu bahwa pada akhir zaman banyak orang akan berkata bahwa Perjanjian Lama sudah tidak berlaku lagi, bahwa itu milik orang Yahudi, bahwa setelah Kristus bangkit, hanya Perjanjian Baru-lah yang berlaku. Tetapi di sini Tuhan jelas menyebut dua saksi-Ku” bukan hanya Perjanjian Baru saja, tetapi Perjanjian Lama juga tetap berlaku.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di sini Tuhan sudah memberikan amaran apa yang akan terjadi pada mereka yang menyakiti Alkitab. Karena kedua orang saksi ini adalah Firman Tuhan, maka kata “menyakiti” di sini harus dimengerti sebagai“merusak”, “menghancurkan”, “memusnahkan”, atau bahkan “menyelewengkan pengajaran” dari Firman Tuhan ini. Mereka itu semua akan mati dihanguskan oleh api. Kapan itu terjadi?
Mal 4:1
Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

Wah 22:12
"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.



11:6 Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Di dalam Alkitab ada banyak contoh tentang hal-hal ini, misalnya:
1 Raja-raja 17:1
Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."

Kel 7:19-20
TUHAN berfirman kepada Musa: "Katakanlah kepada Harun: Ambillah tongkatmu, ulurkanlah tanganmu ke atas segala air orang Mesir, ke atas sungai, selokan, kolam dan ke atas segala kumpulan air yang ada pada mereka, supaya semuanya menjadi darah, dan akan ada darah di seluruh tanah Mesir, bahkan dalam wadah kayu dan wadah batu." Demikianlah Musa dan Harun berbuat seperti yang difirmankan TUHAN; diangkatnya tongkat itu dan dipukulkannya kepada air yang di sungai Nil, di depan mata Firaun dan pegawai-pegawainya, maka seluruh air yang di sungai Nil berubah menjadi darah;

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.” Pada waktu Firaun Mesir menghalangi bangsa Israel meninggalkan Mesir, Tuhan telah menurunkan pelbagai malapetaka kepada mereka. Malapetaka yang lebih parah dari itu juga akan diturunkan oleh Tuhan menjelang kedatangan Kristus yang kedua, pada waktu pintu kasihan sudah ditutup, dan nasib setiap manusia sudah ditentukan.
Wah 16:1-2
Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi." Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi;




11:7 Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“telah menyelesaikan kesaksian mereka” ini tentunya berkaitan dengan ayat 3 yang mengatakan kedua saksi itu bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.” Berarti apa yang terjadi berikutnya harus terjadi setelah tahun 1798 [akhir dari 1260 tahun Firman Tuhan bernubuat sambil berkabung]. Tetapi Tuhan telah memperpendek waktu itu. Kita lihat dalam:
Mar 13:20
Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

Jadi karena waktunya diperpendek oleh Tuhan, berarti sebelum akhir dari 1260 tahun itu (yang jatuh pada 1798)binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Siapakah yang dilambangkan oleh binatang ini?
Dari pembahasan Kitab Daniel kita tahu bahwa binatang melambangkan suatu negara atau kekuasaan.Binatang ini muncul dari jurang maut. Istilah jurang maut sudah pernah kita bahas di pasal 9, silakan mereviewnya lagi. Intinya jurang maut berkaitan dengan Iblis/Setan atau segala yang bertentangan dengan Tuhan. Maka kita dapat menyimpulkan bahwa negara yang muncul ini sifatnya juga bertentangan dengan Tuhan.
Dan karena sifatnya bertentangan dengan Tuhan, tidaklah heran negara ini juga menentang Firman Tuhan. Bahkan Tuhan memberikan amaran di sini bahwa negara ini berhasil mengalahkan dan membunuh kedua saksi Tuhan tersebut. Berarti kita akan melihat Alkitab [kedua saksi Tuhan] akan lenyap di negara ini.Kita akan mengenal identitas negara ini dari ayat berikutnya.




11:8 Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.


< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dikatakan bahwa kota besar” itusecara rohani disebut Sodom dan Mesir” Berartisifat-sifatnya menyerupai kota Sodom dan negara Mesir, sehingga dia disebut Sodom rohani dan Mesir rohani. Inilah tanda pengenalnya.
Bagaimana sifat kota Sodom? Kita semua tahu bahwa Sodom dan Gomora dihancurkan Tuhan karena percabulannya yang kelewat batas. Berarti kota besar” ini pun penuh dengan amoralisme, tempat di mana praktek asusila merebak, kemabukan, kejahatan dan terutama seks bebas, bebas dengan siapa pun dan dengan apa pun.

Bagaimana sifat Mesir? Apa hal pertama yang kita ingat tentang Mesir dari Alkitab? Pasti Firaun Mesir, yang tidak mengizinkan bangsa Israel pergi dari sana. Kita ingat bagaimana Tuhan menurunkan 10 malapetaka supaya Firaun mau melepaskan bangsa Israel, tetapi Firaun Mesir tetap menyombongkan dirinya dan menyatakan bahwa dia tidak mengenal siapa itu Tuhan.
Kel 5:2
Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi."

Jadi Mesir melambangkan negara yang tidak mengakui Tuhan.

Masih ada satu lagi tanda pengenal yang diberikan di ayat ini, yaitu di mana juga Tuhan mereka disalibkan.” Kita tahu bahwa Yesus disalibkan di Golgotha, di luar kota Yerusalem. Tetapi karena sebelumnya baik Sodom maupun Mesir sudah dikatakan “secara rohani” [= bukan secara literal/ harafiah] maka di mana juga Tuhan mereka disalibkan” ini pun bukan bukit Golgotha secara harafiah melainkan secara rohani. Di mana itu?
Mat 25:40
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Artinya, Yesus ikut menderita ketika pengikut-pengikutNya menderita.
Jadi di sini jelas, karena Yesus seolah-olah tersalib lagi di sini, maka artinya pengikut-pengikut Yesus akan mengalami penganiayaan dan menderita di tempat ini.

Negara mana yang memenuhi ketiga tanda pengenal yang diberikan Tuhan ini?
Kita lihat catatan sejarah dan mendapatkan bahwa negara PERANCIS memenuhi semua persyaratanyang disebutkan oleh ayat 7 dan 8 di atas.

Pada 1793[berarti 5 tahun sebelum berakhirnya masa 1260 tahun penganiayaan– ingat Markus 13:20 di mana dikatakan bahwa “oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.], dewan legislatif Perancis melarang eksistensi Alkitab di Perancis. Pemerintah Perancis mengumumkan bahwa bangsanya tidak mengakui adanya Tuhan. Dekrit ini menjadi dasar untuk mengumpulkan semua Alkitab untuk dibakar. Dengan demikian Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru pun seakan-akan terbunuh di seluruh negara Perancis. Pada 11 November 1793 dihelat suatu pesta besar di Katedral Notre Dame, yang didedikasikan kepada “Logika dan Kebenaran”, dan Katedral itu diganti namanya menjadi Kuil Logika [Temple of Reason]. Di tengah-tengah gereja itudidirikan sebuah piramid dengan inskripsi “dipersembahkan Kepada Filosofi”.Selain itu Perancis juga menghapus pemeliharaan hari sabat [yg saat itu jatuh pada hari pertama dalam minggu] dan menggantikannya dengan hari bercanda dan berbicara kasar setiap sepuluh hari. Dewi Logika diperkenalkan, yang diperankan oleh seorang wanita yang bukan wanita baik-baik, dan dewi ini dipuja.
Menggenapi tanda-tanda lain yang diberikan di ayat 8, maka Perancis juga terkenal sebagai negara paling asusila pada zaman itu. Bahkan perzinahan dilindungi hukum pada waktu itu. Perancis juga pernah membantai semua kalangan Huguenot yang taat kepada Tuhan, yang dalam waktu satu malam saja, 50 ribu orang dibunuh dan jalan-jalan di kota Paris dibanjiri oleh darah. Motto kaum atheis ini adalah“Remukkan Jahanam itu” [yang mereka maksudkan adalah Yesus Kristus]

“Perancis memisahkan dirinya sebagai satu-satunya negara di dalam sejarah dunia [pada masa itu] yang Dewan Legislatifnya mengumumkan bahwa Tuhan itu tidak ada, dan seluruh penduduk di ibukotanya, dan masyarakat luas di tempat-tempat yang lain, wanita maupun pria, menari dan bernyanyi dengan sukacita menerima pengumuman tersebut.” [Blackwood’s Magazine, Nov. 1870].




11:9 Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Siapa “mereka” yang dimaksud di sini? Kedua orang saksi Tuhan yang terbunuh, yaitu Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jadi ayat ini menubuatkan bahwa orang-orang yang taat kepada ajaran Tuhan dari bangsa-bangsa yang lain [di luar Perancis] yang melihat tingkah polah Perancis memusnahkan Alkitab, tidak ikut ambil bagian dalam tindakan yang biadab itu, dan bahkan tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.” Artinya mereka berusaha mempertahankan agar Alkitab tetap eksis, tidak dikuburkan, sehingga Firman Tuhan itu tidak lenyap sama sekali dari permukaan bumi.



11:10 Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapi bagi mereka yang membenci Alkitab, bagi mereka yang selama ini perbuatannya dinyatakan sebagai dosa oleh Alkitab sehingga hati nurani mereka merasa tersiksa oleh Alkitab, mereka bergembira dan bersukacita” karena sekarang sudah tak ada lagi Alkitab yang bisa menunjukkan dosa-dosa mereka.




11:11 Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita ingat bahwa satu hari nubuatan sama dengan satu tahun kita. Maka Tiga setengah hari kemudian” berarti tiga setengah tahun kemudian, Allah menghidupkan kedua saksi itu lagi. Alkitab kembali bangkit dari kematiannya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kita lihat apa kata sejarah.
Tiga tahun setelah Dewan Legislatif Perancis mengeluarkan dekrit yang melarang keberadaan Alkitab, muncullah suatu resolusi yang menggantikan dekrit tersebut, mengizinkan Alkitab kembali boleh beredar di Perancis. Resolusi ini disodorkan dan didiamkan selama enam bulan, tetapi kemudian diterima tanpa ada yang menyanggah. Berarti persis tiga setengah tahun sejak Alkitab dimusnahkan di Perancis, Tuhan menghidupkannya kembali.

Mengapa Perancis mengubah haluan mereka? Karena Perancis menyadari bahwa sejak negaranya tidak lagi mengakui keberadaan Tuhan, kondisinya menjadi benar-benar mengerikan dan tidak terkendali. Semua orang berbuat sesukanya. Kekejaman dan kekacauan terjadi di mana-mana. Karena itulah akhirnya pada 17 Juni 1797 Camille Jourdan dalam “Konsili Lima Ratus”mengajukan laporan mengenai “Revisi Peraturan sehubungan dengan ibadah relijius”, yang isinya:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Semua warga boleh membeli atau menyewa gedung-gedung untuk dipakai sebagai tempat beribadah secara bebas.
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Semua jemaat boleh dipanggil untuk berkumpul lewat dentang lonceng.
< !--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Semua gembala sidang/pendeta tidak diharuskan menjalani ujian atau sumpah apa pun yang tidak diharuskan dari warganegara lainnya.
< !--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Barangsiapa mencoba untuk mencegah atau dengan cara apa pun untuk mengganggu ibadah publik, akan dikenai denda hingga 500 livre minimal 50 livre; apabila gangguan tersebut datang dari pejabat negara, maka pejabat tersebut harus dikenai denda dua kali lipat dari jumlah tersebut.
< !--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Semua warga diizinkan menghadiri perkumpulan ibadah relejius.
< !--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Semua peraturan lain mengenai ibadah relijius sebelumnya harus dicabut.
Sejak ini, gereja bebas beroperasi di Perancis.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.” Alkitab kembali dihargai dan “ditakuti”oleh manusia sebagai Firman Tuhan.·




11:12 Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“mereka”di sini masih kedua saksi Allah, yaitu Kitab Perjanjian Lama dan Baru [= Alkitab]. Di sini nubuatan menjelaskan bahwa Alkitab menerima penghormatan besar [ungkapan naik ke langit diselubungi awan],ditinggikan oleh Tuhan, walaupun masih disaksikan oleh musuh-musuh mereka.” Jadi, Alkitab tetap punya musuh, namun musuh-musuh mereka sekarang tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya bisa menyaksikan Firman Tuhan diagungkan.

Sejarah mencatat, sebelum 1804, Alkitab sudah dicetak dan diterjemahkan dalam 50 bahasa. Tak lama setelah itu terbentuklah The British Bible Society [1804], diikuti oleh The American Bible Society [1816] dan kedua organisasi ini dengan anak-anak organisasi binaan mereka menyebarkan Alkitab di mana-mana. [Midnight Cry tulisan George Storrs, 4 Mei 1843, Vol. IV Nos. 5, 6, hal 47].
Pada Desember 1942 Alkitab secara utuh maupun per bagian telah diterjemahkan ke dalam 1058 bahasa dan dialek.
Dewasa ini menurut Wikipidea, Alkitab telah ditejemahkan ke dalam 2018 bahasa, bahkan ke dalam bahasa yang tidak tertulis dibuatkan dalam bentuk video.
Benar-benar Alkitab telah diakui dan ditinggikan, naikke langit, diselubungi awan”, menjadi berkat terbesar bagi manusia setelah Yesus Kristus.





11:13 Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Terjemahan bahasa Inggrisnya lebih jelas:
And in that hour a great earth-moving was made, and the tenth part of the city fell down [and the tenth part of the city fell]; and the names of men seven thousand were slain in the earth-moving [and there be slain in the earth-moving the names of men seven thousand]; and the others were sent into dread, and gave glory to God of heaven. [terjemahan Wycliff]

And in that hourthere was a great earthquake, and the tenth part of the city fell; and there were killed in the earthquake seven thousand persons: and the rest were affrighted, and gave glory to the God of heaven. [ASV]

And the same hour was there a great earthquake, and the tenth part of the city fell, and in the earthquake were slain of men seven thousand: and the remnant were affrighted, and gave glory to the God of heaven. [KJV]

in that hour/the same hour” artinya “pada satu jam [yang sama] itu”. Keterangan waktu ini tidak tampak dalam terjemahan bahasa Indonesianya.
Kita tahu satu jam nubuatan adalah 1/24 x 1 hari nubuatan atau 1/24 x 360 hari kita = 15 hari.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Istilah gempa bumi yang dahsyat” yang disebutkan di sini, bukanlah gempa bumi secara harafiah karena seluruh pasal ini berbicara mengenai nubuatan. Lagi pula sejarah belum pernah mencatat ada tempat yang mengalami gempa bumi betulan yang berlangsung terus-menerus selama 15 hari. Berarti gempa bumi yang dahsyat” ini merupakan suatu simbol. Apakah yang bisa menyerupai gempa bumi yang dahsyat”? Kekacauan, peperangan, revolusi, segala sesuatu yang bisa “menggocang” seperti suatu gempa bumi. Kita lihat tanda-tanda berikutnya:

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh”Ada dua hal yang harus kita identifikasi di sini:
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->sepersepuluh bagian dari sebuah kota
< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->kota itu sendiri

Kita sudah tahu bahwa negara yang sedang dibicarakan di pasal 11 ini adalah Perancis. Jadi Perancis itu merupakan“sepersepuluh bagian dari kota” yang rubuh.
kota itu” melambangkan siapa?
Dari sejarah kita tahu bahwa Perancis adalah salah satu dari 10 negara yang muncul dari kerajaan Roma kuno. Daniel sudah menubuatkannya ketika dia menjelaskan mimpi raja Nebukadnezzar.
Dan 2:40-42
Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat [= Roma], yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya [= 10] sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.

Kalau begitu, kita akan dengan mudah bisa mengidentifikasi “kota” yang disebutkan ayat ini.
Karena Perancis merupakan satu dari sepuluh kerajaan yang timbul dari kerajaan Roma [“sepersepuluh bagian dari kota”], maka pastilah kota” yang dibicarakan di sini melambangkan Roma. Hanya saja karena bagian dari nubuatan ini sudah tiba pada akhir abad ke-18, Roma yang dibicarakan sudah bukan lagi Romawi kuno, melainkanRoma Papal [Kepausan] yang merupakan kelanjutan dari kerajaan Romawi kuno.

Karena di awal kalimat ayat ini disebutkan keterangan waktu 15 hari, maka tentunya itu adalah 15 hari yang pertama saat pecahnya revolusi Perancisyang menjatuhkan [merubuhkan] pemerintahaan raja Louis XVI, kaisar Perancis. Seperti pecahnya bendungan raksasa sehingga air yang meluap tak terbendung, revolusi ini berlangsung selama sepuluh tahun (1789-1799). Saat itu merupakan saat-saat yang sangat mengerikan, dan era itu dikenal sebagai “The Reign of Terror” (=Zaman Pemerintahan Teror). Pisau guilotin terus bekerja tanpa henti, memancung pertama kepala orang-orang bangsawan yang ditangkap, termasuk raja Louis XVI dan permaisurinya yang terkenal Marie Antoinette, setelah itu juga semua orang yang dituduh/dianggap sebagai musuh revolusi, tanpa pandang bulu. Saat itu benar-benar bisa digambarkan seperti suatu gempa bumi yang dahsyat” melanda negara itu. Ayat ini mencatat 7000 orang laki-laki yang terbunuh dalam waktu 15 hari itu. Bayangkan berapa yang mati dalam waktu 10 tahun?
Bahkan imam-imam Katolik pun tidak luput dari pembantaian. Sejarah mencatat bahwa Revolusi Perancis membunuh imam-imam Katolik sebanyak orang-orang Protestan yang dibunuh oleh gereja Katolik pada zaman raja Louis XIV. [ The Apocalypse, tulisan Allen, hal 113-115]

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga” ~ mereka yang lolos dari kengerian akibat revolusi Perancis ini memuliakan Allah bukan karena mereka mencintai Allah, tetapi karena mereka sangat ketakutan. Mereka sekarang melihat, bahwa dengan menghapus Tuhan dari negara mereka, bukannya menjadikan kondisi negara itu bertambah baik, tetapi justru sebaliknya. Manusia menjadi semakin buas dan tak terkendali.




11:14 Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ayat ini tidak mengatakan bahwa ayat-ayat sebelumnya di atas ini adalah Celaka yang Kedua. Tetapi ayat ini mengingatkan bahwa Celaka yang Kedua sudah lewat.
< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kapan terjadinya Celaka yang Kedua ini?
Pada saat ditiupnya sangkakala yang keenam, yang bisa dibaca di Wahyu 9:13-21. Celaka yang Kedua itu berakhir pada 11 Agustus 1840 saat kesultanan Ottoman kehilangan kedaulatannya. Jadi Wahyu pasal 10 dan 11 hingga di sini, merupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi antara celaka yang kedua dan yang ketiga.


< !--[if !supportLineBreakNewLine]-->
< !--[endif]-->

SANGKAKALA KETUJUH ~ CELAKA YANG KETIGA


Kita akan lihat bahwa Celaka yang Ketiga ini dimulai pada tahun 1844 dan akan berlangsung hingga kedatangan Kristus yang kedua dan akhir dari milenium 1000 tahun.Di saat ini rahasia Tuhan akan digenapi. Pengabaran Injil akan berakhir. Masa percobaan bagi manusia akan ditutup, dan murka Tuhan akan dicurahkan dalam bentuk ketujuh malapetaka [kutuk].


11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Sejak Adam jatuh dalam dosa, dia telah menyerahkan pemerintahan dunia ini kepada Setan. Tadinya, yang diberi hak oleh Tuhan untuk menguasai dunia adalah Adam.

Kej 1:26.
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusiamenurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumidan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Tetapi Adam telah menggadaikan hak kekuasaannya atas dunia ini kepada Setan ketika dia melanggar peraturan Allah. Itulah sebabnya Setan berani berkata kepada Yesus pada waktu Yesus selesai berpuasa selama 40 hari sebelum memulai pelayananNya demikian:
Mat 4:8-9
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegah-annya,dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Tetapi sekarang sudah tiba saatnya bagi Kristus untuk mengambil kembali pemerintahan atas dunia ini, dan kali ini Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."
Kapan hal ini akan terjadi?
Wah 21:1-3
Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.




11:16 Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah,
11:17 sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Kedua puluh empat tua-tua yang sudah pernah dilihat oleh Yohanes di bagian awal penglihatannya, sekarang tampak lagi, dan mereka sedang tersungkur menyembah Allah. Lihat pembahasan Wah 4:4 untuk mengingat kembali siapakah mereka ini.

11:18 dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“semua bangsa telah marah”
Kondisi dunia semakin lama menjadi semakin parah menjelang berakhirnya masa kasih karunia bagi manusia. Apalagi nanti setelah Tuhan menjatuhkan ketujuh malapetaka yang terakhir. Tetapi, walaupun pembinasaan mereka sudah di depan mata, orang-orang itu tidak menyadarinya, dan mereka bukannya bertobat tetapi justru marah. Di sini dikatakan “semua bangsa telah marah” berarti yang marah ini jumlahnya banyak, mayoritas. Tuhan sudah berulang-ulang menjelaskan bahwa bergabung dengan mayoritas itu berbahaya.Ingatlah akan kata-kata Yesus ini:
Mat 7:13-14
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Yesus sudah dengan sangat gamblang mengatakan, bahwa jalan yang menuju kepada kehidupan” hanya ”sedikit orang yang mendapatinya."

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->tetapi amarah-Mu telah datang”
Tak lama lagi akan dicurahkan ketujuh malapetaka yang terakhir.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar”
Rentang waktu Celaka yang Ketiga ini cukup panjang, yaitu dari 1844 hingga kedatangan Kristus yang Kedua.

Kita lihat dulu bagian: saat ... untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar.”
Jika nanti kita tiba di Wahyu pasal 20, kita akan mengetahui kapan Tuhan memberi upah kepada hamba-hambahnya. Itu terjadi setelah kedatangan Kristus yang kedua untuk menjemput umat tebusanNya pulang ke Surga, di mana mereka akan tinggal selama 1000 tahun. Kita mendahului sejenak ke:
Wah 20:4-6
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihatjiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun... Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Selama umat tebusan ini berada di Surga bersama Kristus 1000 tahun lamanya, bagaimana dengan orang-orang yang tidak ditebus, orang-orang yang tidak mau menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka, dan orang-orang yang tidak setia sampai akhir kepada Tuhan?
Wah 20:5
Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu.

Mereka semuanya dalam kondisi mati di dunia ini.
Karena itu di Wah 11:18 ini dikatakan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi.” Jadi, orang-orang yang tidak selamat ini yang semuanya sudah mati di dunia, akan dihakimi oleh umat tebusan ketika mereka sedang berada di Surga 1000 tahun lamanya itu. Perhatikan Wah 20:4, di mana disebutkan “aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi.”
Berarti jika ada sanak keluarga atau teman-teman kita yang tidak selamat sedangkan kita selamat, kemungkinan kita harus ikut menghakimi mereka. Betapa menyedihkannya hal ini. Karena itu, kita harus berupaya membagi kebenaran yang kita tahu kepada mereka.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Berdasarkan apakah manusia nanti dihakimi?
Wah 20:12-14
Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."
Jangan disangka ini hanya mengenai mereka yang merusak ekosistem bumi, tetapi juga semua orang yang pemikiran, perkataan, dan perbuatannya menyebabkan bumi ini dibinasakan oleh Tuhan. Termasuk dalam kategori ini adalah mereka yang menciptakan, mengajarkan, mempraktekkan, dan menyebarkan prinsip-prinsip, ajaran-ajaran dan faham-faham yang menyesatkan, yang menyebabkan orang lain berdosa kepada Tuhan yang Mahakuasa sehingga mereka menerima hukuman kematian kekal dari Tuhan.




11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.”

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Ini adalah ayat yang penting.
< !--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->“terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga” ~kembali Yohanes diberi penglihatan ke Bait Suci yang di Surga, dan kembali ke bilik Mahasucinya. Kita tahu bahwa ini adalah bagian yang Mahasuci karena di sana terlihat tabut perjanjian-Nya”.
Apa maknanya? Dengan memperlihatkan bagian yang Mahasuci dari Bait Suci yang di Surga ini kepada Yohanes, Tuhan memberikan pertanda bahwa sangkakala yang ketujuh itu ada kaitannya dengan bagian yang Mahasuci dari Bait Suci itu.
Di mana kita pernah bertemu dengan nubuatan mengenai bagian yang Mahasuci dari Bait Suci di Surga?
Dan 8:14
Maka ia menjawab: "Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar."

Kita ingat bahwa dalam pembahasan tentang nubuatan 2300 petang dan pagi ini, peristiwa ini terjadi pada tahun 1844. Maka inilah tanda waktu yang diberikan Tuhan, bahwa sangkakala yang ketujuh itu dimulai pada tahun 1844. Berarti sangkakala yang terakhir sudah ditiup!!! Kita sekarang hidup di zaman Sangkakala yang Ketujuh ini!

< !--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu” ~ Di sini Tuhan mengingatkan kita kepada 10 HukumNya karena khusus disebut tentang Tabut Perjanjian. Kita ingat, bahwa Tuhan pernah memberikan dua loh batu yang berisikan 10 HukumNya ke tangan Musa, yang ditulisNya sendiri dengan jariNya. Dan kedua loh batu itu disimpan di dalam Tabut Perjanjian Bait Suci yang ada di dunia, yang merupakan replika Bait Suci yang di Surga.
Keluaran 31:18
Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Keluaran 40:20
Diambilnyalah loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu.

Ibrani 9:3-4
Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

Maka Tuhan mengingatkan bahwa 10 Hukum yang terdapat di dalam Tabut Perjanjian itu mempunyai peran dalam Celaka yang Ketiga ini.

< !--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.” Inilah awal kematian dunia yang kita kenal sekarang ini.
Wah 16:17-18
Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana." Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.